Tak Gendong Kemana Mana, Mau Doong…..

Dari pada bingung mau menulis apa, saya ingin lanjutin cerita menggendong aja ah….  Pingin tahu kenapa ? Hehehe…. Pertama karena hari hujan semenjak kemarin, jadi malas bepergian. Kedua memenuhi permintaan blogger ’89, lho…., siapa kah mereka ? Saya sendiri juga tidak ngerti, hanya  namanya mirip, pitaloka 89 dan Utie89.

Ah….. gak usah ditanya ke saya, tanya aja sendiri anaknya. Mungkin mereka satu marga, mungkin satu orang tua, atau lahir barengan di rumah sakit yang sama di tahun yang sama dan bisa saja sejuta kemungkinan yang lain.

Sampai mana ya ceritanya kemarin….? Ah iya, aku ingat sekarang.

Sekitar  setengah jam lamanya saya bernyanyi “nina bobo” diiringi orkestra klasik  sekelas permainannya Erwin Gutawa. Orkestra itu terdengar lembut hasil kolaborasi  “ngorok’an” istri dan suaraku yang cempreng serak serak kering.  Keren kan…..

Kalau gak percaya, lebih baik percaya aja deeeh……

Mulut mulai kering dan ongap – angoop, tangan kiri mulai semutan, tanang kanan malah sudah rangrangen. Kedua betis sepertinya sudah mulai mrengkel dan kram.

Saya lihat mata anak sudah merem semerem meremnya, artinya dia sudah terlelap. Saatnya dibaringkan ke tempat tidur.

Secara perlahan dan sangat perlahan tubuh mungil itu saya rebahkan di matras warna pink. Kakinya saya luruskan dan posisi tubuhnya saya baringkan sedmikian rupa hingga terasa nyaman. Sebuah bantal kecil – empuk saya ambil untuk ganjel kepalanya yang seneng miring ke kanan. Boneka kucing kesukaannya pun sudah saya taruh disampingnya. Sengaja tidak diselimuti, karena kebiasaannya memang tidur tanpa selimut.

Nah beres………

Saya pandangi dia lamaaaa……., dan entah sudah berapa kali wajah cantik itu saya cium keningnya yang mulai berkeringat. Setelah puas memandangi raut wajahnya, saya pun semblojor untuk  sesegera mungkin  menemaninya bermain  di alam mimpi.

Brok… brok…. duer….. kriiiing….. kriiiing…..!!!! Meong…. meong,,,, meooooongg……!!!!

Tiba tiba saya dikejutkan oleh suara seseorang mengetok pintu dengan keras, bak kolaborasi gelombang tsunami suara dan pandai besi. Suara menggelegar meraung raung  seperti di sebuah pabrik galangan kapal disaat hujan lebat dan  petir menyambar nyambar. Ditambah lagi dengan suara kucing yang terbangun mirip “singo ketaton”

“brok…bro…. brook…… Assalamualaikuuuum !!!!!”. Bersamaan dengan itu HP saya yang terletak tepat di atas kepala Kiky meraung raung dengan kerasnya. Saya pun heran, kenapa HP ini berbunyi seolah menyerupai raungan mobil pengawal presiden ?

Saya tersadar, “duh betapa gobloknya saya !!!”. HP lupa saya silent atau matikan, pintu rumah masih terkunci (seharusnya pintu ditutup tapi tidak dikunci).

Belum selesai saya tersadar akan kegoblokan ini, tiba tiba, “hwaaaa…. hwaa….. hwa…..”. Kiky termehek mehek dan meronta. Mulutnya lebar berteriak menangis, tubuhnya berguncang, matanya mengeluarkan air walau masih tetap terpejam.

Secepat kilat saya bangun, saya raih kembali tubuh mungil itu, dan gendong lagiiiii……..

“cup ndok, cup sayang,…. nih digendong bapak. Jangan takut, bapak disini bersamamu dan menildungimu”. Kemudian hening dan Kiky pun tertidur lagi…….

Ah….., kamu memang harus bapak gendong terus ndok.

***************

Pagi harinya disaat semua telah  bangun tidur dan duduk duduk menikmati teh hangat.

Saya bertanya pada anak, “Nduk tadi malam kamu nangis kenopo ?”, kemudian ia menjawab, “tatut pak…. Kiky tatuuut”.

Sobat blogger, ternyata anak balita belum genap 3 tahun itu sudah mampu mengingat kejadian sehari sebelumnya. Oleh sebab itu  berhati hstilah dalam berkata dan bersikap. Terlebih lagi disaat kita “BERJANJI”, karena ia akan mengingatnya hingga kapanpun.

