Menakut Nakuti Anak Akan Menjadikannya Seorang Penakut

Pernah melihat seorang anak (atau mungkin juga orang dewasa)  menjerit jerit takut akan sesuatu ? Pernahkah terpikir oleh kita mengapa mereka  begitu takutnya, padahal menurut orang  lain itu bukanlah hal yang mesti ditakuti ?

Anda pernah melihat tikus ? Menakutkankah ia ? Bagi sebagian orang tikus adalah hewan biasa yang tak perlu ditakutkan. Bahkan ada yang terang terangan berani memakannya. Namun  bagi saya tikus lebih serem dan lebih  menakutkan dibanding  pocong, sundel bolong, suster ngesot, nenek lampir atau dracula sekalipun.

Tikus  adalah makhluk menjijikkan yang tak pantas hidup dimuka bumi (wiiih…… serem banget yak…). Begitu takut dan jijiknya  pada hewan satu ini, membunuh seekor tikus pun tidak berani kulakukan, apalagi mempermainkannya dengan memegang ekornya. Hiii…….. serreeeemmmm !!!!!

Suatu ketika saya pernah diajak main kerumah teman sekolah. Begitu sampai  di rumah yang bersangkutan ternyata ia memelihara hamster (sejenis tikus juga….., menurut saya itu adalah tikus).  Saya melihat sekilas dan sedetik kemudian langsung balik badan untuk lari  PULAAANGG….!!!

Kenapa begitu takut sama tikus  ?

Setelah dewasa dan beranjak tua (eh…. tapi belum tua tua amat loh), saya mulai berfikir dan banyak merenung. Mengapa saya harus sebegitu takutnya  pada hewan yang satu ini ? Walau sadar bahwa tak semestinya  takut, namun tetap saja takuuuuuttt….. Yah betul, hingga detik ini.

Buat sobat bloger yang baik, tolong beribu tolong. Jangan posting gambar tikus yah…? saya takut refleks langsung klik  unfollow. Wiiih….. ngancam nih ye….. hehehe….

Memori berpuluh tahun yang lampau coba ku korek dan kubuka perlahan. Saya teringat bagaimana kakak, nenek dan ibu  sering menakut nakuti saya dengan tikus. Terlebih lagi jika tidak mau bobok.

“ayoo….bobok, ada tikus tuh….., Tuh… tuh…. tikusnya datang, nanti digigit kamu”, begitulah kata kata yang selalu kuingat. Begitu kata sakti itu diucapkan, biasanya saya langsung peluk erat ibu dan segera memejamkan mata hingga tertidur.

Kejadian itu ternyata berulang ulang. Hingga tanpa sadar dan tanpa sengaja ketakutan akan seekor tikus begitu nyata. Memori itu terekam dengan baik dibawah alam sadar dan memori otak. Dalam perkembangannya alam bawah sadar membawa  pembenaran bahwa tikus  lebih menakutkan dibanding setan, demit  dan sejenisnya.

Itulah sekelumit kisah masa lalu yang mungkin berguna bagi ibu muda atau calon ibu. Sengaja ditulis bukan untuk menyalahkan orang tua atau keluarga, sama sekali bukan. Melainkan sebagai bahan renungan bersama untuk tidak  menakut nakuti anak. Karena alam bawah sadar dan memorinya akan merekam dengan baik, sehingga menjadikan anak penakut.

Mengenalkan anak pada beberapa jenis  hewan adalah  lebih bijak dan  bermanfaat dibandingkan dengan  menakut nakutinya. Jika hewan tersebut berbahaya, beritahu  tahu dengan cara yang benar dan mendidik. Apa bahayanya dan bagaimana menyikapinya.

Gambar disamping memperlihatakan bagaimana seorang anak berinteraksi dengan seekor sapi. Kepala sapi dipegangnya dengan lembut dan kasih sayang, seolah mereka berdua adalah teman.  Penjelasan yang benar dari orang tua menjadikan anak bebas dari rasa takut, atau menjadikannya sebagai seorang  pemberani.

Jika orang tua  selalu menakut nakuti anak maka  perasaan takutnya akan terbentuk dengan sendirinya. Kelak di kemudian hari tentu akan sulit untuk menjelaskan bahwa yang ditakutkan itu tidak benar. Lebih bahayanya lagi si anak tumbuh menjadi seorang penakut.

Oleh sebab itu berhati hatilah dalam berkatan dan berinteraksi dengan  anak. Selain peniru yang ulung, anak adalah perekam yang baik  tiap gerak, langkah dan ucapan orang tua.

 

 

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @lambangsarib

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, inspirasi, Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Menakut Nakuti Anak Akan Menjadikannya Seorang Penakut

  1. JNYnita says:

    Aku paling males kalau ada ortu yang nakut-nakutin anak dengan profesi dokter/drg… kan kasian anaknya, pas dia butuh pertolongan medis jadi ada 2 hal yang dia kawatirkan… ╯︿╰

  2. danirachmat says:

    setuju banget kalo nakut-nakutin annk itu ga mendidik. better kalo kita kasih tahu konsekuensi dan logika salam menilai sesuatu.

  3. Don says:

    wah, mungkin gara2 itu saya takut beberapa hal, mungkin waktu jaman kecil di takut2in.. hahaha
    kebanyakan orang tua menggunakan cara ini agar anak mau menurut pada mereka, tapi mungkin ini salah satu cara yang salah. karena mereka malah membuat anak menjadi “trauma” akan suatu hal..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s