Bagaimana Mengajari Anak Membaca Dan Menulis ?

Harus diakui bahwa saya adalah  seorang yang  gagap menulis dan gagap membaca. Tidak perlu menyalahkan masa lalu dan fakta sejarah kenapa semua itu  terjadi. Apapun kondisinya, yang terjadi hari ini adalah yang terbaik yang direncanan Tuhan. Manusia hanya menjalani apa yang sudah ditakdirkan.

Apa yang ditulis di blog ini semata mata hanya untuk belajar, baik membaca maupun menulis.

Jadi mohon maaf yah sobat blogger, kalau seringkali “read” anda saya kotori dengan tulisan tulisan yang kadang tidak penting dan terkesan nyampah. Semua ini dilakukan semata mata untuk mengingatkan  diri sendiri akan pentingnya menulis dan membaca. Bahkan kalau toh mungkin, blog ini juga menjadi pengingat sobat lain (onliner maupun bukan) akan arti pentingnya hal tersebut.

Karena saat ini saya juga  berprofesi sebagai ayah, maka adalah sebuah kewajiban untuk mengenalkan anak menulis dan membaca sedini mungkin. Sengaja ruang kerja saya satukan dengan ruang main anak. Agar dia tahu bahwa orang tuanya setiap hari membaca dan menulis. Harapannya adalah anak mengikuti jejak langkah orang tua untuk gemar membaca dan menulis.

Berhasilkah ? Saya pun tidak tahu. Sejarah sedang ditulis,  hanya Tuhan yang tahu apa jadinya kelak di kemudian hari. Bukankah kewajiban manusia hanya berusaha ?

Pernah saya tanyakan ke rekan blogger tentang “bagaimana sebaiknya mengajari anak membaca dan menulis”.  Beberapa jawabab yang mampu dikompilasi  diantaranya adalah :

Kalo pengen anak rajin baca ortu kudu kasih contoh. Trus harus difasilitasi juga. Betul ndak pak?

whysooserious says:

betul betul. budaya membaca itu harus dimulai sejak dini. ^^

  metamocca says:

November 21, 2012 at 8:40 am

Minat baca hrs ditumbuhkan sejak kecil, mungkin bs sama-sama baca cerita-cerita dongeng.

Kalo Keke sama Dede, dari bayi udah saya kenalin sama buku. Banyak buku-buku yang sesuai tahap usia bayi.:)

izzawa says:

November 21, 2012 at 8:41 am

anak2 biasanya suka yang bukunya banyak gmbarnya om ;-)

Ely Meyer says:

November 21, 2012 at 12:44 pm

dr lingkungan dalam keluarga pak, dr dalam rumah dulu , jd ya ortu yg membiasakan sejak dini buat anaknya utk membaca :)

HALAMAN PUTIH says:

December 14, 2012 at 12:51 pm

Saya selalu membawakan buku dari perpustakaan dan sering mengajaknya main ke perpustakaan. Ini saya lakukan dalam upaya memupuk minat bacanya terhadap buku maupun media lainnya. Alhamdulilah, responnya baik dan terjadi perkembangan yang cukup lumayan dari ketika ia belum bisa baca hingga ia mampu membaca seperti sekarang ini.

Dinar Zul Akbar says:

November 28, 2012 at 3:30 am

menulis itu ibarat buang air,,

kalo makan minumnya itu adalah bacaan kita tiap hari,,

kalo sering baca maka harusnya sering nulis,, kayak halnya sering makan pasti lumayan sering juga buang airnya,,

kalo makan doang gak pake buang air,, maka itu yg dipertanyakan kesehatannya,,

lieshadie says:

November 28, 2012 at 3:42 am

Menulis memang asik ya Pak..ra ketang sakarepe dewek !!

Salut untuk ide buat kado bukunya..