Jika kita lupa menepati janji pada anak (walau tak disengaja sekalipun), maka anak akan memaknai bahwa kita adalah “pembohong”. Ingat …. anak anak itu peniru ulung.

.

.

.

Butuh jasa cargo murah, via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

43 Responses to Tak Gendong Kemana Mana, Mau Doong…..

  1. afan says:

    tul tul tul… waspadalah..🙂

  2. chrismanaby says:

    Karena saking sayangnya nggendong seharian pun ndak pegel ya om, kalo saya prnah di sruh ngjakin ponakan tidur siang, soalnya ibunya lagi sibuk di rumah ada slametan, fiuhhh capek buanget, lawong ndak merem2 akhirnya saya gendong smpe badan pegel2

  3. nyonyasepatu says:

    Berenti bikin janji sama keponakan hehe

  4. genthuk says:

    tak gendong… kemana-mana

  5. ~Ra says:

    mBok aku yo digendong Om..
    😀

  6. utie89 says:

    ooommm… ini om ketularan kak raya, kegandrungan twitter atau kenapa ya??
    bahasannya jadi lebay gitu, hahaha..
    but it’s okey om, no problemo..😉

    btw, emang aq n mira minta apa ya om?? ngga inget blas😛
    kita tuh anggota kubu angkatan 89 om, ada 1 lagi, luxi89, hehe.. #asal

  7. 'Ne says:

    hehehe ringtone hapenya lucu..
    saya usahakan Pak, untuk tak mudah berjanji pada ponakan.. hehe

  8. bemzkyyeye says:

    Siap mas lambang, saya usahakan tidak mudah mengeluarkan janji2 untuk anak saya🙂

  9. danirachmat says:

    betul banget Mas. Ga ada ceritanya kita ngomong yang indah-indah biar anak nurut.
    Kasihan banget ya Mas kalo anak udah lelap tidur trus kebangun gitu. suka ga tega lihatnya..

  10. Erit07 says:

    Wah,anaknya nurut bnget pak lambang!

  11. Pingback: Di Hari ini, Menulis Sedunia | My sToRy

  12. Wong Cilik says:

    sependapat pk Lambang, anak itu memang peniru ulung …
    Terbangun secara tiba-tiba gitu, Kiky terus bisa tidur lagi pk?

  13. yisha says:

    capeeeeeeeeee……….

  14. Dyah Sujiati says:

    Btw, Kiky tatut apa Pak?

    • lambangsarib says:

      lha itu suara hp jadul yang suaranya seperti bledek, barengan sama suara orang gebrok2 pintu.

      • Dyah Sujiati says:

        Lha terus, apa hubungannya dengan janji?

      • lambangsarib says:

        waduh…….

        Begini, ya mbak…. nek salah koreksi yeee…

        Ini masalah hipnosis pada anak. Otak manusia itu memiliki empat gelombang, yaitu gelombang beta, alfa, tertra dan gama.

        Ketika lier lier (mau tertidur), otak manusia itu pada gelombang tetra.

        Saat gelomang tetra terjadi, apapun yang kita bisikkan ke telinga seseorang akan direkam dengan lekat di dalam alam bawah sadarnya. Tidak akan hilang dan lupa selama hirupnya, dan mampu dipanggil kapanpun.

        Nah kita tanamkan hal hal positif itu pada anak saat itu, insyaAllah ia akan mengingat hingga akhir hanyat. Dia akan memaknai sebuah kebenaran yang kitau capkan.

        Contone aku, dulu ketika mau tidur sering ditakut takuti tikus. Ya sampai hari ini tetep aja takut sama tikus. Padahal, anakku dolanane hamster yang mirip tikus. Nah loh….

  15. rangtalu says:

    wah terimakasih ilmunya mas…🙂
    untuk persiapan sebelum menjadi bapak🙂

  16. ryan says:

    Gendong yok… gendong…

    Katanya masa 5 tahun pertama itu kan masa Golden age. di mana segala sesuatu mulai terbentuk dan tertanam dalam diri seorang anak. Menurut mas gimana?

    • lambangsarib says:

      Betul, golden ages adalah masa masa pembentukan karakter dasa seseorang. Masa ini menjadi fondasi dasar seseorang untuk kehidupan masa depan.

      Diumur ini anak akan menjadi “peniru ulung” siapapun. Siapapun yang mengasuhnya, maka akan ia diamati dan ditiru.

      Oleh sebab itu, hal terbaik bagi orang tua adalah mendidiknya sendiri hingga usia 5 tahun. Ini demi pembentukan karakter anak. Agak aneh kan jika anak yang kita sayangi itu tiba tiba memiliki karakter yang berbeda dengan diri kita ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s