Anak Nakal Atau Anak Pintar Banyak Akal ?

Semua orang tua pasti mengharapkan anak keturunannya “Sempurna”. Mereka menginginkan anaknya kelak  cantik atau ganteng, pintar, cakap,  penurut, menyenangkan, berbakti, dan seabrek keinginan sempurna lainnya.

Mungkinkah hal itu terjadi ?

Sebenarnya hal itu  mungkin saja terjadi, semua tergantung pada bagaimana orang tua mendidik. Anak terlahir suci, sempurna dan unik. Orang tua dan lingkungan adalah penentu sifat  dan karakter anak. Seorang anak adalah “peniru ulung”. Apa yang dilakukan kedua orang tua atau pengasuh pasti ditiru. Walau tidak   sama persis, namun kemiripan anak dengan orang tua (pengasuh) sangat besar. Berhati hatilah dalam mendidik anak, terutama jika diserahkan ke orang lain atau pembantu.

Terlebih lagi  jika  anak anda “cerdas”. Tipe anak seperti ini rasa ingin tahunya  tinggi dan sering bertindak eksperimental untuk mencari  menjawaban dari apa yang ada di otaknya. Tidak mau di atur, memberontak, pemberani  dan berkemauan keras adalah beberapa sifat yang lain.

Coba amati beberapa runtutan  gambar dibawah ini. Gambar gambar diambil  di sebuah  lokasi bermain (papan luncur) di daerah kemang.

Di tempat bermain  yang riuh, anak tersebut malas untuk berbaur  dengan teman sebaya. Mungkinkah sang anak kurang pergaulan ? Atau sang anak egoistis ? Atau jangan jangan  disebabkan oleh “logika berfikir” sang anak jauh melampaui kawan sepermainannya.

Sebelum menjustifikasi sesuatu, marilah kita sedikit luangkan waktu untuk melihat seluruh gambar yang ada. Siapa tahu kita pun ikut tercerahkan.

Anak tersebut  menaiki papan luncur tidak mau melewati anak tangga yang terletak  disamping. Beribu cara sudah dicoba untuk membujuknya menaiki papan luncur lewat anak tangga. Semakin keras kita melarang, semakin keras pula ia melawan.

Saya mencoba berinteraksi untuk mengetahui  apakah dia faham makna anak tangga dan tanda panah kuning besar tersebut. Dengan bahasa anak dan bahasa tubuh,  saya bisa menyimpulkan bahwa dia sangat faham akan fungsi anak tangga dan makna tanda panah kuning.  Namun dia pada pendiriannya, tidak mau dibujuk dan tetap jalan  menanjak melawan arus.

Sesampai di atas siap siap meluncur.

Yak, meluncur sudah !  Cobalah lihat apa yang dia lakukan ? tidak seperti anak anak lain pada umumnya bukan ? Imajinasinya mengatakan bahwa seolah ia terbang tinggi seperti  burung !

Ada satu lagi gaya meluncurnya, yaitu duduk menghadap ke belakang dan wuuzzz…… Sayang, foto yang berharga itu terhapus. Hiks….

Dua jam lamanya saya mengamati bagaimana anak anak lain bermain papan luncur. Tak ada yang istimewa, semua bermain standar, duduk dan meluncur kebawah. Hanya anak ini yang melakukan dengan cara  berbeda.

Sebelum mengambil kesimpulan, coba lihat lagi gambar dibawah ini.

Sebuah inovasi dan kreativitas yang dilakukan anak berumur belum genap tiga tahun. Penemuan luar biasa yang  diinspirasi papan luncur di taman bermain. Menggunakan matras tempat dia tidur dan bola mainan untuk membuat sebuah papan luncur sediri.

Jika menyimpulkan dari  melihat sepenggal kejadian atau  foto, maka kesimpulan yang kita ambil adalah “anak nakal”.  Namun jika kita mencoba merunut apa yang telah dilakukannya, kesimpulan yang didapat sungguh  jauh berbeda. Dia adalah anak pintar   banyak akal dan  sama sekali bukan anak nakal.

Berhati hatilah wahai orang tua.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Anak Nakal Atau Anak Pintar Banyak Akal ?

  1. ilyasafsoh.com says:

    dahsyat

  2. Pingback: (Video) Anak Nakal Atau Anak Pintar Banyak Akal ? | Lambangsarib's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s