Saya Akan Menggendongmu Sampai Kapanpun Kau Mau

Wah sepertinya lama nih tidak bercerita tentang anak, hehe…  Maaf yah,  sibuk twitteran, kicau sana kicau sini, mensen sana mensen sini, dan menghapus DM dari bajak laut  akun.

Boleh yah ? tidak bosen kan ? hehe…..

Tadi malam saya “ketiban sampur” untuk menidurkan anak. Walau kondisi rumah sudah sepi dan  gelap, tidak ada suara radio maupun televisi, tapi dia tetap tidak mau tidur. Padahal sudah hampir jam 10 malam. Sementara ibunya  sudah “ngorok” satu jam sebelumnya.

Saya perhatiakn  dengkuran istri  konstan berirama, tak tampak sebuah gejolak. Kalau didengar secara seksama, sepertinya  mengikuti hentakan hentakan partitur sederet syair  musik melayunya  Emilia Kadam. Mungkinkah  kemerduan dengkuran itu yang membuat  anak tak mau tidur ? Ah entahlah……., yang pasti ia tetap tak beranjak dari  disamping ibunya yang tertidur pulas.

Kemudian saya mematikan tablet dan berkata, “ndok wis bengi, ayo tidur !”. Dia menatapku tajam dan beranjak bangun menghampiri. Ia mengatakan sesuatu dengan  sedikit merajuk, “pak endong depan, nyanyi ninamo bobo”.

Saya sangat paham akan permintaannya itu. Saya berdiri dan secepat kilat mengangkatnya untuk sebuah gendongan tipe “bobok”. Eh…. nggak tahu ding, nama gendongan ini. Kepalanya diletakkan di tangan kiri,  tangan kanan saya melingkari tubuhnya dan telapak tangan saya ada di pantat anak.

Dan tentu saja tak lupa untuk mendendangkan  sebuah kidung kebesaran dari suara cempreng bin fals saya.

Kiky bobo…. oh…. kiky bobo….
Kalau tidak bobok, digigit kebo….

Kiky bobo…. oh…. kiky bobo….
Kalau tidak bobok, digigit kebo….

Bobok lah bobok, anakku yang kusayang….
Kalau tidak bobok, digigit kebo…..

Begitulah saya menyanyi berulang ulang sambil menggoyang goyangkan tubuh mungilnya.  Hingga suara saya yang cempreng serak serak basah berubah menjadi cempreng serak serak kering. Hehehe…..

Alhamdulillah, sebelum dehidrasi mulut kering karena  kelamaan bernyanyi, ia nampak tertidur. Matanya  merem, sementara tangannya sudah terkulai jatuh kebawah. Tapi saya tetep menggendongnya, karena saya yakin tidurnya belum tanek (nyenyak).

Saya bisikkan sebuah kalimat di telinganya, “ndok bapak sayang kiky, ndok ibu sayang kiky, ndok bapak akan gendong kamu sampai kapanpun engkau mau, bapak berjanji untuk tidak berkata “badanmu sudah berat”, bapak berjanji untuk menggendongmu sampai kapanpun engkau mau”.

Eh iya sobat blogger……,

Kata kata semacam diatas itu selayaknya diucapkan orang tua sesering mungkin disaat anak dalam kondisi “gelombang otak tenang”. Saat itulah setiap kata yang terucap akan direkam dengan baik di alam bahah sadarnya. Sehingga anak  akan tersugesti (dan juga kenyataan)  bahwa kedua orang tuanya sangat  menyayangi.

Nah, ilmu untuk itu bisa dibaca di  buku yang  berjudul “Hypnosis Anak” karangan Bunda Lucy. Pingin ngulas sedikit ngulas  sih sebenarnya, tapi……….. ada yang suka tidak yah ?

*****Kembali ke ngendong anak………..********

Saya cium kedua pipi anak saya,  pipi  kiri dan pipi kanan.  Setelah itu saya pun mencium  keningnya. Dengan ciuman hangat, lama dan lamaaaaaaaaaa…………………………………..

******

Ehm…. sepertinya enak untuk  ditulis nih, bersambung ahh……

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

39 Responses to Saya Akan Menggendongmu Sampai Kapanpun Kau Mau

  1. ryan says:

    Mudah2an mimpi mas menggendong akan terwujud mas…🙂

  2. afan says:

    hati2 lho mas Jangan2 banyak wanita pengen di poligami gara baca postingan ini.🙂
    resensi bukunya boleh tuh mas biar gak beli kucing dalam karung.