Blogku pripun Pak ? # halah blog ngasal wee kok !!! :)

jarimanisindonesia says:

October 25, 2012 at 2:44 am

menulislah: tuhan menciptakan satu mulut tapi 5 jemari..so kita harus lebih banyak menulis daripada bertindak

Sobat blogger yang baik, terimakasih atas segala masukannya yah……

*****

Dua minggu yang lalu, di kamar anak saya sengaja saya taruh rak buku kecil dengan beberapa buku bacaan anak anak.

rak buku anakBerharap anak setiap hari tahu akan makna buku buku tersebut, minimal memegang buku dan melihat gambar gambarnya.

Harapannya keren yah…… Hehehe.

Tapi kira kira apa yang dilakukan anak ? @#%$#%$%^$^%$^$………………….

Jreng jreng………………………………………… hmmmm….^%&^$#%$#%$^$

Tebet-20121213-01619Jiahhh……………….. semua buku di orak arik dan dilempar lempar.

Sobat, menurut anda bagaimana ?

Eh iya….. hampir lupa. Alhamdulillah setelah dua minggu berselang, buku tidak lagi dibuang buang dan diberantakin. Namun, tetap saja tak disentuh sedikitpun.

Hehehe……….

.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

30 Responses to Bagaimana Mengajari Anak Membaca Dan Menulis ?

  1. Dikasih pancingan challenge, pak, misalnya kalo Kiky bisa menceritakan kembali isi buku tsb maka bapak akan ajak jalan-jalan. Dalam menceritakan kembali itu tidak perlu di-nilai betul atau salah. Anggap aja semuanya betul, yang penting termotivasi untuk membacanya kembali, khan mau diajak jalan-jalan🙂
    Soal reward bisa dibikin bervariasi, misalnya ice cream.
    Namun perlu dipertimbangkan bahwa ortu yg mulai lebih dulu membaca, namun jangan sampai selesai baca ceritanya, biar anak penasaran, minta Kiky melanjutkan bacanya plus kasih challenge itu tadi.

    Itu baru menamkan kebiasaan membaca. Kalo sudah tertanam, pelan-pelan diarahkan untuk membiasakan menulis. Tentunya dipikirkan juga challenge yg kreatif dan mendidik. Artinya selama belum terbiasa untuk membaca, jangan paksa anak untuk menulis. Nanti bisa mutung dua-duanya. Recovery-nya bakal lebih lama lagi.

    • lambangsarib says:

      Baik pak Iwan, itu ide yang sangat baik. Mungkin untuk beberapa tahun kedepan.

      Kiky saat ini berumur kurang dari 3 tahun pak, ngomongnya saja kadang masih sulit difahami.

      Terimakasih banyak pak.

      • Kalo Kiky masih dibawah 3th tidak perlu dipaksakan membaca, yg utama adalah upaya mendekatkan minat🙂

        Sekedar sharing tambahan:
        Waktu Nana & Sasha masih berumur 2-4 tahun, kami arahkan untuk lebih banyak membaca gambar. Maksudnya membaca buku yg isinya 95% gambar, 5% tulisan. Gambar yg tulisannya sedikit itu dibaca dg imajinasinya sendiri. Awalnya kami orangtua yg mencontohkan, selanjutnya ia ngarang kalimatnya sendiri dg imajinasi liarnya. Kami tidak memaksanya untuk bisa membaca diusia dini. Proses-nya pelan2 yg penting dia merasa fun dan nyaman.
        Hasilnya saat Sasha berumur 7 tahun sekarang ini mulai suka mengarang dan menulisnya sendiri di buku harian yg kami belikan sbg kado ultahnya. Istriku men-challange dia untuk bisa menerbitkan novel KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) di usia 10 atau 11 tahun nanti. Sekarang dipoles dulu. Intinya kebiasaan mengarang sudah ditanamkan. Setiap jalan-jalan ke Gramedia, Sasha sendiri yg memilih buku-buku KKPK yg mau dibelinya.
        Beda dg kakaknya, Nana, yg lebih serius menekuni dunia pianonya. Namun demikian dia juga rajin menulis, kelak setelah lulus SD nanti, saya akan memberi kado baginya sebuah blog sbg wadah baginya untuk berkreasi.

      • lambangsarib says:

        OK pak terimakasih sharingnya.

