Empat Hal Yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter Anak

Saat kita berada di kantor, di pasar, di jalanan dan dimanapun  berada seringkali terdengar sebuah pertanyaan, “ini anak siapa ?”. Maka seorang ibu atau bapak bapak akan dengan  sigap mengatakan, “itu anak saya”.

Kemudian jika seseorang menimpali, “wih…., pinternya anak ini, bla… bla… bla….”. Maka spontan senyum sang ayah atau ibu itu pun mengembang. Kebanggaan sebagai orang tua tampak benar di raut wajahnya.

Sebuah pertanyaan sederhana, siapakah sebenarnya yang membentuk karakter dan perilaku anak ? Apakah ayahnya, ibunya, campuran keduanya,  pengasuhnya atau yang lainnya ?

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi terbentuknya karakter anak.

Pertama  karakter anak menirukan orang  yang paling sering berinteraksi dengannya.

Bagi orang tua yang menginginkan anaknya memiliki karakter  mirip, maka ia harus sesering mungkin berinteraksi. Bermain main dengan anak dan melakukan aktivitas sehari hari dengan  melibatkannya. Hal ini wajib  dilakukan orang tua, kapanpun dan dimanapun.

Kedua karakter anak menirukan orang  yang paling ia percaya.

Orang tua harus mampu menjadi tauladan dan dipercaya anak. Jangan sekali kali membohongi mereka. Mungkin orang tua tidak sengaja berbohong, namun memori anak merekam janji orang tuanya dengan baik.

Misalkan orang tua berkata, “ayo mandi nak, nanti bapak ajak jalan jalan”. Disaat  anak selesai mandi dan bapak tidak mengajaknya jalan jalan, maka anak mengecap orang tuanya sebagai pembohong. Kejadian itu akan diingat betul oleh anak.

Ketiga  karakter anak menirukan  orang  yang mengajarkan sesuatu padanya  untuk pertama kali.

Sebagai contoh adalah  mengajarkan anak makan dengan tangan kanan. Jika secara perlahan itu kita ajarkan, maka ia pun akan dengan sendirinya makan dengan tangan kanan.

Namun beda halnya jika anak tidak pernah diajarkan cara makan yang benar. Suatu saat jika ia melihat seseorang makan dengan tangan kiri, maka itu akan ditiru dan dianggapnya sebagai kebenaran.

Keempat karakter anak menirukan  orang  yang mengajarkan sesuatu dengan  menyenangkan (menurut anak).

Untuk itu kiranya orang tua harus mampu bertindak sebagai teman dan sahabat bagi anak anak. Jika anak merasa orang tuanya menyenangkan, maka apapun yang diperbuat orang tuanya otomatis akan ditiru.

Orang tua yang baik tentu saja akan melakukan segalanya demi anak. Termasuk pembentukan karakter tentunya. Jangan sampai kesempatan emas  orang tua dalam membentuk karakter ini  di ambil alih oleh orang lain atau pihak ketiga.

Orang ketiga itu adalah  orang lain diluar keluarga inti, Seperti kakek,  nenek, tante dan om. Bahkan orang luar keluarga  pun mampu mempengaruhi pembentukan karakter anak, seperti tetangga dan pengasuh.

Jika peran itu diambil alih orang lain, maka cepat atau lambat penyesalan itu  pasti datang.

 

Pertanyaannya, sukakah anda jika si “buah hati”  menirukan karakter orang lain ?

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, inspirasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Empat Hal Yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter Anak

  1. Ely Meyer says:

    aku belum punya anak pak, cuma bisa membayangkan pasti sedih juga kalau anak ku menirukan karakter orang lain, apalagi misalnya yg ditiru itu karakternya negatif

  2. Postingan ini banyak mengandung kebenaran yang tidak bisa dibantah.
    Kalo si buah hati mengikuti karakter orang lain, dan karakter itu cenderung menyilaukan mata (seolah-olah kelihatan baik / shiny object syndrom) itu sama dengan menciptakan bom waktu.

  3. danirachmat says:

    Setuju banget Mas kalo jangan pernah bohong sama anak. Anak akan ikut jadi pembohong nantinya. Meskipun awalnya orangtua berbohong dengan tujuan biar anaknya nurut…

  4. chikuwiw says:

    iya ya om, sayang bgt klo anak menirukan karakter org lain,apalagi pengasuhnya karena seringnya berinteraksi dngn pengasuh dibanding orang tua.miris😦

  5. Aulia says:

    nah televisi juga bisa menjadi faktor ke lima yg akan ditiru oleh anak juga berarti ya? jika orang tua kurang mengawasi si anak nonton TV🙂

  6. yisha says:

    kaka nemu hal ini dimana? buku ya?

  7. 9ethuk says:

    Terimakasih Pak infonya, saya akan berusaha sekuat tenaga supaya Ai berkarakter solehah🙂

  8. lieshadie says:

    Lingkungan juga berpengaruh pada karakter anak Pak…

    • lambangsarib says:

      Betul bahwa televisi, internet, teman, lingkungan dan banyak lagi lainnya berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Namun seharusnya orang tua yang memiliki pengaruh terbesar bukan ?

  9. tyo says:

    saya pengen nyumbang pengalaman neh, ,karakter anak yang paling baik adalah dititikberatkan pada Spiritual quotientnya, karena umumnya ortu pada nekanin masalah edukasinya. Trimz

    • lambangsarib says:

      Terimakasih, spiritualitas dan edukasi semestinya seiring sejalan. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah, pendirikan itu kewajiban orang tua. Seringkali, kewajiban itu didelegasikan ke pihak ketiga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s