Saya Bangga Menjadi Seorang Salesman

Seorang teman mengirim sebuah gambar dengan tulisan warna pink berbunyi “SAYA seorang Sales, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin”. Selain  beraroma motivasi gambarnya pun lucu.

Kata kata itu mengingatkan apa yang ku alami lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sewaktu untuk pertama kalinya melamar kerja jadi seorang salesman. Mau tahu ceritanya ? He..he..he… jangan ngejek yah ?

Atas referensi seorang teman, saya dipanggil menghadap Bp Hartono  selaku Dirut. PT. United Transport. Sebuah perusahaan jasa cargo yang berlokasi di daerah Pulo Gadung. Setelah menunggu beberapa saat, saya pun dipersilahkan masuk.

Hartono : Pendidikan terakhir kamu apa ?
Saya : Sarjan S1 pak, Jurusan Teknik

Hartono : Pengalamanmu apa ?
Saya : dagang pak

Hartono : Dagang apa ? dimana ?
Saya : dagang baju koko pak, setiap hari jum’at dan minggu. Lokasi berpindah pindah dari masjid ke masjid.

Hartono : Kan enak ? kenapa mau masuk sini ?
Saya : iya pak memang enak jualan kaki lima, tapi modal saya habis.

Hartono : hahaha…. kamu dagang rugi kok bangga ?
Saya : Minggu lalu saya kulakan ke pasar tanah abang, ketika sholat lohor seluruh barang dan uang saya kecopetan pak. Karena tidak mungkin untuk  dagang lagi,  saya harus cari kerjaan. Boleh saya bekerja disini pak ?

Hartono : Memang kamu mau di bagian  apa ?
Saya : salesman pak

Hartono : Kenapa salesman ?
Saya : pengalaman saya hanya berdagang, sementara ijasah saya Jurusan Teknik. Kalau saya diterima kerja disini dan ditempatkan di divisi lain mana mungkin saya dapat duit banyak ? Kalau jadi sales kan pendapatan saya bisa banyak pak.

Setelah saya menjawab seperti itu pak Hartono pun terdiam. Dengan sorot mata tajam, beliau tarik nafas panjang……..  Saat itu juga saya terdiam, seolah jantung berhenti berdetak menunggu ucapan apa yang akan keluar dari mulutnya.

Hartono : OK, saya terima kamu kerja disini.

Dalam hati saya mengucapkan  syukur Alhamdulillah pada Allah atas segala kemudahan dan pertolongannya.

Hartono  : Uang makanmu Rp. 12,000,- sehari dan Gaji Rp. 375,000,-/bulan.
Saya : Alhamdulillah pak, terimakasih atas pertolongan bapak. Komisi salesnya berapa persen pak ?

Hartono : Kamu kerja saja dulu, aku belum kenal kamu, aku belum tahu karaktermu. Kamu buktikan penjualanmu  dulu setelah itu kita bicara lagi.  Targetmu sebulan Rp. 60,000,000,- net profit. Kalau setuju mulai besok kamu bekerja untuk masa percobaan tiga bulan.
Saya : Baik pak, saya sanggup.

Setelah itu beliau mempersilahkan saya meninggalkan ruang kerjanya. Jabat tangannya yang hangat seolah masih kurasakan hingga detik ini. Walau sudah 16 tahun masa itu berlalu.

Itulah awal karir saya di dunia  salesman. Dan memang terbukti bahwa seorang salesman sejati  itu mampu merubah “semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin”.

Dan kini, setelah 16 tahun masa itu dilewati.  Dari lubuk hati terdalam harus diakui bahwa “Saya sangat berterimakasih kepada guru dan teladan saya, Bapak Hartono”. Kesempatan yang beliau berikan waktu itu bagaikan air ditengah padang pasir. Beliaulah guru salesman dan peletak  fondasi dari bisnis yang saya geluti saat ini.

Salam hangat dari  muridmu, ijinkan aku selalu untuk “mencium tanganmu”

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in inspirasi, Motivasi. Bookmark the permalink.

17 Responses to Saya Bangga Menjadi Seorang Salesman

  1. ~Ra says:

    Ada lowongan nggak om?😀

  2. chrismanaby says:

    Waaa kok udahan ceritanya, pdhal msh ingin di lanjut, gmn perjuangnnya smpai detik ini,..😀

  3. Ely Meyer says:

    semoga Pak Hartono baca postingan ini🙂

  4. bensdoing says:

    hebat…! gag gmpng utk mnjdi salesman yg profesional spt anda… sukses ya !

  5. Wong Cilik says:

    Salut pak, tidak mudah untuk menjadi seorang salesman …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s