Samakah Mimpi Anak Anak Kita Dengan Mimpi Si Pengemis Kecil Itu ?

Jalan matraman raya ke arah salemba cukup lengang. Hanya ada beberapa kendaraan lalu lalang. Wajar saja, karena memang malam sudah semakin larut. Ku pacu sepeda motor kharisma warna biru hingga kecepatan 60 km/jam. wus….. wus…..

Traffic light  perempatan jalan salemba dan jalan pramuka baru saja berubah warna,  dari lampu warna hijau ke lampu warna  merah. Itu tandanya  seluruh kendaraan harus berhenti hingga lampu warna  hijau menyala lagi.

Pergantian lampu merah diperempatan ini cukup lama, yaitu 120 detik. Sambil menunggu pergantian lampu aku keluarkan HP dari saku celana.  Dari alat itu aku tahu bahwa malam ini telah menunjukkan pukul 9 malam.

Segera aku telpon istri untuk mengetahui sedang apakah gerangan putri kecilku. Dari penuturannya saya tahu bahwa Kiki sedang menunggu dirumah. Saat ini dia sedang melihat film “shaun the sheep” bersama tantenya.

Belum selesai berbicara di HP, tiba tiba dari samping kiri terasa ada yang menarik bajuku. Aku lihat, ternyata ada seorang anak kecil  lusuh sedang meminta minta.

Pengemis : om, minta duit om….
Saya : memang buat apa duit  ?

Pengemis : buat makan om….
Saya : lha ibumu ada mana ?

Pengemis : dirumah om, sakit.

Saya : bapakmu ?
Pengemis : nggak ada om….

Saya : Kamu sekolah tidak ? kelas berapa ?
Pengemis : sekolah om, kelas dua SD.

Pembicaraan terhenti sampai disitu, karena lampu warna  merah telah berganti lampu warna  hijau. Mobil di belakangku membunyikan klakson berkali kali tak beraturan, mungkin pengendara mobil itu sedang marah karena ulahku.

Akupun bergeras memacu sepeda motor kearah salemba sesuai dengan tujuan semula. Diatas sepeda motor, anganku menerawang ke pengemis kecil itu.

Pengemis kecil itu berkelahi dengan waktu,
Disaat anak anak kita menghabiskannya didepan  televisi.
Pengemis kecil itu berusaha memecahkan karang kehidupan untuk sesuap nasi,
Disaat anak anak kita menyantap spageti.
Pengemis kecil itu bermain di jalanan dikeheningan malam.
Disaat anak anak kita menghabiskan malam di peraduan.

Sahabat, samakah mimpi anak anak kita dengan mimpi si pengemis kecil itu ?

 

.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta and tagged , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Samakah Mimpi Anak Anak Kita Dengan Mimpi Si Pengemis Kecil Itu ?

  1. Larasati says:

    tidak ada anak yg ingin dilahirkan untuk menjadi pengemis, dulu kerjaanku pas di lapangan suka ngobrol2 sama anak jalanan dan pengemis, banyak kok mereka yg iri dengan anak2 yg bisa sekolah dan makan enak tapi itulah kehidupan mereka, keadaan orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjadi pengemis….tapi mereka hanya anak2 yg dengan sjuta mimpinya yg sangat tipis tidak bisa terwujud….miris sekali saat itu pas mendengar cerita anak2 jalanan itu…huaaa jadi ingat yg di taman matahari, anaknya cakep dan manis tapi … hiksss

  2. Larasati says:

    dulu jaman jaya2nya multiply, sering larass cerita soal anak jalanan dan ada loh beberapa foto2 larass yg bersama mereka

  3. Jalan matraman raya ke arah salemba .. pengemis kecilnya perempuan kah pak Lambang? dulu setiap saya pulang kerja sellau naik M01 arah senen, pengemis kecil selalu ada tiap hari, bbrp kali saya kasih biskuit kalau dia minta2. Saya perhatikan ibunya mengawasi dari jauh sambil mengendong bayi.

    • lambangsarib says:

      Laki laki, saya jarang perhatikan secara seksama.

      Ok deh mbak….. saya janji untuk mencoba menulis tentang anak anak pengemis yah ?

      Eh tapi…. tolong dikritik tulisannya yah ? Kualitasnya acak adut niiih.

  4. ronal says:

    anak jalanan sungguh memprihatinkan…namun terkadang tatkala kita ringan tangan memberi, bukannya mengurangi jumlah mereka,tapi malah jd tambah banyak….kalo gak dikin lebihkasih kasian ntar mereka makannya gimana?
    well….follow suara hati aja deh😀
    mimpi mereka pasti sama bahkan mungkin lebih besar dr pd anak anak kita

  5. SanG BaYAnG says:

    Wah..wah.., bagaimana si Om nih..
    Pengemis minta duit kq di kasih pertanyaan.. 🙂

  6. yisha says:

    kapan kaka kan menjemputnya? memenuhi mimpinya………??? 😕

  7. metamocca says:

    Sedih ya liatnya.

    Kalo lewat lampu merah Fatmawati, hati saya ngilu liat anak2 masih kecil gendong2 adiknya yang masih bayi. Padahal dari jauh saya perhatikan ibunya enak-enak duduk di warung sambil ngerokok.

    Errrr!!!

  8. Taruhan Bola says:

    Saat ini anak jalanan memang semakin banyak. Hampir di setiap lampu merah kita akan menemui anak-anak jalanan yang meminta sedekah. Tetapi terkadang terlintas dipikiranku juga, apakah anak-anak tersebut ada yang menggerakkan hanya sekedar untuk mencari keuntungan?

  9. bensdoing says:

    mmpi2 anak jlnan sdh trgadaikan oleh wktu…

  10. mintarsih28 says:

    mimpinya kukira sama buktinya ia masih sekolah hanya saja kenyataan yang membedakan.

  11. Dyah Sujiati says:

    Hmph #nafas panjang
    Mereka juga sebenarnya anak-anak yang punya mimpi, tapi karena pergaulan mereka tidak ada yang mengarahkan mimpi itu akhirnya mereka statis dengan kondisinya😦
    PR kita semua Pak.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s