Kapankah Mimpi Itu Terwujud ?

Sahabat blogger yang baik, ijinkan saya malam ini untuk nyampah yah, hehehe…..

Alhamdulillah Allah telah memberikan banyak kenikmatan pada keluarga kami.  Seorang anak yang sehat dan lucu mewarnai hari hari berlalu. Orang tua dan mertua yang selalu mensupport apapun keinginan anak. Keuangan keluarga yang saya rasakan “lebih dari cukup”. Serta jutaan kenikmatan lain yang tak mungkin diurai.

Sahabat blogger, saya memiliki mimpi yang mungkin dirasa aneh,  janggal dan tidak masuk akal. Sengaja saya tulis disini semata mata untuk memacu semangat untuk sesegera mungkin mewujudkannya. Sama sekali  bukan untuk pamer apalagi riya’.

Mimpi  itu begitu menggelora, semakin hari semakin  membesar dan nyaris tak terbendung. Mimpi itu adalah mewujudkan “Sekolah Gratis”  di pinggir Kali Ciliwung. Tempat dimana saya mencari rejeki dan disitu pula ada ribuan anak terlantar tak bersekolah.

Namun sayangnya, saya sama sekali tidak memiliki  pengalaman untuk itu. Bahkan menjawab pertanyaan “darimana  memulainya” pun tak sanggup menjawab. Satu satunya hal yang bisa saya lakukan hanyalah berupaya  semaksimal mungkin “dana operasional” tercukupi.

Hari ini saya support penuh anaka anak muda yang tergabung di komunitas jendela Jakarta  untuk membuat sebuah perpustakaan anak di daerah Manggarai.

Saya sangat  berharap bahwa lahirnya perpustakaan ini merupakan embrio dari sekolah gratis yang diimpikan. Alangkah bahagianya jika perpustakaan ini nantinya mampu menjadi batu pijakan bagi terwujudnya sekolah gratis.

Sahabat blogger, mohon maaf jika tulisan ini mengganggu.  Saya berharap  dengan sangat adanya  kritikan, saran  dan lain  hal yang berkaitan dengan mimpi ini.  Saya tunggu kritikannya, terimakasih.

.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Jendela, Motivasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

39 Responses to Kapankah Mimpi Itu Terwujud ?

  1. Perlu ada kegiatan yg menghasilkan profit untuk biaya operasional sekolah gratis tsb, karena bagaimanapun juga tenaga pengajar / pendidik itu tidak gratis.

    • lambangsarib says:

      Biaya operasional sudah disiapkan dari sedikti keuntungan perusahaan kami pak.

      • Berarti bagian dari program CSR-nya perusahaan ya.
        Wah, semoga perusahaannya makin makmur, mas.

      • lambangsarib says:

        Betul, walau perusahaan kami masih sangat “kecil”, namun kami mencoba memulainya dari yang kecil.

        Beberpa hal yang sudak kami kerjakan :

        Cargo GRATIS bantuan bencana alam. Ketika beberapa waktu yang lalu terjadi gempa padang, gemba bantul dan gunung merapi meletus, kami buka posko pengiriman bantuan bencana “gratis”. Program ini digalang melalui twitter dan alhamdulillah mendapat respon bagus dari masyarakat.

        Cargo GRATIS bantuan sosial. Kami memberikan biaya pengiriman barang gratis untuk beberapa LSM seperti Indonesia Mengajar dan Komunitas Jendela.

  2. ahmad fauzi says:

    coba gabung di SAJUBU group nya ada dI fb..
    pemerintah ngga peduli kita harus peduli
    dan mereka punya hak untuk mendapatkan pendidikan layakk..
    pasti ada jalan om..

    semangat

  3. Mas begitu peduli dengan dunia pendidikan, sampai-sampai terbawa mimpi.
    Dan saya kagum Mas masih mengedepankan kenyataan.
    Saya yakin, orang-orang seperti mas ada di luar sana.
    Yang namanya hak, pasti akan terbayarkan. Begitu pula hak seluruh anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan.

  4. yisha says:

    wah, yisha ngga bisa bantu apa-apa……………….. 😦

  5. metamocca says:

    Saya pernah bermimpi ingin membangun rumah singgah bagi anak-anak jalanan, Om.

    Waktu itu di Depok ada beberapa donatur yang bersedia, dan memang sudah jalan 2tahun lebih. Tapi sekarang tidak lagi.

    Miris sekali melihat anak-anak itu selalu tidur beratapkan langit, hujan, udara dingin.

  6. ryan says:

    Mantap mas mimpinya…
    Kalau memang berkenan, walau cuma tenaga dan sedikit dana, saya siap membantu. Saya bisa coba utarakan keinginan mas ke komunitas alumni kuliah saya yang kebetulan juga sama-sama care dengan pendidikan. Kami sekarang membiayai adik asuh untuk sekolah.

  7. ryan says:

    Reblogged this on Ry24's Weblog and commented:
    Sebuah mimpi mulia untuk masa depan Indonesia…

  8. chris13jkt says:

    Mas, kalau mau, aku kenalkan sama temanku yang mengelola Saja (sekolah anak jalanan), siapa tahu bisa nyambung.

  9. metamocca says:

    http://anakpinggiranse-jabodetabek.blogspot.com/

    Sekedar info, Om.
    Disitu juga ada ttg Salud, yang tadi Om tanya.😀

  10. mintarsih28 says:

    klo dana sudah ada. tingga dipikirkan jenjang pendidikan: sd, smp, sma. ini nanti kaitannya dg out put yg diinginkan juga kurikulum seperti apa yg lebih sesuai.

  11. genthuk says:

    Sekolah gratis seperti apa yang bapak bayangkan karena akan ada banyak modelnya. Ada yang seperti sekolah umum tapi biayanya saja yang gratis. Ada yang modelnya seperti sekolah alam. Ada yang modelnya untuk memberikan pengetahuan untuk mendapatkan kerja. Saran saya dimulai dari yang mudah dulu. Seperti memberi beasiswa. (mudah khan). Setelah bisa expert dan menemukan pola yang baku atau standard, sekarang menaikkan standarnya. Misal menjadi lembaga les khusus UAN gratis. Jadi khusus untuk kelas yang akan UAN (6 SD, 3 SMP dan 3 SMA). dan pelajarannya juga tidak banyak. Setelah itu, baru dinaikkan levelnya…. Mungkin ke sekolah yang orientasi memberikan kerja (seperti kurus kerja)….. kalo Bapak sendiri yang mana?

  12. Ely Meyer says:

    semoga mimpinya segera terwujud mas, … Aamiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s