Hati Hati Berkata Jangan Pada Balita, Sering Terjadi Miss Persepsi

Hati hati terhadap kata “jangan” pada anak,  khususnya balita. Seringkali terjadi miss persepsi antara anak dan orang tua. Seorang ayah yang melarang anaknya lari dengan mengatakan “jangan lari”, akan difahami sang anak   ayahnya menyuruh berlari.

Miss persepsi ini disebabkan kemampuan penterjemahan kata kata seorang anak (balita) masih terbatas dan sangat sederhana. Mereka tahunya adalah kata paling akhir.

Misalkan dibilang “jangan makan”, maka sang anak memaknainya “makanlah”.
Misalnya dibilang “jangan bermain”, maka sang anak memaknainya “bermainlah”.
Misalnya dibilang “jangan berbohong”, maka sang anak memaknainya “berbohonglah”.

Perbedaan persepsi ini ternyata bukan hanya monopoli sang anak. Orang tua pun terkadang sering salah persepsi pada anak.

Seorang anak dilarang bermain dengan mengatakan  “jangan bermain”, sang anak memaknainya “bermainlah”. Karena diminta bermain sang anakpun akan tetap bermain, tidak salah bukan ?

Akibatnya orang tua marah marah, menghukum dan mengatakan “kamu anak nakal”. Imbasnya adalah kata kata “saya anak nakal” terekam dalam otak dan alam bawah sadarnya. Kelak di kemudian hari sang anak akan menjustifikasikan dirinya sebagai anak nakal dan dia berfikir itu diamini orang tuanya.

Solusinya, untuk melarang anak bermain malam malam  adalah dengan mengatakan “nak sudah malam, ayuk bermain dikamar sambil bapak ceritain si timmy pintar”. Biasanya anak nurut, karena diajak bermain oleh orang yang menyayangi sekaligus idolanya (ayah).

Sebelum terlambat, lebih baik sebagai orang tua instropeksi diri terlebih dahulu agar tidak ada lagi miss persepsi.

Anak adalah karunia terbesar Tuhan. Terlahir sempurna dan bersih, lebih mudah dijaga tetap bersih dibanding mengotori otak dan fikiran alam bawah sadarnya.

Butuh jasa cargo gratis ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, Kiky and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Hati Hati Berkata Jangan Pada Balita, Sering Terjadi Miss Persepsi

  1. katrinaedwards says:

    benar sekali..
    begitulah anehnya cara otak kita berfikir dan melaksana…dan itulah keunikan ciptaan Tuhan..
    IQ dan EQnya harus diseimbangkan…

    ~ KeY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s