Dua Bidadari Menemani Dalam Keheningan

Dua bidadari ini terlelap ditengah keheningan malam. Matanya tertutup rapat sebagai tanda mereka bedua tertidur pulas. Dikamar yang sama, diatas ranjang yang sama, tepat disampingku.

Kupandangi kedua wajah yang begitu ayu dan polos. Guratan guratan di wajah pertanda bilangan umur tampak jelas. Pipinya sedikit kemerah merahan, seolah memancarkan sinar keIlahian.

Suasana kamar begitu hening. Tak ada kebisingan. Hanya suara desir nafas bersahutan kedua bidadari yang terdengar.

Firasatku mengatakan bahwa kedua orang bidadari ini sengaja diturunkan Tuhan untuk menemani. Menjalani rutinitas hari demi hari. Mengisi ruang yang seringkali hampa. Penunjuk arah kemana harus melangkah disaat kebimbangan datang.

Paling tidak mereka telah menjadi bagian sejarah kehidupanku semenjak kemarin dan hari ini. Berharap esok lusa mereka masih ada disini. Entah sampai kapan. Hanya berharap maut yang mampu memisahkan.

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Dua Bidadari Menemani Dalam Keheningan

  1. cumakatakata says:

    Anak Istri ya Pak, wah kata2nya terpilih dan tertata dengan rapi, seolah baca puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s