Semoga Bencana Ini Segera Berakhir

Nduk, sebenarnya bapak ingin bercerita banyak banget malam ini. Tapi maaf  bapak belum bisa pulang, bapak belum bisa membacakan buku  dogy dan kity yang kita beli minggu lalu di Gramedia. Maafkan  bapak malam ini tidak bisa menyeduhkanmu empat sendok bubuk susu pregestimil kedalam 120 cc air untuk kamu minum menjelang tidur. Bapak juga mohon maaf  malam ini tidak bisa memeluk dan menggendongmu sambil menyanyikan lagu nina bobok.

Walaupun kamu tahu bahwa kantor bapak dan rumah kita hanya dibatasi sebuah tembok, namun rasanya bapak sangat sulit untuk sekedar pulang dan “ngeloni” untuk menidurkanmu.

Nduk, malam ini tanggal 17 Januari 2013 dan sebentar lagi hitungan almanak masehi berganti 18. Hari boleh saja berganti. Tanggal, bulan dan tahun boleh saja berubah. Namun kasih sayang dan cinta bapak tidak pernah bergeser sedikitpun. Malam ini bapak sungguh sungguh merindukanmu nduk….

Padahal seharian tadi kita berdua sudah  kelililng kampung mengendarai sepeda ontel  putih. Boncengan sepeda berdua menyusuri jalanan licin  di sepanjang  kali ciliwung yang meluap. Kita melihat beberapa orang basah kuyup kebanjiran. Mereka berusaha menyelamatkan barang barang rumah tangga,  seolah adu cepat dengan laju kenaikan muka  air sungai. Bahkan kita lihat beberapa orang tidak kuasa merelakan barang barang mereka disapu arus sungai yang deras.

Kita juga melihat bagaimana teman teman  seusiamu menangis, menjerit dan ketakutan. Dalam keadaan yang dingin dan basah karena kehujanan mereka menahan lapar dan haus. Seakan mereka tidak tahu kemana harus berlindung dan kemana harus meminta pertolongan.

Nduk, Apakah kamu mengingat itu semua  ?  Ingatlah itu sebagai pelajaran yang paling berharga. Agar kelak setelah dewasa kamu bisa lebih menghargai dan bersahabat dengan alam. Jangan sekali kali kamu merusak dan tetaplah bersahabat dengannya.

Padahal  baru beberapa jam yang lalu kita bermain bersama ya nduk, tapi kenapa ya kok rasanya sudah lebih dari satu dasawarsa ?

Menulis dan mengingat tentang sepeda, bapak jadi teringat akan sosok seorang perempuan  cantik yang kini kamu panggil ibu. Jauh sebelum kamu lahir nduk, jauh sebelum penghulu meresmikan pernikahan kami.

Ibumu sangat senang membonceng  sepeda “onto” berwarna hitam milik kakekku,   Soekardi.  Membonceng di belakang sadel dengan “nyemplo” ndok, bukan mbegagah seperti anak anak jaman sekarang. Memang membonceng dengan mbegagah atau ngangkang itu kurang elok untuk seorang perempuan. Namun biarlah,  kita tak perlu membahasnya panjang lebar.

Dari raut di wajahnya bisa bapak simpulkan  ibumu sangat bahagia. Kebahagiaan itu mirip sekali dengan yang terlukis di aura wajahmu siang tadi. Kamu mirip ibumu nduk, percayalah sama bapak….

Entah mengapa nduk, ibumu lebih memilih membonceng sepeda butut itu. Padahal ibumu memiliki sepeda motor grand warna hitam yang terbaru. Padahal banyak kawan sekolahnya  berebut mencari perhatian agar ibumu mau membonceng sepeda motor mereka  yang bagus  bagus. Tapi itulah ibumu, ia lebih memilih dibonceng bapak dengan sepeda yang sering terlepas rantainya.

Bapak berharap kelak engkau mewarisi sifat sifat ibumu. Perempuan yang mandiri, berkarakter, berdedikasi dan tidak pernah silau dengan gemerlap dunia. Harapan bapak hanya  satu  nduk, jadilah wanita yang sholehah sesuai yang digariskan junjungan kita dan seperti yang ditauladankan ibumu setiap hari. Semoga harapan bapakmu ini tidaklah berlebihan.

Nduk, malam ini bapak harus tetap tinggal di kantor untuk beberapa waktu. Karena teman bapak yang bernama Om Agung Supriyanto akan datang. Betul nduk, itu teman baik bapak yang pernah bertemu denganmu  beberapa bulan  lalu.  Orangnya baik, kamu pasti suka nduk.

Om Agung Supriyanto tadi  siang  menelepon bahwa istrinya sedang memasak nasi beserta lauk payuknya agak banyak. Nasi putih, bumbu rames lengkap dengan ayam goreng  dan krupuk udang. Katanya ia sudah menyiapkan kurang lebih 40 porsi, yang dikemas dalam kotak kardus putih.

Bersama istrinya ia akan mengantarkan sendiri 40 bungkus nasi kotak  tersebut, ditambah  dengan 40 kardus indomie dan sebanyak  20 kardus air mineral dalam kemasan tanggung.

