Jam Dinding Terindah Dan Termahal Yang Kami Miliki

Jam adalah satu satunya penunjuk waktu yang paling dipercaya  saat ini. Ketepatannya hingga hitungan detik telah teruji  sejak berpuluh tahun silam. Pembagian dalam sehari semalam  menjadi 24 jam atau 1440 menit atau  86,400 detik cukup akurat.

Dari bermacam jam yang ada di dunia ini, ada satu jenis jam dinding  yang menurut saya paling sempurna. Bukan saja sebagai penunjuk waktu, namun juga penunjuk arah kasih sayang. Sebagai penunjuk kemana hati berlabuh dan penunjuk kemana  tujuan hidup.

Sebenarnya jam dinding tersebut sangat sederhana.  Hanya sebuah jam dinding berwarna dasar putih dengan bingkai lingkaran warna hijau. Bingkai dan kacanya  pun hanya terbuat dari plastik biasa.  Aku mencoba mencari merek jam tersebut di bagian depan, bagian belakang dan di dalamnya. Namun  tak ditemukan mereknya, artinya itu hanyalah jam abal abal murahan. Di pasar senin paling harganya tak lebih dari sepuluh ribu rupiah.

Kucoba bolak balik kembali, ternyata hanya ada tulisan Quartz di belakang. Itu bukanlah merek  sebuah  jam, melainkan sebagai tanda bahwa jam tersebut dilengkapi Quartz atau batu kuarsa, atau  dalam ilmu kimia dikenal dengan rumusan SiO2 (silika). Memang kata orang kalau jam dilengkapi dengan batu kuarsa, akurasinya lebih bagus. Ah entahlah, bagiku itu tidak terlalu penting.

Yang menjadikan jam ini begitu istimewa adalah sentuhan kreativitas dua bidadari (istri dan anakku).  Jam dinding  biasa ini disulap menjadi  istimewa dengan tempelan “cropping photo” bidadari kecil diusia delapan bulan.  Dengan  menggunakan  “photo editor”, foto yang ada dirubah menjadi sketsa hitam putih.  Setelah  di print kami pulas bertiga. Memang benar fotonya jadi dekil, acak acakan dan kusut. Namun bagiku itu adalah jam dinding  terindah  dan termahal  yang ada di muka bumi. Ciee……. ehm ehm….

Didalam bingkai jam, tepat  pada angka duabelas (di atas) ditempel foto anakku ketika sedang bertakbir “Allahu Akbar” sambil  mengangkat kedua belah tangannya. Gerakan spontan  menirukan ibunya  disaat  sholat.

Tepat di angka enam (di bawah) ditempel sebuah foto bagaimana ia sedang memperagakan salah satu gerakan sholat. Kedua tangannya “sendakep” diatas perut, sedangkan pandangan matanya mengamati gerak sang ibu  yang sedang  beribadah.

Di bagian kiri jam atau tepat di angka sembilan ditempel sebuah foto kedua bidadari yang sedang mesra berpelukan. Dan disebelah kanan tepat di angka jam tiga ditempel fotoku dan bidadari kecil saat bernarsis ria dengan seragam reog ponorogo.

Saya yakin bagi  anda jam ini tidak ada istimewanya, biasa biasa saja atau bahkan teramat dekil. Namun bagi keluarga kami, jam ini adalah tanda keabadian cinta. Tanda bahwa cinta itu perlu disemai antara cinta kepada sang kholik dan cinta pada keluarga. Cinta pada Tuhan yang utama, sedang cinta keluarga sebagai pendukungnya. Tegaknya cinta pada Allah hanya didapat jika cinta bersemi dan tumbuh subur di sebuah rumah tangga.

Jam ini selamanya akan berada ditempatnya, di kamar dan hati kami. Sebagai penunjuk waktu sholat dan perekat hati kami yang terkadang merenggang.

Butuh Jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, Kiky and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Jam Dinding Terindah Dan Termahal Yang Kami Miliki

  1. katrinaedwards says:

    sesuatu yang dilakukan bersulam dengan rasa cinta, pastilah sangat berharga…biar dimata oranglain mungkin tidak..kan yang terpenting resapan rasa itu dirasai kita sekeluarga…🙂
    Saya salute dengan kebersamaan ini…

    Salam hangat..

    ~ KeY

  2. cumakatakata says:

    Wah, Semoga jamnya bisa sampai anak cucu ya Pak.🙂

    jam yg sederhana tp memuat banyak makna.

  3. Pingback: Aku Rela Kau Nomor Duakan Cintaku | Lambangsarib's Blog

  4. Pingback: Aku Tersenyum Karena Bau Kentut Itu Seharum Bunga Melati | Lambangsarib's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s