Akibat Tidak Menonton Televisi, Jam Sembilan Malam Angooop

Hari gini tidak punya televisi ………. ? Apa kata dunia …… ?????

Itulah kata yang terucap dari mulut seseorang rekan bermain tennis disaat ia mendengar jawaban saya tentang sebuah berita. Ia bertanya tentang apa tanggapan saya atas sebuah berita kecelakaan di toll jagorawi tempo hari. Saya menjawab kalau selama tiga minggu ini tidak pernah nonton televisi lagi.

Entahlah, saya tidak tahu kenapa kata “tidak pernah nonton televisi” dia artikan “tidak punya televisi”. Tidak penting untuk dibahas bukan …… ? Hehehe…..

Memang benar saya sama sekali tidak berniat membahas punya televisi atau tidak, apa untungnya memiliki televisi dan apa ruginya tidak memiliki televisi. Apa lagi membahas  jenis televisi dan mereknya, bagi saya  tidak penting sama sekali.

Semenjak tanggal 21 Desember 2012 saya tidak pernah nonton acara televisi lagi. Alhamdulillah sampai hari ini masih konsisten.  Ehm…. ternyata sudah setahun tidak nonton televisi ya ? Hehehe……

Semenjak melakukan talak sepihak, ternyata manfaat yang didapatkan sunnguh luar biasa. Mau tahu apa itu  ?

Tahun lalu (maksud saya sebelum tanggal  12 desember 2012),  saya seringkali tidur larut malam. Apalagi kalau malam minggu dan malam senin, wah…. dipuas puasin tuh nonton Samir Nasri, Ronaldo, Lionel Messi, Drogba, Kaka, dan ratusan nama lain yang bisa berderet panjang jika dituliskan.

Apalagi jika ada acara tennis seperti US Open, Australia Open, Rolland Garros, Wimbledon, Dubai Open, Davis Cup, maka bisa dipastikan hampir 24 jam nonton televisi. Kerjaan dan anak ? oh……… itu jadi nomor dua, sementara kejuaraan  tennis adalah nomor wahid.

Diluar acara olah raga, seabrek acara di tv kabel sepertinya wajib di tonton.  Berita  CNN, TV One dan  Metro TV sangat penting. Film film hollywood teranyar  diputar di HBO dan  Fox chanel.   Belum lagi informasi pendidikan  di BBC Knowledge, Planet Animals dan National Geographics.  Semuanya bagus dan jika  dituruti untuk ditonton  maka waktu 24 jam buat mentelengi televisi itu sangat kurang.

Namun kini semuanya jadi berubah.

Sehabis sholat maghrib biasanya istri membaca beberapa halaman kitab suci, sementara saya dan Kiky menemaninya dengan bermain. Bertiga kami berada di sebuah  kamar, tidak ada suara lain kecuali alunan merdu istri  mengaji  dan  sekali kali ditimpali tangisan  dan tawa anak.

Hingga kumandang adzan sholat isya’, biasanya langsung berhenti bermain dan selanjutnya sholat isya’ berjama’ah.

Namun ada sedikit keanehan disini. Biasanya istri meminta saya  menjadi imam seraya berkata, “walaupun kamu tidak fasih membaca fatihah, harus tetap menjadi imam”.  Eh……. jadi malu,  hihihih,….

Istri dan kiky menjadi makmum di belakang. Begitu saya takbir, dengan segera  istri mengikuti takbir. Namun berbeda dengan   Kiky, ia langsung  melepas mukena dan duduk didepan kami,  sambil  melanjutkan mainan yang tadi ditinggalkan.

Gak papa ya sobat blogger ….? Ndak dosa kan……. ?

Selepas sholat Isya’  istri langsung menyiapkan hidangan makan malam beserta teh hangat tentunya. Teh hangat wasgitel (wangi sepet legi dan kentel) kesukaan kami bertiga. Untuk menunggu datangnya panggilan makan malam, saya dan anak menghabiskan waktu dengan bermain dan bernyanyi.

Setelah acara makan malam selesai, biasanya kami langsung masuk kamar. Membaca baca buku, bernyanyi, bermain  dan….. tak lama kemudian “angooooop”.  Biasanya jam sembilan kami telah terlelap, hingga  terbangun disaat mendengar suara murottal dari sebuah surau di kejauhan.

Itulah sedikit gambaran saat dimana tidak ada televisi dan saat dimana kami “addicted” televisi. Menurut anda, adakah pengaruh televisi terhadap perilaku kebiasaan sehari hari ?

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

62 Responses to Akibat Tidak Menonton Televisi, Jam Sembilan Malam Angooop

  1. chrismanaby says:

    Antara perlu ndak perlu ya om,…
    lebih baik digunakan seperlunya, misalnya untuk tahu berita2 terkini😀

  2. danirachmat says:

    Bener banget Mas. Saya malah udah ga nonton tv dari September tahun lalu. Hehehe. Nonton cuman sekali-sekali aja dan itupun paling cuman 5 menit ato 10 menit. Waktu jadi terasa lebih banyak.😀

  3. ndin says:

    saya nonton tv kalo sudah bosen di depan komputer😀

  4. nabils29 says:

    Saya jg jarang nonton tv sekarang, paling kalau ada acara bagus sj… televisi jg memberi pengaruh dalam kehidupan, khususnya anak. jadi, pilihlah acara yang bagus dan tepat untuk semua, khususnya anak🙂

  5. 'Ne says:

    saya udah berapa tahun ya.. bukan nggak pernah tapi sesekali nggak sengaja pas makan misalnya itupun nggak dilanjut..
    jadi kalau dengan sengaja nonton dan nungguin acara itu nggak pernah lagi..
    tapi kalu pas di rumah ya ada serial tertentu misal CSI yang saya tungguin.. dan sebagai anak kos saya sengaja nggak bawa TV..
    kalau berita lebih cepat di twitter kayaknya.. sering juga kalau pada ngobrol di kantor acara2 TV saya sering nggak tahu hehe..
    sejauh ini memang banyak nggak sempet nonton TV hehe..