Bukan nduk, itu bukan untuk kita nikmati. Itu adalah sumbangan om Agung Supriyanto untuk tetangga tetangga kita yang mengalami musibah banjir.  Untuk tetangga tetangga yang kita temui di jalanan siang tadi. Semoga budi baik sahabat bapak ini bisa meringankan beban hidup mereka. Semoga amal ibadah ini tidak menjadikan kita riya’ dan semoga Tuhan meridloi. Amiin.

Alhamdulillah ya nduk,  masih ada yang mempercayai bapak untuk mengemban amanah yang maha berat. Do’a kan saja  bapak untuk bisa  istiqomah.

Oh iya nduk, kamu tentunya belum paham benar tentang musibah banjir yah ?

Selain bersepeda, tadi siang kamu kan bapak ajak “blusukan” ke rumah  om jamin, om sayuti  dan ustadz Kirman untuk sekedar melihat rumahnya yang seperti akuarium. Lalu kamu merengek minta turun  dan  berlari hendak  menceburkan diri.  Mungkin kamu kira  itu kolam renang seperti di tongtek ya nduk  ?

Begitu bapak melarang dan memegangi tubuhmu yang mungil, kamu meronta, berontak dan  menangis. Bapak  sangat sayang kamu nduk. Begitu besarnya cinta bapak, maka   bapak larang kamu mandi di air got kali ciliwung itu. Maafkan bapak ya nduk ……..

Nduk cah ayu, di media massa diberitakan dengan gegap gempita tentang banjir di Jakarta. Bahkan saking gencarnya informasi, Om Dody mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Jakarta. Nenek dan kakekmu di kampung pun  berkali kali telpon tentang keadaan kita. Mereka semua khawatir tentang kesehatan dan keselamatan kita.

Artinya mereka menyayangi dan mencintai kita nduk. Maka kelak jika kau besar, kunjungilah mereka satu persatu. Sampaikan rasa hormat dan tunjukkan bahwa engkau pun mencintai mereka.

Untunglah sekarang bapak mampu membeli  sebuah black berry jadul. Dengan alat canggih ini bapak bisa  dengan mudah mengirim foto foto. Mengabarkan kondisi terkini rumah kita ke sanak saudara di kampung.  Sehingga mereka tenang dan tidak khawatir lagi.

Nduk, bapakmu malam ini hendak berjaga jaga bersama warga disepanjang bantaran kali ciliwung.  Ada informasi simpang siur yang yang tidak jelas asalnya. Bahwa dalam beberapa jam kedepan  akan datang kiriman air dari bogor.  Oleh sebab itu, bapak harus bekerjasama dengan seluruh warga disini untuk mengantisipasi hal itu.

Tidurlah  sesegera mungkin. Seumpama nanti malam bapak membangunkanmu, maka itu artinya kita semua harus mengungsi. Bapak sangat berharap hal itu tidak akan terjadi nduk. Tolong sampaikan ke ibumu untuk terus berdo’a agar bencana ini segera berakhir.

Kritikan silahkan mention di @lambangsarib

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

29 Responses to Semoga Bencana Ini Segera Berakhir

  1. 'Ne says:

    Sedih ya Pak.. semoga Kiky nggak sedih ditinggal bapaknya sementara..

    Semoga banjirnya cepat surut ya Pak..

  2. yeye says:

    D daerah mas banjir? Smoga banjirnya cpt surut yah mas😦

  3. إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

    “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”

  4. mruhulessin says:

    semoga semua di jakarta baik-baik saja om dan banjirnya cepat surut

  5. chris13jkt says:

    Semoga banjirnya cepat surut ya Mas, jadi bisa segera ngeloni Kiky lagi. Kasihan dia pasti nungg-nunggu bapaknya tuh.

  6. Aamiin, semoga banjir kali ini segera berakhir ya pak, semoga rondanya jadi amal sholeh ya

  7. Titik Asa says:

    Salut dg keikhlasannya membantu dan mengulurkan tangan bagi sesama yg sedang dalam musibah.
    Semoga amal baiknya dibalas dengan yg lebih oleh Yang Maha Kuasa.
    Saya hanya bisa mendoakan dari Bekasi.
    Salam,

  8. Ely Meyer says:

    Moga segera bisa bercengkerama dgn Kiky lagi pak dan semoga banjirnya cepat lenyap

  9. Wong Cilik says:

    semoga banjirnya cepat surut …

  10. Ikakoentjoro says:

    Sabar ya pak, Mudah2an pak Sarib dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapin ujian banjiiir ini🙂

  11. Saya yang jauh dari sana hanya bisa mendo’akan dari sini. Semoga bencana segera berakhir dan berganti dengan kebaikan.

  12. Ilham says:

    tetap berhati2 dan waspada mas.😕 betul, semoga bencana ini segera berakhir.

  13. Dyah Sujiati says:

    So sweet #Eh?
    maksud saya baca tulisan ini malah berasa so swit

    turut berdo’a smg banjir segera berakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s