Santailah Dalam Menjalani Hidup, Tetapi Serius Disaat Bermain Dengan Anak

Semenjak saya memutuskan untuk “talak” dengan tayangan televisi, hubungan kami (orang tua dengan anak) terasa lebih intim. Dari hari ke hari kualitas hubungan semakin baik. Sementara itu si  anak tampaknya lebih riang dan bahagia.

Saat kami bercengkerama, bermain dan makan  bersama,  perhatian  tidak terbelah. Hanya fokus pada si buah hati.  Sebelumnya perhatian kami selalu terbelah antara  “nonton televisi” dengan “bermain dengan anak”.

Dalam beberapa hari ini rumah terasa begitu hening, sepi, tenang dan penuh kedamaian.  Hanya  suara tawa,  tangisan dan nyanyian  anak yang sering  terdengar. Selain itu sesekali pula  terdengar lagu lagu anak dan murottal  dari CD. Sedangkan  suara berisik  televisi sudah hampir seminggu ini tak terdengar lagi.

Alhamdulillah, kedamaian itu ada dirumah ini. Ungkapan rumahku adalah syurgaku itu benar adanya sobat…..

Keheningan ini membuat banyak sekali memori didalam otak yang muncul tiba tiba. Diantaranya adalah sebuah kata kata yang pernah saya baca entah kapan. Judul buku dan pengarangnya pun sudah tidak ingat lagi. Namun kata kata itu begitu membekas di memori.

Santailah dalam menjalani hidup ini, termasuk dalam mencari nafkah.

Seriuslah ketika bermain dan bercengkerama dengan anak anda

Kata itu akan selalu saya ingat. Walaupun  tidak terlalu faham dengan makna yang terkandung didalamnya, namun saya yakin itu adalah baik.

Sahabat blogger, adakah diantaranya yang bisa memberikan sedikit pencerahan akan makna kata diatas ?

Terimakasih.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, inspirasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Santailah Dalam Menjalani Hidup, Tetapi Serius Disaat Bermain Dengan Anak

  1. danirachmat says:

    apa ya mas artinya? apa karena anak kita belajar dari kita justru ketika sedang kita ajak bermain ya? makanya kita harus serius ketika bermain dengan anak kita.

  2. JNYnita says:

    Mas, baca to kill a mockingbird deh, aku suka interaksi ortu dgn anak di sana..🙂

    • lambangsarib says:

      OK. bukunya ada di gramedia ya ? Coba nanti saya cari.

    • lambangsarib says:

      Tadi langsung ke Gramedia untuk mencari buku itu dan ketemu.

      Sebuah novel klasik, baru sekilas membaca sudah bisa langsung menyimpulkan bahwa novel itu sungguh luar biasa. Dengan setting di negara Amerika saat masih ada perbudakan.

      Semoga esok lusa bisa beli dan membacanya.

      Terimakasih banyak yah….

  3. rangtalu says:

    wah saya ga tahu juga nih
    dan pengennya lebih banyak belajar krn belum pengalaman hehehe😀

  4. Erit07 says:

    Wah gak paham jg saya. .
    Btw hbt bnget bsa jdi Anti TV haha. .

  5. lieshadie says:

    Maknanya dalam banget yaa…mungkin santailah menghadapi hidup, karena hidup itu telah di atur olehNYA.. ..
    Serius ketika bermain dengan anak,..ya di sinilah awal mula dibentuk sikap dan perilaku anak oleh kedua orang tuanya, sehingga orang tua perlu serius dalam hal ini, bukankah anak kita yg menjadi penerus kita nanti ?

    • lambangsarib says:

      Betul, bekerja santai pun InsyaAllah kebagian rejeki, Apalagi kalau kita “mencoba jujur”, maka rejeki mengantri untuk datang.

      Kita adalah produk masa lalu, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Merupakan fakta sejarah, yang harus disyukuri.

      Anak anak adalah masa depan yang harus diseriusi.

  6. miartmiaw says:

    Karena (tumbuh-kembang) anak itu priceless. Tidak ada bandingan rupiah atau mata uang apapun. Jadi daripada memperjuangkan materi yang tiada batas, lebih baik meluangkan waktu untuk anak secara all-out.

  7. Ely Meyer says:

    saya juga blom tahu makna nya pak

  8. 9ethuk says:

    Hehmm, aku masih binung mengartikan pak.
    Kalau bapaknya kerja luar kota, si anak ama bundanya, trus giamna ya?
    Kalau ortunya kerja semua, anaknya ama pengasuh atau kakek neneknya gimana juga ya?
    &*???@#%$ bingung.

    • lambangsarib says:

      Nah, itu saya juga bingung menjawabnya.

      Latar belakang saya yang “bekerja dirumah” dan istri fokus sebagai CEO keluarga, itu yang mendasari tulisan saya. Kalau kasusnya “bapak kerja luar kota” dan “ibu bekerja”, mohon maaf saya tidak bisa menjawab.

      Semoga dilain waktu saya bisa menjawab, atau paling tidak menemukan rujukan blog yang membahas hal itu.

      Terus terang saja bahwa saya bukanlah ahli parenting dan baru sebatas belajar menulis, maka hal hal semacam itu belum terfikirkan sama sekali.

      Kalau di internal keluarga besar saya (maaf yah…..), adik adik selalu saya motivasi untuk “berwirausaha” dan istri mereka mensupport di rumah masing masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s