Mengajarkan Cara Makan Yang Benar Pada Anak Itu Perlu

Pernah lihat anak anak makan sambil jalan jalan ? Saya sendiri hampir setiap hari melihat anak anak makan di jalanan, bahkan ada yang makan sambil jalan. Bagaimana menurut anda ?

Memang tidak mungkin untuk menyalahkan sebuah kebiasaan, namun  melihat cara mereka makan  kok sepertinya kurang nyaman. Maaf yah…., paling tidak itu pendapat pribadi. Hehehe…..

Sebuah kebiasaan akan  cara makan yang benar   sebenarnya diawali dari buaian. Disaat untuk pertama kali seorang anak untuk belajar makan.

Sering ditemui orang tua mengeluh tentang  anaknya yang susah makan. Bahkan banyak yang  merasa “hilang akal” menghadapinya.  Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengajak jalan jalan dan berharap anak mau  disuapi.

Cara seperti itu  sah sah saja, namun apakah tidak lebih baik  jika anak dibiasakan untuk makan dimeja makan ? Jangan sampai niat baik orang tua agar anak mau makan dimaknai berbeda. Anak berpendapat bahwa  “makan itu ya sambil jalan jalan”.

Ingat loh, bahwa anak  itu cara berfikirnya simpel, apa yang diajarkan atau dicontohkan orang disekelilingnya adalah yang benar.

mengajarkan cara makan yang baik dan benar pada anak semenjak dini.

Perlu mengajarkan cara makan yang baik dan benar pada anak semenjak dini

Mengajarkan anak pada  cara  makan  perlu diperkenalkan sedini mungkin. Memberikan contoh dan menjelaskannya pada anak sangat penting. Jangan sampai kesalahan itu dibiarkan dan dimaknai mereka sebagai sebuah kebenaran.

Sebagai orang tua, yuk kita berinstropeksi tentang bagaimana  cara kita makan. Apakah kebiasaan  kita makan dengan duduk atau bahkan sambil berjalan ?

Anak adalah peniru ulung, apapun yang kita lakukan pasti akan ditirunya.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

42 Responses to Mengajarkan Cara Makan Yang Benar Pada Anak Itu Perlu

  1. Wong Cilik says:

    kalau pas jalan-jalan di pasar malam, saya kadang nyemil sambil jalan pak, karena disini sudah umum, apalagi kalau jalannya ramai2, bisa sambil bertukar makanan … 😀

  2. utie89 says:

    Betul om.
    kalau dirumahku, diajarin makan/minum itu lenggah (duduk), pakai tangan kanan, dan baca bismillah.
    Jadi kalau misalnya mau nyuapin makan ade2 ku, trus mereka lupa baca bismillah, biar tuh mulut udah mangap, aq tahan dulu makanannya. Dan tanpa diingetin lagi, mereka pun sadar dan baca bismillah, baru dech aq suapin makanannya.

    Terbiasa begitu di rumah bikin aq agak-agak gimanaaaa gitu kalau ngeliat anak orang makan pakai tangan kiri. Dalam hati “emang ngga diajarin ya sama emaknya?”, terutama sih yang muslim ya…

    Tapi yaaa.. budaya tiap keluarga memang beda, tapi itu kan dicontohkan Rosul ya Om, harusnya kita ikut mencontoh, bukan begitu??

    hehe..

    • lambangsarib says:

      Sangat setuju dengan Utie89.

      Yang disunahkan nabi itu benar dan harus dibiasakan untuk menjadi tauladan anak anak.

      Istriku “perfecto” dalam hal seperti ini, sementara saya “slenge’an”. Kadang istri marah jika saya makan “kecap”. Kemarahannya itu sangat beralasan, demi memberi contoh yang terbaik buat anak.

      Dan saya juga heran jika melihat ada orang bisa makan sambil jalan dan teriak teriak. Namun manusia tak berhak menghakimi walau tidak sependapat bukan ?

      • utie89 says:

        Betul, itu semua kembali pada pribadi masing-masing, tidak usah menghakimi, tapi tidak perlu ditiru pula.

        Om beruntung mendapatkan pendamping sekaligus ibu bagi anak-anaknya yang luar biasa taat. Pengen juga punya imam yang bisa membimbing aq lurus ke jalan-Nya dan bertemu kembali kelak di syurga.. hihi.. aamiin aamiin aamiin.. 8->

        ________________________________

      • lambangsarib says:

        Haha…. bercita citalah memiliki anak yang terbaik, jauh sebelum anak lahir. Yaitu memastikan bahwa kelak bersuamikan seeorang yang dipilih Tuhan.

      • ndin says:

        “kecap” itu yg makan bersuara itu kan? saya juga suka geli sendiri kalo ada orang makan sambil kecap😀

      • lambangsarib says:

        Betul, lucu yah……

      • ndin says:

        geli maksud saya, “geli” di kuping pak, apalagi sampai piring dan sendoknya pd perang bunyi tangtingtungtengtong,😆 kalo disini dibilangnya “saru”

        kata lagu anak2 …” …kalau makan jangan bersuara, ayo makan bersama”😀

      • lambangsarib says:

        Biar gak bersuara “muluk saja”. Haha…..

