Seorang Anak Memiliki Kreativitas Tersendiri Dalam Berkomunikasi

Bahasa adalah alat komunikasi antara sesama manusia untuk menyampaikan maksud dan keinginan. Bahasa yang paling awal difahami manusia adalah bahasa tubuh atau bahasa isyarat. Seorang anak yang belum memiliki kecakapan linguistik untuk berbicara selalu menggunakannya.

Misalkan seorang anak ingin bermain dengan teman sebayanya diluar rumah, biasanya ia merengek sambil menunjuk kearah luar. Seorang anak yang meminta sesuatu (misalkan mainan) ia pun akan merengek sambil menunjuk mainan yang dimaksud. Terkadang ia takut akan sesuatu, maka ia peluk orang tuanya erat erat dan semakin erat, sementara jantungnya berdegup kencang.

Ketika seorang anak belum memiliki kecakapan untuk mengatakan sesuatu, selain menggunakan bahasa isyarat seringkai  ia merubah nama sebuah objek. Ini adalah bentuk kreativitas linguistik pertama dan mendasar. Anak  berusaha  merubah kata yang difahami orang tua namun sulit diucapkannya menjadi kata yang difahami bersama.

Hal yang sama terjadi pula pada orang tua. Misalkan  hendak menyuapi anak, maka orang tua mengatakan “ak” sambil membuka mulut seolah akan makan. Interaksi anak dan orangtua  akan menghasilkan kesepakatan  akan makna sebuah kata “ak”. Konsensus untuk  difahami dengan baik antara keduanya.

Saya mengamati beberapa nama objek yang dirubah sendiri oleh anak. Perubahan ini terjadi spontan dan tidak ada yang mengajari.

Lihat gambar disamping ? Betul, itu adalah salah satu jenis ikan.

Untuk mempermudah komunikasi dengan anak, biasanya orang tua menyebutnya “ikan” saja. Tanpa nama spesifik ikan, yang cenderung sulit dicerna.

Sebelum anak mampu berbicara, tentu saja ada keinginan untuk berkomunikasi dengan orang tua. Untuk mengucap kata “ikan” nampaknya terlalu sulit, padahal ia harus mengucapkannya.

Saya yakin otaknya berfikir keras bagaimana mengatakan hal tersebut kepada orang tuanya. Akhirnya ia mampu merubah nama ikan menjadi “hab hab”, karena memang  kemampuannya berbicara baru sebatas itu.

Saya masih  ingat betul kapan untuk pertama kali  dia mengganti kata ikan menjadi “hab hab”.  Yaitu saat berada di sea world – Ancol. Mungkin emosinya meledak saat melihat mega akuarium. Keinginannya berkomunikasi dengan orang tua menyebabkan tercipta kata “ha hab” tersebut.

Kata tersebut akhirnya kami gunakan sebagi kata resmi pengganti kata “ikan” jika berkomunikasi dengannya.

Saya mencoba buka buka file memori saya didalam otak. Kenapa kata kata “hab hab” yang dipilih. Ternyata inspirasinya merubah nama ikan menjadi hab hab karena ikan selalu membuka dan menutup mulutnya sepanjang waktu. Mungkin karena melihat aktivitas ikan yang tak pernah  berhenti buka tutup mulut,  sehingga ia katakan  itu hab hab untuk mengatakan ikan.

Lain lagi dengan hewan yang terlihat pada  gambar disamping. Tentu  semua tahu bahwa itu adalah cicak. Hewan jenis reptil yang mampu hidup merayap di dinding rumah atau di pohon. Berwarna abu abu, terkadang kecoklatan dan pemangsa alami nyamuk.

Untuk berkomunikasi anak saya menamakan cicak ini dengan “hap”. Beda dengan ikan tadi loh yah, ini “hap”, sementara ikan adalah “hab hab”.

 Kenapa nama cicak bisa berubah menjadi “hap” ?

Ternyata perubahan ini diinspirasi oleh lagu anak anak yang syairnya kurang lebih demikian :

cicak cicak didinding

diam diam merayap

datang seekor nyamuh

“hap” …. lalu ditangkap

Disaat  kami menyanyikan lagu tersebut, disaat  terdengar nyanyian  dari sebuah  VCD, disaat ia belum mampu berucap sepatah kata pun ia sering menimpali “hap”. Timingnya sama persis dengan apa yang ada di lagu tersebut.

Nampaknya lagu tersebut adalah salah satu  vavoritnya, sehingga lagu itu memberi inspirasi  untuk merubah kata cicak menjadi kata “hap”.

Dan kini, beberapa tahun sudah  masa itu berlalu. Disaat  ia telah tumbuh dan  fasih berbicara. Ia pun lebih suka menyebut ikan  sebagai “hab hab” dan cicak dengan sebutan “hab”.

Entah sampai kapan, terserah dia….

Yang pasti saya tidak ada keinginan merubah sedikitpun hasil kreativitasnya. Mungkin kelah dikemudian hari kata itu akan menjadi pintu masuk kebahagiaan kita bersama.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, inspirasi, Kiky and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Seorang Anak Memiliki Kreativitas Tersendiri Dalam Berkomunikasi

  1. bensdoing says:

    bnyk kt2 yg dimodif shg nmpk mdh utk diulangi/diingat oleh anak2 ya… thx

    • lambangsarib says:

      betul, mereka punya kreativitas sendiri.

      Kemarin ketika idul qurban ia bilang begini “pak, timi bobok”, ada dua hal yang saya fahami :

      1. kambing dan domba dia sebut sebagai timi (film anak2 timmy time)

      2. kambing yang sudah dipotong dan mati dia sebut “pak, timi bobok”. Karena dia belum tahu apa itu kata “mati”

  2. Noriman says:

    memang anak kecil memiliki lebih banyak kreativitas daripada orang dewasa, dan justru kepolosannya itu yang membuat mereka lucu.. dengan cara ini mereka juga lebih mudah untuk mengenal beberapa benda / hewan..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s