Apakah Interaksi Selama Liburan Di Kampung Berpengaruh Pada Pembentukan Karakter ?

Foto diatas adalah  dua orang berbeda generasi yang mewarnai  gerak langkah dalam kehidupanku. Yang pertama di kiri adalah bapak dan yang dikanan adalah cucunya. Sebuah foto momen menarik ini diambil saat liburan hari raya Idul Fitri disaat  Kiky berumur 1,5 tahun.

Foto memperlihatkan sebuah interaksi intens penuh kasih sayang  antara kakek dan cucunya. Kenapa foto ini harus di unggah ?

Coba cermati sang kakek, di tangan kirinya memegang sebungkus rokok filter. Mau tahu ceriteranya ?

Awalnya Kiky duduk di pangkuan embahnya sambil bernyanyi cicak cicak di dinding. Selang beberapa saat om nya datang dan meletakkan sebungkus rokok filter diatas meja. Melihat hal itu kiky langsung  turun dari pangkuan kakek, berjalan mengitari meja, mengambil sebungkus rokok diatasnya dan mengeluarkan sebatang rokok dari dalamnya.

Melihat hal itu, embah pun beraksi. Dengan bahasa anak dicampur bahasa tubuh embah meminta sebatang rokok tersebut dari tangan Kiky.  Sementara  saya mengambil foto momen ini, si om hanya mengamati dan duduk diam disampingku. Sambil menikmati “kelezatan rokok” tersebut tentunya.

Saya sendiri tidak merokok, begitupun dengan embah. Akan tetapi semua om yang berlebaran di kampung halaman adalah perokok perokok berat. Setiap tahun kejadian ini tentu saja  berulang dan akan berulang terus  hingga Kiky besar nanti.

Sahabat blogger, kira kira kejadian ini berpengaruh pada pembentukan karakter anak atau  tidak yah ?

Saya sama sekali tidak tahu jawabannya, karena sejarah sedang berjalan dan sedang dicatat.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Apakah Interaksi Selama Liburan Di Kampung Berpengaruh Pada Pembentukan Karakter ?

  1. Ely Meyer says:

    saya juga belum tahu mas, jadi ikut nyimak dulu🙂

  2. Wong Cilik says:

    Jadi ingat, waktu kecil dulu saya suka minta sigaret ke simbah, habis rasa kertasnya manis gitu. waktu kuliah pernah merokok juga, tapi mungkin karena nggak bakat merokok, jadinya terus berhenti gitu …😀

  3. JNYnita says:

    Ngaruhnya apa ya???
    Dulu mbah kung, papa & omku pada ngerokok disekitarku, biasa aja sih, tapi setelah mereka berhenti merokok, otomatis jarang menghirup asap rokok & kalau ada yg ngerokok walau gak kecium baunya bisa bikin pusing atau batuk-batuk.
    Yang paling menyiksa pas aku di ternate-tidore, di acara formal pun gak bolos ngerokoknya, untung bawa obat alergi saat itu.. #curcol

    • lambangsarib says:

      Mungkin karena JNYnita wanita, pengaruh kakek, papa dan om tidak terlalu besar. Mungkin jika lelaki, akan berbeda.

      Apakah alergi itu disebabkan interaksi dengan perokok diusia balita ?

  4. Saya masih belum mudeng dengan kalimat ini:

    Setiap tahun kejadian ini tentu saja berulang dan akan berulang terus hingga Kiky besar nanti.

    Berulang setiap tahun, mas?

    • lambangsarib says:

      Dalam setahun paling tidak dua kali saya, istri dan anak mudik bersilaturahim dengan orang tua dan saudara saudara. Mereka semua perokok berat.

      Artinya interaksi intensif anak saya dengan perokok akan berulang paling tidak dua kali dalam satu tahun.

  5. genthuk says:

    Orang merokok biasaya karena memang permasalahan emosional, kedekatan emosional dengan perokok, melihat bahwa merokok itu keren, dsb. Mengapa banyak orang merokok, karena emosionalnya yang berkata bukan logika…. Kalau logika sudah jelas, merokok menimbulkan penyakit…….

  6. metamocca says:

    Kayaknya ga Om. Saya dan adik saya juga hidup di lingkungan perokok berat. Tapi untungnya saya tidak ikut-ikutan karena alasan keluarga.
    Justru saya jadi perokok karena ikut-ikut teman.😀

    Ohh iya. Tadi pagi saya dapet informasi ttg bahan2 berbahaya terhadap si kecil. Dan ternyata puntung rokok adalah salah satunya. Keingintahuan si kecil terhadap rasa rokok itu bisa berakibat fatal. Hati2 Om, jangan sampe Kiki mengigit2 rokoknya apalagi di bagian yang berisi tembakau.

  7. Larasati says:

    kemungkinan tidak tapi juga harus diimbangi dengan penjelasan ke ortu nya kali yah, tp kan pulang nya hanya dua kali dalam setahun kan?? dan tidak setiap hari anak melihat rokok dan perokok?? jadi kemungkinan tidak pak….semoga yah, soalnya larass sendiri kan belum punya anak hehe

  8. Dyah Sujiati says:

    Tinggu Kiky dewasa aja Pak. Apakah nanti dia merokok atau tidak.
    Hehe *orasopan

  9. mintarsih28 says:

    biasanya anak akan merokok itu yg berpengaruh besar adlah kawannya ini saat anak pubertas. keponakanku bapaknya perokok berat ia tidak perokok. satunya lagi bapaknya tak perokok eh anaknya pas puber perokok. kikira teman sebaya pas puberlah yg menentukan. saat saat puber punya anak laki laki kukira kita harus pandai2 bergaul dg ABG kita ya lambangsarip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s