Memantaskan Diri Untuk Memerima

Apa yang kita miliki sama sekali bukan milik pribadi. Tuhan sang maha pemilik hak bisa mencabutnya. Kapanpun Allah berkehendak, saat itulah terjadi.

Seorang stri jelita yang selalu menemani kemanapun kita pergi.
Anak – anak yang cerdas, pandai dan sehat. Harta bendah yang tak terhitung jumlahnya, mobil mewah, rumah gedong dan rekening hitungan duabelas digit. Serta karir cemerlang yang begitu menjanjikan untuk kehidupan mendatang.

Itu semua bukan milik kita, melainkan hanya sebatas titipan Tuhan. Sebagai tanda tanda kekuasaanNYA.

Satu hal yang bisa kita lakukan hanyalah “memantaskan diri”.

Memantaskan diri untuk dititipi istri yang sholehah dari mertua. Memantaskan diri untuk mendidik dan membesarkan anak. Memantaskan diri sebagai penerima kekayaan dan mempu mendermakan. Memantaskan diri untuk dipercaya BOSS dan selalu jujur dalam membuat sebuah kebijakan.

Pantaskah kita menerimanya ? Hanya diri sendiri dan Tuhan lah yang tahu.

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in inspirasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Memantaskan Diri Untuk Memerima

  1. edofaqeeh says:

    itulah yang bisa kita lakukan, memantaskan diri untuk mengemban apa yang dititipkan Tuhan kepada kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s