Bisnis Tanpa Modal Itu Bisa Dan (Memang) Harus Bisa

Orang seringkali mengatakan bahwa “bisnis itu butuh modal”, sehingga pernyataan itu menjadi pembenar bahwa memulai bisnis harus memiliki uang. Benarkah demikian ?

Terus terang saya kurang sependapat akan hal itu. Walaupun mayoritas orang membenarkannya, namun tetap saja saya tidak sependapat. Menurut saya modal adalah kepercayaan, uang hanyalah alat tukar yang bersifat imajiner dan sama sekali tidak penting jika ada kepercayaan.

Saya teringat untuk pertama kali berbisnis “menyewakan truk” beberapa tahun yang lewat. Maaf ya… cerita sedikit untuk memberikan alibi pembenaran teori saya diatas. Mohon maaf sobat bloger, ini sama sekali bukan untuk pamer, melainkan dalam kerangka berbagi antara sahabat.

Suatu siang menjelang sholat Ashar saya di telpon oleh sahabat lama bernaman Tunggul Sipahutara. Ia ceritakan  bahwa salah satu pelanggannya membutuhkan truk sewaan  untuk mengirim barang ke daerah Bontang, Kalimantan Timur.

Yuk simak percakapan ini :

Tunggul : Mbeng, lo bisa bantu gue kagak ?

Saya : InsyaAllah kalau saya mampu nggul.

Tunggul : gue ada order sewa truk dari Pd Ungu – Bekasi ke Bontang, Kalimantan Timur. Untungnya lumayan mbeng.

Saya : hah ? mana bisa ? saya tak punya truk, duit pun cuma cukup buat makan. Bagamana caranya ? Begini aja ngul, aku bantuin lo kerja, kalau ada lebih, baru lo pikirin gue.

Tunggul :  gue baru di banjarmasin ngurusin bini mbenk, mungkin 3 bulanan lagi baru bisa ke Jakarta.

Saya : lah terus gimana dong ?

Tunggul : begini saja, lo gue SMS nomor telponnya pelanggan gue, namanya Sumantri. Lo besok temui dia dan bilang gue yang suruh.

Saya : lhah truknya gimana ? duit modalnya darimana ? Aku gak punya duit nggul. Buat makan aja sulit apalagi buat sewa truk yang  modalnya aja lebih dari Rp. 15,000,000

Tunggul : pokoknya lo ke Sumantri dulu aja besok. Nanti habis ini aku SMS nomernya  Sumantri dan HP nya Bambang – Pulo Gadung.

Saya : Hah ? siap bambang ?

Tunggul : Bambang itu yang punya SK Trans, lengganan tempat gue kerja dulu. Udah ya, gue ada urusan nih. Wassalam.

Tut… tut…. tuuut…. pembicaraan via HP pun terputus. Aku bingun dibutanya, mau SMS dan telpon balik ke Tunggul tidak ada pulsa. Dalam kebingungan itu tiba tiba masuk SMS dari Tunggul berisi nomor HP Bambang dan HP Sumantri.

Sampai detik itu, saya sama sekali tidak tahu apa yang mesti dikerjakan. Hanya bengong dan bengong hingga kumandang adzan sholat Ashar terdengar. Suara Adzan itu membuyarkan lamunanku dan bergegas  menunaikan sholat.

Pagi harinya sesuai dengan isntruksi Tunggul saya menemui Sumantri untuk membicarakan sewa truk ke Bontang. Setelah ngomong ngalor ngidul tentang operasional truking yang aku sendiri tak faham. Tiba tiba Sumantri bertanya, “kamu orang baru ya ? kok dari tadi kayaknya gak tau apa apa ?”. Saya jawab, “betul pak saya orang baru, saya kesini diminta Tunggul dan kalau bapak tidak keberatan saya malah mau belajar sama bapak”.

“Ya sudah, besok lagi kalau kesini belajar dulu !”, begitu  katanya yang membuat telinga memerah. Kemudian ia keluarkan selembar kertas yang diatasnya tertulis “PO – Purchase Order”.

Aku terima PO dari sumantri dan bergegas memohon diri. Dengan senyum yang dipaksakan ia salami saya dan mengatakan, “awas kalau besok telat bawa truk kemari !”

Sesampai di lapangan parkir sepeda motor yang panas, lagi lagi saya bengong. Sekarang ada PO, lalu harus diapakan ?

Saya pingin banget telpon atau SMS tunggul,  tapi  pulsa HP ku kosong alias tidak ada pulsa. Dalam kebingungan kubuka lagi SMS nya kemarin, sebuah alamat dan nomor HP yang tertera disitu. Bambang – SK Trans yang beralamat di Pulo Gadung.

Daripada tidak tahu apa yang mesti diperbuat, akhirnya aku temui Bambang di kantornya. Setelah dipersilahkan masuk, saya ceritakan seluruh kronologi kejadian dari pertama kali dapat SMS dari Tunggul hingga saya terima  PO. Cerita panjang lebar itu diakhiri dengan kalimat, “apa bapak percaya saya ? kalau saya ngutang sewa truk ke bapak ?

Duuerrr…….. Tak kenal, tak pernah ketemu sebelumnya, tak tahu dimana rumah dan alamatnya. Lha kok enak tiba tiba ngutang. Itu fikiran yang berkecamuk dalam hati.

Bagaimana kalau ada orang seperti saya tiba tiba mendatangi anda hendak hutang ? Ah…. sebaiknya tidak usah dijawab. Biarkan itu tetap di angan angan anda.

Tiba tiba setelah menghirup nafas panjang ia bertanya, ” maaf mas, sampean  wong njowo ?”. Waduh….. “ternyata wong njowo, dulur dewek”, begitu gumamku dalam hati setengah bahagia. Segera kujawab, “nggih pak, dalem asli mbloro, jawa tengah”.

“Yo wis, aku kenal apik karo Tunggul, dewekne iso dipercoyo. Jam piro sesuk barange iso dijupuk”, begitu katanya sembari bertanya.

“Alhamdulillah, Tuhan menunjukkan jalan !”, begitu teriakku dalam hati.

Akhirnya sesuatu yang aku bingungkan itu terselesaikan sudah. Sekarang terbukti bahwa “modal” itu tidak selamanya uang. Modal kepercayaan dan kejujuran itu lebih utama dibanding hanya beberapa lembar uang kertas.

Sepenggal kisah diatas telah membuktikan bahwa ungkapan “bisnis itu butuh modal” tak selamanya benar. Bisnis tanpa modal itu bisa dan memang harus bisa.

Jadi, kapan memulai bisnis anda sendiri ?

 

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Motivasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Bisnis Tanpa Modal Itu Bisa Dan (Memang) Harus Bisa

  1. modal emang nggak selalu uang, semangat, keyakinan dan kesabaran juga bisa. Begitu bukan Mas??

  2. ~Ra says:

    Bahwa “koneksi” juga sebenernya modal ya Om?..

    Mbok aku dikasih chanel tho Om…

  3. mintarsih28 says:

    wong jowo ketemu wong jowo di luar jawa kadang membentuk ikatan kekeluargaan.

  4. Evi says:

    Dimana ada kemauan pasti ada jalan ya mas…

  5. Dyah Sujiati says:

    Ya itu namanya tetep modal, Pak🙂

    *modal kepercayaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s