Akibat Anak Yang Tidak Pernah Merasa Bersalah

Seorang anak sedang berlari lari kecil di taman  mengejar seekor kupu kupu. Tanpa sengaja kakinya terantuk sebuah batu dan  terjatuh. Kontan  anak menangis  karena kesakitan.

Ibunya segera menghampiri anaknya yang terduduk ditanah kesakitan. Ia pun bertanya, “jatuh ya nak… ? kenapa kamu bisa jatuh…. ?

Sang anak segera menjelaskan bahwa ia terjatuh karena kakinya terantuk sebuah batu yang berada tepat didepannya.

Demi menyenangkan si buah hati dan sekaligus membuatnya diam,  ibu tersebut mengambil sebilah ranting. Dengan ranting  itu ia memukul mukul batu sambil berkata, “batu kamu nakal yah, masak adek kamu bikin jatuh. Rasain ini bunda pukul pukul kamu  agar tidak nakal lagi”.

Si anak melihat seluruh  kejadian tadi. Ia  yang awalnya nangis  akhirnya kini bisa tersenyum. Sang ibu pun tersenyum karena anaknya kembali bermain dengan riang gembira.

Sahabat bloger, benarkah apa yang dilakukan ibu tadi ?

Menurut saya  ibu telah membuat sebuah kesalahan besar dalam pola asuhnya. Apa yang telah dilakukannya itu  membuat anak merasa selalu benar. Dalam kasus ini jelas bahwa anak terjatuh karena berlari tanpa melihat jalanan, sehingga kakinya terantuk sebuah batu. Kesalahan yang sebenarnya adalah pada anak, bukan pada batu.

Jika  dibiarkan dan hal yang sama  berulang dan berulang lagi,  maka selamanya anak tidak akan pernah bisa  merasa bersalah. Suatu saat  jika ada masalah dengan orang lain maka ia akan selalu merasa pasti benar sementara orang lain pasti salah.

Pernahkah sahabat blogger menemui tipe orang seperti ini di sekolah, di kampus, ditempat kerja atau di lingkungan masyarakat ?

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in intermezo and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Akibat Anak Yang Tidak Pernah Merasa Bersalah

  1. danirachmat says:

    Setuju banget Mas. Pola asuh macam itu memang ga bagus. Sebaiknya malah anak diajak ngobrol kenapa jatuh, apa perasaannya dan bagaimana lain kali biar ga jatuh..

  2. lieshadie says:

    tadinya aku sering begitu Pak…setelah menyadari bahwa pola pikirku itu salah…tak ada lagi menyalahkan ‘ batu’ yg membuat anak kita terjatuh…karena kurang hati – hati ato kitanya yg kurang memperhatikan gerak si kecil..

  3. Larasati says:

    terimakasih pak lambang, larass sering begitu sama ponakan jadi salah yah😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s