Jika Harus Memberikan Minum Pada Balita Sebanyak Mungkin

Pernah suatu ketika anakku sakit demam. Suhu tubuhnya naik hingga  mencapai angka 38 derajat celcius. Kata dokter Melanie, sakitnya tidak terlalu serius. “Cukup dikasih tempra dan banyak minum saja, InsyaAllah akan sembuh dalam 2-3 hari”, begitu kata sang dokter.

Kami pun dibuat tenang oleh kata sang dokter. Kataa katanya bak  fatwa  orang suci yang menyejukkan dan menenteramkan.

Saya ikuti saja anjuran dokter untuk meminumkan sesendok teh tempra jika suhu tubuhnya mencapi 37,5 derajat celsius.

Syukurlah anakku termasuk dalam kategori  gampang minum obat. “Nduk mimik obat warna merah nduk”, begitu istriku biasa lakukan untun membujuknya minum obat. Segera ia membuka mulut dan meminumnya.

Yang agak menjadi masalah adalah anjuran dokter untuk sebanyak mungkin  minum. Saya pun bingung dan terus putar otak mencari jawaban bagaimana caranya.

Alhamdulillah, ternyata aktifitas blog walking itu banyak  manfaat dan  banyak ilmu dari sahabat blogger. Saya pun menuju ke blog  dokter Nita untuk mencari artikel yang pernah saya baca. Walaupun isi tulisan itu masih terekam dengan baik di otak, namun  ingin sekali menemukan tulisan  aslinya.

Sayang artikel inspiratif itu tidak  ditemukan.  Namun demikian apresiasi dan ucapan terimakasih harus tetap disampaikan.

Mau tahu caranya ?

Sebelumnya disiapkan paling tidak 3 jenis minuman yang berbeda, digunakan sebagai pilihan. Air mineral (selanjutnya disebut air putih), air teh, air susu, gelas dan sedotan pun mesti disiapkan.

Sambil mengusap kepalanya, saya tanya “Nduk, mau mimik putih atau mimik susu ?”. Biasanya dia akan berfikir beberapa detik sebelum menjawab, “mimik putih pak, mimik putih”.

Begitu disebut sesuatu, langsung ambil minuman yang dimaksud dan bersegeralah mengasupkannya. Setelah minum beberapa teguk, ajak dia berbicara dan berinteraksi hingga dia terlupa kalau habis minum.

Beberapa saat kemudian setelah dia  lupa, coba tanya lagi, “mau mimik pakai sedotan atau mimik pakai gelasnya  ibuk ?”. Tentu saja ia akan berfikir lagi  dalam beberapa detik. Kemudian  menjawab, “mimik pakai sedotan pak, mimik pakai sedotan…”.

Nah, sedotan yang sudah kita siapkan sebelumnya langsung dimasukkan kedalam gelas atau minuman dalam botol. Lalu sodorkan untuk diminumnya.

Lakukan itu berulang kali dengan bermacam varian tentunya. Sampai  asupan cairan yang masuk ke tubuhnya dirasa cukup.

Nah………

Setelah ia  kebanyakan minum atau “plempogen”, biasanya dia akan berontak. Saat ditanya, “Nduk, mau mimik pakai sendok atau sedotan ?”.  Biasanya dia akan menangis dan mengatakan, “nggak mau…… !!!!!”.

Sebagai orang tua kita  harus faham akan makna yang tersirat dalam setiap tangisnya. Dalam hal ini tangisannya adalah tangisan menolak minum karena “kembung” atau kebanyakan minum.

Tidak masalah dia menangis, karena memang itu yang baru ia bisa. Yang pasti bahwa target kita memberi asupan minum yang cukup terpenuhi.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Jika Harus Memberikan Minum Pada Balita Sebanyak Mungkin

  1. ~Ra says:

    Nek karo bapakku mbiyen aku dicangar.😀

  2. utie89 says:

    Waaah.. Om iki sabar tenan yo ngemok anak.

    Perlu banyak belajar dari om nih, buat persiapan, hehe..

    Tp mau tanya om, ade q, umur 4 dan 6 tahun, susaaaaahhh banget kalau disuruh makan, makanya jadi kurus krempeng kurang gizi, maen mulu kerjaannya, disuruh pulang ngga mau, disuruh belajar/ngaji ngga mau, pokoknya sehari2 kerjaannya ngayap mulu.

    Gmn ya om solusinya?? Udah susah buat sabarnya, padahal baru ade, gmn anak sendiri..😦

  3. metamocca says:

    kalo keke paling suka air putih, Om. jadi kalo urusan minum banyak, Keke ga usah disuru lagi.
    hehehe…
    tapi emang cara itu bagus banget, Om. kasih option padahal sih sebenernya ga ada option.
    :p

  4. Larasati says:

    ponakan kalau panas juga pasti dibanyakin minum air putih pak, biasanya nyiapin air mineral…kudu telaten yah ngurus anak yg sakit, semoga cepat sembuh yah pak buat si kecil nya🙂

  5. 'Ne says:

    Semoga sikecil cepet sembuh pak..

  6. JNYnita says:

    emangnya aku pernah post apa ya ttg minum?? #lupa.. clue mas, ntar aku cariin…

  7. Ayahnieda says:

    Begitulah ya pak kalo anak kita sakit bikin kita tidak tenang dn khawatir meski hanya sakit inga, seandainya bisa mending pindahin aja penyakitnya ke kita ya🙂 Salam kenal kun jungan perdana

    • lambangsarib says:

      salam kenal. Semua orang tua menginginkan “transfer penyakit”, kalau bisa.

      Jadi ingat kakek dulu pernah berujar, “kalau terjadi apa apa, biarlah saya yang sudah tua yang menanggung. Jangan sampai terjadi pada anak atau cucu”.

  8. Yudi says:

    Merawat balita memang harus telaten, ya Pak.
    Terima Kasih sudah berbagi pengalamnnya, Pak. Bisa jadi modal di masa depan, nih.😎

  9. Dyah Sujiati says:

    “plempogen”, –> Hahahaha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s