      • ndin says:

        haha iya irit ga usah beli sendok😀

  3. Setuju sekali, Pak Lambang.

    Sekedar berbagi kisah waktu saya berada di Osaka, Japan, dalam perjalanan menuju kantor, saya perhatikan ada beberapa warung makan stand-up, ada meja tinggi, tapi gak ada kursi, biasanya buat mereka yang sedang terburu-buru berangkat ngantor. Di sana memang terkenal dg budaya serba cepat, budaya makanpun juga ikut menyesuaikan.

    • lambangsarib says:

      Terimakasih informasinya budaya makan stand up pak. Saya sendiri lebih enak kalau makan di kursi atau duduk bersila.

    • utie89 says:

      Jangankan nun jauh disana Pak, di Indonesia aja banyak kok standing party gitu, mengadopsi budaya asing yang tidak sesuai tuntunan -__-” Aq juga pernah mengalami kondisi seperti itu, waktu kantor ada acara award. Jadi serba salah, untung ada kursi nganggur, jadi aq duduk aja disitu, “gerah” liat para “orang penting” yang rata2 muslim itu makan makanan berat sambil berdiri.😦

      *ikut nimbrung* hehe😛

      ________________________________

      • lambangsarib says:

        Wah… kajiannya mendalam nih. Sayang saya gak paham tentang ilmu agama, apalagi dalil dalilnya.

        Bagi agama kita, budaya kita. Bagi mereka, agama mereka dan budaya mereka. Saling memahami dan toleransi adalah esensi agama dan kehidupan. Bukankah demikian ?

      • utie89 says:

        betul, tapi toleransi harusnya ngga mengubah citra diri. aq juga sih masih banyak belajar om, hehe.. belajar untuk tidak terpengaruh dengan budaya yang bertentangan dengan agamaku. semua butuh proses kaan.. :d

        ________________________________

      • lambangsarib says:

        Betul, semua butuh proses.

      • Biasanya standing party yg terpaksa di-adopsi itu karena alasan agar bisa menampung lebih banyak orang dg space ruang yg terbatas, sehingga meniadakan meja & kursi makan.
        Tapi bagaimanapun juga kalo tidak sesuai dg tuntunan ya sebaiknya memang harus ditinggalkan, bukannya malah ikut2an, apalagi yg ngajakin boss-nya. Saya setuju dg mbak Utie.

      • lambangsarib says:

        Betul pak Iwan dan mbak Utie, saya juga setuju.

        Sungguh aneh orang Indonesia yang maunya kebarat baratan.

      • Larasati says:

        kalau di acara kawinan gimana pak?? sring kan yah standing party hehe

      • lambangsarib says:

        Saya selalu cari kursi. kalau tidak nemu saya anggap “darurat”. Hehehe…… menurutmu ?

      • Larasati says:

        sama, haha kadang malah duduk di tanjakan atau di pinggiran2 gitu hehe

  4. Ely Meyer says:

    mnrt saya mas, makan ya hrs di meja makan, yg sering sy lihat dulu para pembantu tetangga, memberi makan anak majikannya sambil jalan jalan sampai juga ke dalam ruangan tamu saya memberi makannya, ini apa malah ndak keliru ya ?

  5. sepakat bro… hal2 baik memang perlu dibiasakan sejak dini… klo nunggu nanti, malahan bisa jadi nanti2, dan akhirnya anak sudah memiliki kebiasaan sendiri😀

  6. Larasati says:

    kalau mengajarkan anak makan sambil duduk di meja makan mgkg butuh kesabaran dan timing yg pas yah pak, larass sering kok nyuapin sambil ngajak anak2 jalan2 yang biasanya dilakukan di pagi hari setidaknya sambil ngajak berjemur dan melihat2 sawah yg kebetulan dekat dari rumah, larass malah membiarkan si anak2 utk mengambil sesuatu saat sambil disuapin itu tp itu jaman mreka usia masih di bawah 5 thn klu sekarang sudah pada makan di dalam rumah wlu blum sepenuhnya di meja makan tp sambil nonton tipi pak hehe

  7. ahmad fauzi says:

    karena hasil terburu2 minum sambil berdiri, celoteh dida…”bi minum ko sambil berdiri”
    plakss kayak ditampar…
    si istri cuman nyengir…

  8. Setuju pak. Mungkin bagi saya sebagai calon bapak persiapan seperti ini, harus dimulai dari jauh-jauh hari ya pak.🙂

  9. violetcactus says:

    betul semua Pak..
    selain lebih dekat ke apa yang telah dicontohkan Rasulullah, makan dengan berdiri atau jalan-jalan itu membuat organ2 pencernaan lebih cepat aus.
    kalo di acara yang pakai konsep standing party gitu, saya biasanya nyari tempat yang agak lowong, biar bisa duduk…

  10. benar mas sarib .. cara makan dan pola makan.. selain itu toilet training dan “ngajak ngomong” saat masih balita .. soal ngajak ngomong sih semua orang tua sudah pasti😀 .. tapi saya masukin juga karena ada kasus yang dosen saya lihat wanita bisu padahal tidak ada kelainan pada organ dimulutnya,ternyata karena saat masih kecil ortu selalu sibuk dan diasuh oleh pembantu bisu ..

    mas sarib selalu posting setiap hari, saya jadi ngiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s