Dokter Juga Manusia, Jangan Samakan Dia Dengan *………………….*

Pernah suatu ketika saya memeriksakan anak ke sebuah rumah sakit anak dikawasan  Jakarta Pusat. Menurut beberapa sumber sih rumah sakit tersebut tergolong “nomor wahid” atau klasifikasi papan atas.

Ada kejadian kecil yang menurut  saya kok  dokter anak ini kurang pengalaman. Memang terlihat dari  raut mukanya ia nampak masih muda. Mungkin baru lulus Fakultas Kedokteran.

Mau tahu sedikit keanehan  sang dokter anak, yang mungkin dianggapnya sepele ?

Dokter : Anak sakit apa pak ?

Seperti biasa, kalau menjawab pertanyaan begituan istriku tampil di garda terdepan. Saya dengan perlahan  mundur teratur  dan mempersilahkan  “sang perfecto” bercerita.  Penuturannya yang detil seringkali membuat dokter  menganggap istri saya petugas medis juga. Padahal tidak sama sekali, istriku  hanyalah seorang “ibu rumah tangga super”. Paling tidak itu anggapan pribadi loh…..

Ada satu hal yang lucu saat istri menjelaskan beberapa jenis  obat yang dikonsumsi anak. Istri menyebut  nama obat “prospan”, diluar dugaan dokter anak tersebut menanyakan, “prospan itu obat apa ya bu ?”.

Hah….?!?!?!  Saya kaget dibuatnya. Kok ada obat yang istriku lebih tahu dibanding sang dokter yah ?

Dengan sedikit senyum yang dipaksankan, dokter mengambil sebuah buku mirip kitab suci yang sudah lecek dari laci meja. Dibantu telunjuknya diatas buku, dia  cari nama obat tersebut.  Beberap detik kemudian dokter berkata, “oh iya bu, obat batuk itu”. Tanpa ekspresi dan tanpa ucapan terimakasih. Hehehe…….

Hmmmm ………… Aku langsung bergumam dalam hati, “ini dokter bener tidak yah ?”

Diskusi pun dilanjutkan. Istri dan dokter tampak berbicara serius tentang kondisi pasien. Beberapa saat kemudian dokter mempersilahkan anak untuk diperiksa.

Tahu kan kalau anak balita mau diperiksa ? MENANGIS itu adalah sebuah kepastian.

Dokete tampak  siap dengan stetoskop  di telinga.  Pasien balita masih tetap menangis, bahkan semakin keras dan keras.   Satu lagi hal menarik terjadi.   Menghadapi  anak    balita menangis,  dokter pun berkata, “jangan menangis yah, nanti tidak bisa dibedakan ini batuk atau tangisan”.

Waduh….. *Rasanya pingin garuk garuk kepala dan menepok jidat sendiri*

Saya heran, kenapa nanya  anak balita begitu  yah ? Mana mungkin anak balita bisa diajak bicara dengan logika sebagitu rumit ?

Semoga  cepat jadi  senior yah pak dokter ……………

Kemudian teringat sebuah lagu “dokter juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dia dengan **………..**  ……………………. yeeeaaahhhh”

 

.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

48 Responses to Dokter Juga Manusia, Jangan Samakan Dia Dengan *………………….*

  1. chrismanaby says:

    Wkwkwkk,…. dokternya diajak main petak umpet aja mas😀

  2. yeye says:

    beuh ganti dokter aja mas..

  3. metamocca says:

    Wuidiihh..
    Kalo saya nemu dokter kaya gitu, mending ga jadi, Mas.
    Ga mau ambil resiko salah kasih obat. Apalagi ke anak-anak. Hiiiii…

  4. Ely Meyer says:

    wadeww mas, kebayang andai aku ada di posisi keluarga sampeyan …. takut nanti dia salah diagnosa dan salah kasih obat !

  5. mintarsih28 says:

    he he sangat lucu dan sebagai pasien jadi ragu

  6. narno3 says:

    tapi dokter dan pasiennya sama sama manusia ya..

  7. Kalo saya dikasih resep dokter spt itu, gak akan ditebus, mas. Mending benchmark terlebih dahulu ke dokter lain.

  8. Chita says:

    Ini kelanjutan dari batuk pilek yang kapan hari itu yah? Semoga si kecil segera sembuh ya…🙂

  9. izzawa says:

    mungkin itu juga alasanya saya paling malas ke dokter om😆

  10. JNYnita says:

    Ciyus tu dokter udah spesialis,, garuk-garuk kepala…

    Kalau ttg obat, nama obat itu buaaaaanyak banget dan klasifikasinya juga banyak, aku aja yang c.drg aja udah puyeng apalagi dokter umum, jd harap maklum ya Mas…

    Klo ttg ngomong ke balitanya, dia lagi menggumam kali, aku klo lagi ngerjain pasien suka begitu soalnya, hehehe…

  11. danirachmat says:

    Jadi ragu-ragu juga ya Mas kalo Dokternya kayak begitu. kalobgitu

  12. adeli novnik says:

    jadi inget kmaren waktu priksa , hampir mirip bngts😦

  13. genthuk says:

    Dokter juga manusia, montir juga manusia, guru juga manusia, ayah juga manusia, ibu juga manusia, anak juga manusia…. Kita semua juga manusia

  14. Pingback: Dokter Penyakit Dalam Sama saja seperti Dokter Klinik Dikampus « ADELI NOVNIK

  15. Mahasiswa fk says:

    Buat semuanya kalo lo belom bisa mikir berapa tahun dokter ngabisin tahun tahunnya di dalam kuliah, berapa banyak yang telah ia korban kan untuk menjadi seorang dokter? Pernah kalian berpikir! Kalian hanya menuntut dokter bila ia salah, memaki dokter bila ia lalai, dengar dokter juga manusia ada kalanya ia lelah, apa kalian pikir diri kalian sudah cukup mulia? Ini untuk orang awam yang ga tau arti dari kata dokter,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s