Roda Kehidupan Itu Berputar, Termasuk Dalam Bisnis

Beberapa hari lalu saya sempat berkunjung ke seorang  sahabat lama yang berkantor di Wisma PeDe di Jalan MT. Haryono. Ternyata interior gedung sudah banyak berubah, walaupun fisik gedung tak banyak perubahan. Masih banyak hal yang sama seperti enam atau tujuh tahun yang lalu saat masih sering berkunjung. Tak terasa ternyata jarak waktu telah begitu lama  memisahkan. Kesibukan dan pekerjaan seringkali melalaikan untuk bersilaturahiim.

Dulu Rizal  (bukan nama sebenarnya) menyewa satu lantai full gedung ini untuk kantornya. Namun kini sudah jauh berbeda. Lantai teratas yang disewanya selama ini kini sudah dibagi menjadi enam ruang dan ia menyewanya hanya satu ruang itupun yang paling kecil.
Kami bertemu di ruangannya, karena begitu lama tak bersua sehingga ada sedikit ke “pangkling”. Sejenak kemudian senyum pun mengembang. Bersalaman dan berpelukan hangat dua orang kawan terasa begitu hangat. Kami pun lanjutkan dengan duduk dan ngobrol ngalor ngidul tak tentu arah. Ditemani kopi susu hangat dan gorengan bakwan jagung membuat suasana persahabatan ini semakin luar biasa !

Sejenak anganku menerawang ke  masa lalu disaat stadium awal memulai  usaha. Kala itu satu satunya aset yang dimiliki hanyalah sepeda motor grand tahun ’94. Jika membutuhkan mobil maka satu satunya tempat meminta tolong adalah Rizal. Ketika membutuhkan modal usaha maka ia pun tak segan segan untuk meminjamkan. Bukan hanya sekedar seorang  sahabat, namun  lebih dari itu, ia adalah dewa penolong.

Ucapan Rizal membuyarkan lamunanku, “mbang, sekarang usaha  saya tidak seperti dulu”. Lalu dia berceritakan panjang lebar  tentang  krisis keuangan yang melanda perusahaannya. Dengan runut ia ceritakan semuanya.

Lima atau enam tahun yang lalu, seorang pelaku bisnis cargo pasti mengenal sosok  Rizal. Bendera kelompok bisnisnya menggurita dan berkibar seantero negeri, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia. Seolah ia seperti “god fathernya” dunia cargo.

“Namun kini semua hancur,” begitu ia menimpali. Investasi perkebunan di Padang pariaman bangkrut. Beberapa anak perusahaannya di bidang courier, travel, penyewaan truk dan EMKL hilang tak berbekas. Memang krisis keuangan yang melanda induk usahanya begitu kejam.

Satu hal yang membuat saya bangga bersahabat dengan Rizal  adalah “komitmen” dan keikhlasannya.

Rizal : Apapun yang terjadi, hutang adalah hutang, semua hutang harus dibayar,

Saya : Iya pak harus itu, walaupun harus dicicil dengan susah payah. Bolehlah kita memiliki sejarah telat membayar hutang, asal tidak ada catatan sejarah kita pernah ngemplang hutang.

Rizal : Mungkin ini semua sudah takdir. Mungkin ini semua karena dulu kurang silaturahim, kurang sedekah, dan terlalu banyak uang haram saya ambil. Saya yakin ini teguran dari Allah, sehingga saya harus ikhlas menerima.

Saya : betul pak

Rizal : Ada kalanya roda kehidupan  ada di atas seperti beberapa tahun yang lalu. Ada kalanya roda kehidupan pas di titik nadir terbawah seperti saat ini. Semua itu sunatullah dan harus tetap dijalani.

Saya : betul pak. Kita berharap roda kehidupan yang sedang kita jalani sedang bergerak kearah perbaikan keatas.

Rizal : Semoga saja ya pak.

Saya : InsyaAllah pak, saya sangat meyakini itu. Pertolongan Allah itu dekat, bahkan teramat dekat. Yang harus kita ingat  bahwa pertolongan Allah itu selalu di akhir perjuangan, bukan di awal permasalahan. Hanya orang sabar yang mampu melihat dan mendapat pertolongannya.

Sahabat, terimakasih banyak atas pelajaran yang telah kau berikan. Semoga pertemuan kala itu bermanfaat untuk semua.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in inspirasi, Motivasi, persahabatan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Roda Kehidupan Itu Berputar, Termasuk Dalam Bisnis

  1. cumakatakata says:

    bener Pak, didesa saya, yg sewaktu saya kecil orang2 yang di kalangan atas sekarang udah banyak yg turun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s