Aku Tersenyum Karena Bau Kentut Itu Seharum Bunga Melati

Malam telah larut, sholat isya baru saja selesai ditegakkan.  Aku  menengok jam dinding andalan sudah menunjukkan pukul 00:25. “Ngantuk, tidur ah…”, ucapku dalam hati.

Istri dan anakku sudah terlelap diatas kasur berwarna orange. Karena takut membangunkan mereka, dengan sangat perlahan aku rebahkan badan siap untuk tidur. Kepalaku tepat berada  dibawah kaki istri sementara kaki berada  dibawah kaki anakku. Hmmm…. posisi tidur yang aneh ya ? hehehe……

Sebelum mata terpejam, selalu kuluangkan waktu barang sebentar untuk mencoba   instropeksi tentang  apa yang telah  aku kerjakan seharian.  Apakah sudah berjalan pada rel yang sudah ditetapkan atau  melenceng terlalu jauh dari apa yang sudah disepakati.

Dalam kesunyian itu tiba tiba terdegar suara “pruuueeettt”, disertai bau yang “aduhai”. Kutoleh istriku, matanya masih tertutup rapat. Begitu juga anakku masih mendengkur dengan teratur. Artinya mereka berdua masih tertidur pulas.

Hm….. siapa yang kentut nih ? Pasti salah satu dari mereka.

Bau kentut  memenuhi ruang tidur yang tak begitu luas. Untunglah ruangan ber AC, sehingga aroma itu tak berlama lama “;mulek” dikamar.

Biasanya kalau orang bau kentut sepontan yang dilakukan adalah menutup kedua lobang hidung. Bahkan ada yang  marah marah dan  ngomel. Mencari sumber kentut dan segera menghardiknya.

Tapi kenapa ini berbeda !  Bukannya naik pitam, aku malah tersenyum senyum sendiri tertawa geli.  Bahkan kedua lobang hidung pun tidak kututupi. Seolah asyik  menikmati aroma  tidak sedap itu.   Masih dengan senyuman, dalam hati  bertanya tanya, “kira kira mereka  mimpi apa yah ? kok bisa tidur sambil kentut  ?”

Maaf sobat blogger, saya tidak bisa menjelaskan gejala psikologis apa yang saya alami. Aroma tak sedap yang seharusnya membuatku marah malah membuat tersenyum geli. Mungkinkah itu perasaan cinta yang berlebihan  ? Adakah sobat blogger yang bisa memberikan sedikit pencerahan  ?

Jika benar ini semata mata karena cinta, mungkin teori  saya ada sedikit kebenaran.

Banyak orang mengatakan bahwa “cinta itu datangnya dari mata turun ke hati”. Sedangkan teori bapak saya mengatakan, “witing tresno jalaran seko kulino”. Sementara itu teoriku sedikit berbeda, cieeeeh……. Mau tahu ?

Cinta itu adalah perasaan ghoib yang dikaruniakan Tuhan pada manusia. Ia tumbuh dari dalam hati yang terdalam dan akan tumbuh berkembang jika ada keikhlasan. Ikhlas menerima apapun kekurangan dan kelebihan pasangan hidup kita. Kentut adalah salah satunya.

Dalam bingkai cinta, “gula jawa itu berasa coklat”. Dalam bingkai cinta pula “bau kentut itu laksana semerbak wangi bunga melati”.

 

.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, intermezo and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Aku Tersenyum Karena Bau Kentut Itu Seharum Bunga Melati

  1. Larasati says:

    hehehe siiipppppp…..begitu besarnya cinta itu yah

  2. mintarsih28 says:

    wong jowo bilang nak ati lagi tresno ndelok kreweng koyo kencono

  3. fauziah says:

    cieee. . . . Mesra dech . . . !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s