        Tadi saya baca bukunya ayah edi. Saya baru sadar bahwa “menumbuhkan minat baca jauh lebih penting dibanding belajar membaca”.

        Banyak orang tua seolah berlomba agar anaknya sedini mungkin bisa membaca. Ujung dari perlombaan ini adalah pamer keberhasilan orang tua.

        Mungkin orang tua akan senang jika teman teman mereka mengapresiasi tentang “kepandaian” sang anak. Padahal si anak tidak terlalu menyukainya dan cenderung stress.

    • Larasati says:

      mantap sekali tips nya pak iwan…

  2. 9ethuk says:

    Hehehe, mantabz.. kayaknya pada pinter2 nanti pak. Hehehe
    Cerita bapak, tiap anak beda2 banget, gak bisa disamaain dengan anak seusianya yang lain. Kakak dulu di sekolahkan di TK, tapi di TKnya gak diajari membaca, beda dengan TK yang lain yang sudah mulai diajarai membaca. Begitu masuk SD pada awalnya kakak agak kesiltan, tapi begitu SMP bisa jauh melejit🙂
    Ehmm, intinipun manusia itu unik🙂

  3. JNYnita says:

    Aku bs baca huruf 3 tahun…
    Trus baca asal misalnya BCA aku baca becak, TEMPO aku baca bapak.. hahaha…
    Pas masuk TK aku mogok gak mau belajar baca krn di TK cuma main, nyanyi, dan gambar…
    Tp pas masuh TK B pas liburan,diajarin lagi dan pas masuk sekolah udah lancar 🙂

    • lambangsarib says:

      Anakku bisanya “a for an apple” itu thok….. lainnya gak bisa. Hahaha…..

      Coba diingat ingat bu dokter, lalu berbagi deh di blog. Siapa tahu itu menginspirasi blogger yang lain, dan menjadikan salah satu dari mereka seorang dokter.

  4. metamocca says:

    ahahahaha…. persis sama kaya yang dilakukan Dede. buku-buku di rak saya di acak-acak. mungkin kepingin tahu apa yang terjadi sama bukunya kalau dia acak – acak. kaya kalo dia ngisengin kucing, kan kucingnya marah. hmmm…sedang bereksperimen mereka, Om.

  5. lieshadie says:

    Wajar Pak anak kecil…pertamanya memang mengacak – acak..itu juga sebuah proses belajar, tapi percayalah lama lama pasti tertarik, apalagi jika Bapak dan Ibunya menemani dia belajar membaca, dan bercerita

  6. Wong Cilik says:

    anak-anak umumnya begitu ya, bukunya di sebarin, terus kadang disobek2 juga …
    ikut nyimak diskusinya …😀

  7. Ely Meyer says:

    aku ikut nyimak dulu pak

  8. Erit07 says:

    Lma kelamaan pasti berhasil cra yg di terapkan mas. .

  9. Larasati says:

    mungkin pelan2 yah pak lambang, klu ponakan larass biasanya umur dibawah 5 thn seringnya buku2 yg bergambar warna warni….

    • lambangsarib says:

      Betul. Saya pernah baca bahwa di negara maju anak anak berumur 7 tahun (kelas 1 SD) baru diajari membaca. Disini orang tua berlomba dengan obyek anak, agar sesegera mungkin bisa membaca.

      Lebih penting gemar membaca dibanding bisa membaca bukan ?

  10. Mungkin harus dibelikan buku yang sesuai umurnya pak, trus harus yang banyak gambar2nya yang penuh warna warni. Kalau di Jerman sih banyak sekali buku anak2 yang sesuai umurnya. Ada pula yang hanya gambar saja jadi bisa memancing anak untuk bercerita lewat gambar2 di buku tsb.

  11. Titik Asa says:

    Saya pikir dengan meluangkan waktu bersama anak, ambil buku yang menarik, lalu baca buku bersama deh. Selain tentu saja kita sendiri mesti menunjukan prilaku bahwa kita suka membaca.
    Mungkin demikian, sesuai yg saya alami waktu anak-anak saya masih kecil.
    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s