KKNomis (Konco Konco Ngirim Ekonomis)

Mengawali hari sebagai blog walker  saya  tertarik  pada artikel yang disajikan dengan apik oleh metamocca. Bertemakan gelora  cinta dalam sebuah keluarga yang “nampak bahagia”.  Ceritera yang membuat kita berinstropeksi akan makna cinta dan keluarga. Judulnya pun dibuat menarik  Lovenomic. Bagi sahabat blogger, silahkan meluncur ke lapak yang bersangkutan yah.

Tulisan itu mengingatkan memori saya tentang KKNomis. Eiit…. jangan terburu buru   menjustifikasi bahwa tulisan ini tentang politik di era tahun 90’an yah. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan reformasi apalagi kejatuhan sebuah rezim.

KKNomis adalah istilah asal asalan yang saya gunakan sendiri sebagai penyemangat dalam merintis bisnis cargo di akhir tahun 90’an. KKN yang dimaksud disini bukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang nyata nyata menghancurkan sendi ekonomi negeri ini, melainkan faham ekonomi “Konco Konco Ngirim”.

Apa itu Konco Konco Ngirim  dan KKNomis ?

Kebetulan bisnis yang saya rintis adalah sebuah  jasa pengiriman barang dari Jakarta ke Seluruh pelosok  nusantara.  Barang bisa berupa pengiriman parsial (sering disebut kiloan) dan pengiriman carter (via truk atau container). Bukan hanya layanan door to door,  port to port pun kami  siap membantu.

Masa awal merintis bisnis, terus terang kami belum memiliki produk unggulan. Jalur distribusi masih numpang sana sini dan modal juga harus gadai televisi. Yang penting  survive, targetnya sangat simpel  “bisa makan dan bayar kontrakan rumah petak”.  Jangan heran bila dimasa itu produk  cuma satu yaitu PALUGADA (Apa lu mau gua ada).

Seiring berjalannya waktu menumbuhkan kesadaran  bahwa bisnis Palugada itu tidak bagus dan  rentan untuk hancur. Siang malam putar otak, kira kira apa yang mesti dilakukan untuk memiliki produk yang baik, harga paling murah, promosi minimalis dan jalur distribusi handal.

Dalam proses perenungan beberapa bulan, akhirnya dapat ide  bahwa bisnis terbaik adalah KKN (Konco Konco Ngirim). Alangkah enaknya jika teman teman bukan pesaing, melainkan pelanggan. Sesama jasa cargo dilarang saling mendahului, namun bersinergi. Maksudnya  teman teman numpang mengirim barang ke kami. Hehehe…. enak yah ?

Untuk itu ada beberapa syarat yang mutlak  harus dipenuhi :

Produk harus bagus, dalam bisnis pengiriman barang on time delivery atau ketepatan waktu adalah variabel utama dan pertama. Untuk mendapat performa ini saya mencoba bekerja  sama dengan beberapa orang pramusaji di kereta api  Argo Anggrek.

Kereta api ini  berangkat dari setasiun manggarai sekitar pukul 20,00 menuju stasiun gambir untuk diberangkatkan   ke Surabaya jam 20.30 malam. Biasanya kereta api akan tiba di semarang pukul 02:00 dini hari  dan tiba di surabaya pukul 05:30 subuh.

Ini adalah peluang !  Saya menghubungi seorang sahabat bernama Nurjaman sebagai penghubung dengan awak kereta api lain. Alhamdulillah mereka akhirnya sepakat membantu. walau omset sangat minim.

Tahu kenapa mereka mau membantu ? Hehehe…. ternyata mereka sebenarnya kasihan saja.  Kasihan membawa nikmat, layak disukuri bukan ?

Produk sudah ada, sekarang tinggal memikirkan “harga murah”. Untuk dapat menciptakan harga termurah  tidaklah mudah. Pemain pemain  besar pun sudah melakukan hal yang sama.

Atas ide  Zainal Arifin (sahabat lama dari kampung dan juga pelanggan pertama saya), akhirnya tercipta harga super murah. Untuk mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya saya bandrol harga Rp. 3,000,-/kg minimum pengiriman hanya 2 kg.

Sampai hari ini pun harga itu  masih termurah.  Untuk lebih  memberi efek bombastis, saya tulis di kertas promosi  “hari ini kirim besok sampai”, jika terlambat “uang kembali”.

Sekali lagi Alhamdulillah harga dan produk mendapat apresiasi  dari teman teman.

Produk sudah OK, harga sudah paling murah, promosi dengan kertas foto copy dan  dari mulut kemulut ternyata sangat efektif. Yang kurang adalah “jalur distribusi” lintas pantura  jawa, yaitu Cirebon, Tegal, Semarang dan Surabaya.

Cirebon, Tegal adalah dua kota yang di abaikan. Selain termasuk kota kecil, kiriman kesana tergolong  sedikit. Sedangkan  Semarang dan Surabaya adalah kunci !

Pucuk dicinta ulampun tiba. Kebetulan kedua adik  masih kuliah. Yang pertama di Semarang dan satunya di Yogyakarta. Mereka berdua pun tinggal menyelesaikan tugas akhir. Saya ajak mereka untuk bergabung  membesarkan bisnis ini, dan mereka setuju. Satu orang memegang kendai di Semarang dan satu lagi di Surabaya.

Nah, jadilah  bisnis impian itu ! Bisnis keluarga dengan prinsip KKNomis (Ekonomi Konco Konco Ngirim).

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cargo, inspirasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to KKNomis (Konco Konco Ngirim Ekonomis)

  1. Dyah Sujiati says:

    Alhamdulillah.

    Semoga barokah🙂

  2. Sharingnya inspiratif banget, mas. Sampeyan kreatif tenan🙂

    Saya jadi teringat kisah pemilik Fed-EX, awalnya dulu ia ngirim paket pake sepeda, dan dia sendiri yg ngirim. Kemudian berkembang menjadi banyak armada sepeda, seiring kemajuan bisnisnya berkembang menjadi armada motor, kemudian berkembang hingga melayani antar negara.

  3. violetcactus says:

    wah.. sip ceritanya..
    menggugah semangat..
    moga2 sukses dunia akhirat Pak =)

  4. abi_gilang says:

    Pelajaran yang sangat berharga, semoga akang bisa ngikutin walau bukan di bidang jasa pengiriman.

  5. Ely Meyer says:

    postinngan inspiratif mas, salut🙂

  6. metamocca says:

    Wuiihh… Hebat!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s