Perceraian Itu Sangat Kejam, Terlebih Buat Anak

Pagi ini seorang teman sekolah tiba tiba telepon. Hm…. ternyata sudah 18 tahun lamanya saya tak pernah  berjumpa.  Walaupun masih sering berhubungan  dengan GK  lewat SMS dan  facebook, sepertinya telpon kali ini berbeda.

Setelah sedikit ngobrol kesana kemari tentang masa masa sekolah  dulu, GK  pun membuka pembicaraan.

GK : mbang, aku dapat kabar kalau anakku bandel banget  disana (dia sebut sebuah kota di Pulau Sumatera). Tidak mau sekolah, ngrokoknya kuat dan sering tidak pulang kerumah.

Saya : Hahaha…. ya iyalah, kan bapaknya dulu juga seperti itu. Nah tuh, kamu juga rokok kan ? Kita dulu sering mbolos bareng  kan ? Sama persis deh kayaknya.

GK : Asem kowe mbang. Enake dibawa ke Jakarta apa ya ?

Saya : Menurutku sih jangan, ….  biarkan dia disana sama ibunya. Akan lebih baik dibanding disini gak jelas ikut siapa.

Eh iya, belum diceritakan yah. Bahwa  GK itu saat ini sudah bercerai dengan istrinya. Cinta mereka dirajut semenjak sekolah dan  berbuah 2 orang anak lelaki.

Sayang,  rumah tangga mereka berantakan. Gara gara nya cukup sepele “facebook”.  GK dan istri  keduanya pecandu facebook,  keduanya asyik dengan dunia mereka masing masing.  Akhirnya  mereka berdua sepakat untuk berpisah. Cerita perceraiannya segitu saja yah…. soalnya saya juga tidak tahu banyak.

Ada dua hal yang sangat “complicated” jika perceraian terjadi. Pertama adalah masalah  harta gono gini dan yang kedua adalah masalah anak. Eh…. kita bicara masalah anak saja yah, masalah gono gini kok kayaknya gak pantes ditulis.

Kembali ke kasus GK. Anak anak  mereka saat ini tidak terurus, ikut kakeknya yang renta. Sang istri beranggapan bahwa anak adalah tanggungjawab suami. Termasuk dalam mendidik dan dan membiayai seluruh kebutuhannya. Sementara suami berprinsip bahwa istrilah yang harus mendidik. Karena ia yang mengandung, melahirkan dan mengasuhnya.

Facebook ternyata meracuni pasutri ini. Masalah keluarga tak bisa diselesaikan karena  “ego” mereka masing masing.  Yang ada hanyalah  pertengkaran dan pertengkaran. Setiap hari dilalui dengan pertengkaran tak berujung. Bahkan masalah sepele pun bisa berubah menjadi persoalan besar.

Rumah, yang seharusnya dimaknai sebagai “syurga” kini berubah menjadi “neraka”. Anak  yang membutuhkan kasih sayang dan  kedamaian syurga malah mendapat kejamnya  neraka.

Untuk mendapatkan syurga yang diidamkan, mereka pun “lari dari rumah”. Mereka mencari dan  berharap menemukan syurga syurga lain  “dijalanan”.

Merokok, bolos sekolah dan seabrek kebandelan yang lain adalah sarana pelarian untuk mencari syurga itu.  Mereka lakukan itu karena beranggapan itulah syurga yang dicari. Seharusnya orang tualah yang menunjukkan apa dan dimana syurga itu berada.

Kejamnya perceraian akan dipikul sepenuhnya oleh anak. Sementara orang tau lari entah kemana. Oh…. kasihan kamu nak.

 

 

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

50 Responses to Perceraian Itu Sangat Kejam, Terlebih Buat Anak

  1. ~Ra says:

    Sedih ya..
    Makanya aku nggak ngelike postingan ini.

    Ternyata fb bisa jadi racun ya? Kalau kecanduan apa terus nggak kerja, sehari-hari main fb terus kok bisa sampai pisah gitu?

  2. metamocca says:

    😥
    😥
    😥

  3. uni says:

    saya mengalaminya, tapi tanpa anak, dan tanpa ribut harta,🙂
    bukan hal yang baik memang, tapi dia dengan pikiran g sangat sempit, memutuskan pisah. dia menyerah. saya karena sudah terlalu sakit hati, akhirnya tak peduli lagi. alhamdulillah, kehidupan saya makin baik setelah bencana itu ^_^

    • lambangsarib says:

      Seharusnya tidak menyerah yah….

      Alhamdulillah, saya ikut merasakan sekarang kehidupan semakin membaik.

      Maaf, bukan hendak membuka luka lama. Namun perceraian itu begitu menyakitkan yah ?

  4. uni says:

    mungkin untuk ukuran seorang wanita, saya sangat mandiri, jadi untuk apa berusaha menyelamatkan seseorang yang ingin menenggelamkan dirinya sendiri🙂

  5. Larasati says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhh….*maaf pak lambang komentnya MARAH karena hal ini hampir saja menimpa diriku* hehehehe no comment yah pak😀

  6. Larasati says:

    terkadang larass heran dengan keputusan org2 yg kawen cerai itu, lingkunganku banyak begitu dan itu membuat aku merasa terikat oleh sebuah keputusan dan kenyataan yg akan terjadi kelak😀

  7. genthuk says:

    Itu adalah kondisi rumah tangga kita sekarang ini. Ketika suami hanya beralasan cinta semata ketika menikah, setelah menikah, ia akan diuji oleh cinta-cinta yang lain. begitu juga dengan Istri. Aku juga berpikir, bila nanti ujian seperti ini menimpaku, apakah aku juga akan terlena? Semoga Allah membimbing kita semua menuju langkah hidup yang diridhai-Nya

  8. mintarsih28 says:

    perceraian itu memilukan, salah satunya membentuk kepribadian pecah pada anak. apalagi pemahaman atas cerai yang tidak benar. waduh sangat menyedihkan ya gara-gara FB rumah tanggak dikorbankan. Dulu saya sebelum kenal FB sering baca artikel serem-serem ttg FB, maka aku buat akun . jadi heran kok bisa ya…bikin candu perasaan biasa-biasa saja

    • lambangsarib says:

      Yang kecanduan fb itu biasanya yang tidak pernah buka PC dan pemahaman ttg internet terlalu sempit.

      Kalau mainannya email dan media lain sebelum ada fb tentunya tidak terlalu menarik. Jarang sekali blogger “kecanduan” fb yah ?

  9. narno3 says:

    makanya jangan sekali kali suami katakan cerai pada istrinya atau sebagai istri jangan minta dicerai, tu kan tau akibatnya…

  10. JNYnita says:

    FB… FB… Dunia maya itu penuh tipu daya…

    Btw Mas, tulisan ini enak lho, dpt banget fokusnya…

    • lambangsarib says:

      iya, saya hampir 2 bulan ini merasakan kenikmatan menulis.

      Makanya selalu membaca dan mengomentari seluruh tulisan sahabat blogger. Setelah membaca biasanya terus punya ide menulis.

  11. Dyah Sujiati says:

    Sebabnya sederhana tapi efeknya luar biasa.
    Sedih

    tapiiii, saya dan keponakan (lagi di warnet soalnya) ngakak lihat gambarnya, ahahahaha *OOT

  12. Wong Cilik says:

    “berawal dari FB baruku, kau datang dengancara tiba-tiba “, eh, kalau ini mah lagu ya pk …😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s