  6. abi_gilang says:

    Nah kalau yang satu ini akang belum bisa ngikutin maklum rumah kecil trus pengasuh paling suka nonton sinetron (kayaknya nggak mungkin jika dilarang). Jadi biarpun nggak nonton pasti kedengeran acara tv-nya. Akang sendiri nonton tv sambil mempersiapkan diri saat hendak berangkat kerja antara jam 5 – 6 pagi (walaupun nggak konsen nontonnya).

  7. Urip Prasadja says:

    TV ? iya ya, udah berapa lama saya ga nonton ya? sudah lupa malah…😀

  8. genthuk says:

    dulu pernah tidak menonton TV, Kemudian menonton TV, kemudian tidak menonton TV, dan kini masih menonton TV. not much though. Memang lebih enak ngobrol dari pada nonton TV.

  9. Saya malah mikir, bakalan bingung jawab ini kalo udah punya anak pak. Lah wong tayangannya malah bisa ngrusak anak. #plak🙂

  10. lieshadie says:

    ada tivipun aku juga angop Pak….di jam2 abis Isya..😦

  11. Ely Meyer says:

    Saya dan suami lebih sering di depan kompi drpd di TV tapi tetap melihat TV pak walau hanya sebentar sebelum tidur, biasanya acara talkshow yg debat masalah masalah yg lagi hangat spt segala sesuatu ttg bgmn merawat orang yg sudah sepuh, debat spt ini byk di TV sini pak, bermanfaat sekali karena byk pejabat pemerintahan yg ikut debat berbaur dgn pendebat yg lainnya yg sering juga dr masyarakat awam, pengangguran, semua bercampur jadi satu mengeluarkan suaranya

    • lambangsarib says:

      Entah hanya perasaan saya aja yah, atau memang saya salah tangkap. Perdebatan di negeri ini sepertinya “debat kusir”. Karena berbicara dan berargumentasi tanfa fakta dan data.

      • Ely Meyer says:

        nah lihat langsung sih pak debat di sana, jadi belum tahu bgmn, kalau debat di sini keren pak mnrtku krn byk menteri juga ikut debat campur dgn pengangguran misalnya, saling debat gitu, terus pemirsa juga ikut menyuarakan pendptnya lewat imel dan telepon langsung dan diungkap jg, jd seringnya rame itu debatnya pak, dan byk masukan yg bisa dipetik oleh penonton TV

      • lambangsarib says:

        Samakah dengan perdebatan obama tempo hari ? tidak dipotong iklan dan tidak diarahkan ?

        Kalau seperti itu kereen banget. Disini sering dipotong iklan dan diarahkan. Seharusnya kan dibiarkan liar, biar rakyat tahu mane emas dan mana loyang.

  12. mintarsih28 says:

    masih ada tv klo habis isya gak dibuat baca ya anggoop
    klo malam habis magrib tv mati.

  13. Larasati says:

    larass belum punya TV hehe

  14. chris13jkt says:

    Wah aku salut dengan kehidupan keluarga Mas Lambang. Perlu jadi panutan nih.

  15. j4uharry says:

    Saya sebel sama tv

    Isinya gak mutu.

    #derita chenel lokal ahahah

  16. 9ethuk says:

    Hehm,.. masih berfikir keras bisa tidaknya menerapkan di rumah yang lengkap, ada saya, istri, anak, bapak ibuk. bagaimana diskusi dengan keluarga untuk memulai kebiasaan itu pak?

  17. Ilham says:

    wah udah tiga minggu ya mas? salut!😀
    salah besar kalo ada yang menganggap dapet berita hanya bisa dari televisi. sekarang kan banyak situs2 berita dan forum-forum. bahkan gak jarang ada kesaksian langsung dari netter yang kebetulan ada di TKP. malah beritanya jadi lebih eksklusif dan orisinil. karena kalo udah sampai di tv, berita suka diblow up berlebihan.

  18. izzawa says:

    sama om,,,aku udah 2 tahun jarang nonton TV karena di kosan nggak ada televisi om,,,
    krena udah terbiasa nggak nonton tivi, kalau pulang kampung pun jadi bingung mau nonton apa…
    paling yaa acara traveling aja kalau nggak OVJ hehe🙂

  19. arip says:

    Nonton tipi cuma bisa Sabtu-Minggu doang, soalnya lagi di rumah. Di kosan ga ada tipi.:mrgreen:

    Eh iya, salam kenal ya om.😀

  20. saya nonton tv kalau pas suami pakai komputer berjam-jam untuk maen game😀.

  21. televisi dan internet adalah salah dua hal yang membuat perhatian kita teralihkan dan cukup ‘menghabiskan’ waktu sehingga membuat hal-hal lain jadi terbengkalai😀

  22. Pulau Tidung says:

    Serasa seperti kembali ke abad kegelapan. Tapi, sudah hampir satu bulan ini saya tidak menonton acara televisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s