    • lambangsarib says:

      Hm,,,, apa hubungannya nggendong anak dengan poligami ya ? Saya hanya ingin memprovokasi temen temen bloger untuk mencintai dan menyayangi anak anak mereka, melebihi segalanya.

  3. chrismanaby says:

    Merinding om,…
    walaupun bapak saya dulu tidak mengekspresika rasa sayangnya seperti itu, tapi saya yakin beliay sangat menyayangi saya

  4. metamocca says:

    Iya, Om. Saya juga suka bisikin gitu ke anak-anak. Namanya Hypnoparenting ya?

    Tapi katanya harus pakai kalimat positif / yang gak pakai kata tidak, atau jangan.

    • lambangsarib says:

      Betul, hipnosis pada anak atau hypnoparenting sangat besar manfaatnya. Saya bandingkan tumbuh kembang anak saya dengan teman teman seumuran, berbeda. Selain kedekatan dengan orang tua, hhipnosis juga memegang peran penting.

      Kalimat yang dipakai mesti positif dan motivatif, karena itu yang akan direkam di alam bawah sadarnya.

      Mengenai “jangan dan tidak” ada baiknya memang dihindari, untuk menghindari miss persepsi pada anak. Karena anak pada umumnya belum mampu menerima logika tersebut. Namun, ketika berumur 3 tahunan, logika kata itu sudah bisa diterima.

      Jangan makan –> akan dimaknai anak sebagai “makanlah”. Kalau melarang, bilang saja “jangan” titik.

      Saya pernah cek pada anak saya, dengan sebuah pertanyaan.

      Saya : Kiki sayang ?

      Kalau kita ajukan pertanyaan itu sambil berlari, artinya ia menjawab dengan spontan, pasti jawabannya “bapak”.

      Kalau kita ajukan pertanyaan itu sambil istirahat dan tiduran, artinya dia menjawab tidak spontan, biasanya dijawab “pus, tikus, guguk, sepeda, dll”. Suka suka dia menjawab.

      Salah satu ciri jawaban tidak spontan adalah matanya lirik kanan lalu lirik kiri, serta dia menjawab dengan tersenyum. Mungkin seolah mengejek, hehehe….

  5. pitaloka89 says:

    mantap….

    Ayo pak dilanjut ceritanya🙂

  6. Ceritaeka says:

    Aku koq terharu ya mbaca ini. Slaam untuk Kiky ya, Mas.
    Btw boleh lho diulas bukunya🙂

  7. nyonyasepatu says:

    Noted. Ilmu kalo punya bayi nanti

  8. utie89 says:

    Ulas aja om.
    Ngga peduli ada yg suka/tidak.
    Yg penting, tulis teruuus, hhehe..

  9. yeye says:

    *peluk papa ku*
    Senengnya jadi kiky yah🙂

  10. ~Ra says:

    😀

    Sedapp…

  11. genthuk says:

    dadi eling emakku Pak…

  12. Pingback: Tak Gendong Kemana Mana, Mau Doong….. | Lambangsarib's Blog

  13. Ilham says:

    manis banget mas. moga kiky senantiasa tumbuh di lingkungan yang penuh cinta.😛

  14. terharu kang!
    jadi pengen digendong juga

  15. Dyah Sujiati says:

    Sementara ibunya sudah “ngorok” satu jam sebelumnya.—> Akakakaaaaa! #ngekek

    Alhamdulillah, sebelum dehidrasi mulut kering karena kelamaan bernyanyi, ia nampak tertidur. —> Sebelum sampai kalimat ini dalam hati saya mau komen : jangan-jangan malah Kiki gak bisa tidur gegara bpknya yang nyanyi😆 #Pisss Pak! ^__^v

    bapak berjanji untuk menggendongmu sampai kapanpun engkau mau”.
    Kata kata semacam diatas itu selayaknya diucapkan orang tua sesering mungkin —>>
    Siapp Pak! Nanti saya bilang suami saya biar dia yang gendong smpai kapan pun!😆 #Lho?😀

  16. 9ethuk says:

    Makasih ilmunya Pak,
    Mungkin sedikit nyambung dengan pesen bapak surabaya,
    Jangan bilang anakmu nakal,
    Itu terus berkali-kali dipesenin bapak.
    Makanya kalau manggil Ai biasanya dengan pnggilan cantik, pinter, cah ayu, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s