Bernyanyi Buat Balita Sama Pentingnya Buat Orang Dewasa

Alhamdulillah hari ini saya diberkati kelonggaran waktu untuk bersilaturahim dengan sahabat terbaik  di pangkalan truk pulo gadung. Wajib hukumnya mensyukuri silaturahim tanpa sengaja namun begitu bermakna kesan yang ditinggalkan. Ada waryo sang montir andalan yang ngapakers ( fasih ngomong ngapak khas Tegal).  Manik Situmorang pun hadir, seorang tukang las beretnis batak yang lebih senang dipanggil sebagai Jancukers (berideologi Jancuk). Yudhi Zamzami, seorang betawi asli  pemilik grup usaha  Zamzami Transport pun ikut bergabung.

Masih banyak sahabat lain bergabung, diantaranya Bambang Mbambung, Anto Gobies, Alex Siaw Koclok, Felix  Kwok Gembut dan beberapa kawan lain yang tak tahu namanya. Maklum namanya juga di pangkalan truk, orang mudah datang dan mudah pergi, easy come easy go.

Siang begitu terik, kami pun berdiskusi ngalor ngidul tak tentu arah. Dari urusan mur baut hingga urusan truk odong odong, dari urusan trayek hingga urusan rekanan. Bahkan topik mengenai keluarga dan teman  lama  (yang tak ada hubungannya dengan kerjaan) pun  banyak disinggung. Semakin siang obrolan seakan semakin menarik, tak tampak kebosanan  diantara kita. Terlebih saat Yudhi memesan beberapa gelas es lemon tea segar khas pangkalan.

Obrolan semakin hangat tatkala Waryo menyalakan musik dari salah satu mobil fuso. Sound sistem  truk  suaranya ternnyata sungguh luar biasa, tak kalah jika dibandingkan dengan diskotik “inul vista” misalnya. Sambil ngobrol imajinasi kami ternyata   larut bersamaan dengan sebuah lagu.

Mungkin ada lebih dari duapuluh lagu telah diputar. Ada lagu ‘KANGEN” yang dibawakan dengan apik oleh Achmad Dani dkk (Dewa 19). Sebuah lagu berjudul  Yogyakarta yang dinyanyikan  KLA Project seolah membawa kita melayang jauh tinggi di awang. Belum lagi lantunan  sederet artis seperti  Nicky Astria, Agnes Monica, Ariel NOAH, Pance Pondaah dan tentu saja Didi Kempot sebagai  artis vavorit sopir pangkalan.

Emosi terbawa larut oleh lantunan lagu. Beragam ekspresi dari teman teman terlihat dengan jelas. Waryo nampak matanya berkaca disaat mendengar suara merdu Didi Kempot. Beberapa tertegun disaat lagunya Dewa 19 berkumandang. Keceriaan kami  tumpah, tanpa sadar semua ikut bergoyang  disaat lagu dangdut berjudul Sahara terdengar dari balik kabin truk.

Sejenak terfikir, begitu powerfulkah sebuah lagu ? Hanya sebuah lagu ternyata mampu membuat seseorang menangis, tertawa, merenung, berjoget dan bermacam ekspresi lainnya.

Memang manfaatnya asa sih  lagu apa sih ?

Saya mencoba tanya ke teman teman tentang manfaat bernyanyi lewat  twitter, facebook dan group di BBM. Ternyata sungguh diluar dugaan. Beragam argumentasi dan alasan  cukup menarik untuk ditulis.

Bagi anak balita lagu sangat bermanfaat untuk melatih saraf motorik pada otak kanan. Otak kanan yang bersifat imajinatif artistik akan terpacu. Sehingga kelak dikemudian hari diharapkan  mampu melihat permasalahan secara imajinatif. Dengan bernyanyai, emosi seorang  anak yang relatif labil mampu untuk dikontrol.

Nyanyian dan suara ternyata mampu mengenalkan anak akan penambahan jumlah kosa kata, makna  dan pentingnya sebuah  karya sastra semenjak dini.  Puncak keceriaan dan puncak  kecerdasan seorang anak ternyata didapat disaat mereka bernyanyi.

Bagi orang dewasa menyanyi pun ternyata memberikan efek yang luar biasa. Beban berat pekerjaan dan   tekanan tanggungjawab profesi ternyata mampu dihilangkan dengan  menyanyi. Stres yang berkepanjangan hilang seketika disaat telinga mendengar  sebuah lagu. Rasa marah pun hilang dengan sendirinya  disaat suara adzan (suara panggilan sholat sebenarnya  juga sebuah nyanyian) terdengar.

Nyanyian  ternyata mampu membawa imajinasi dan khayalan kita mengarungi dunia lain menembus batas ruang dan waktu. Nyanyian mampu membawa kita  ke masa lalu yang menyenangkan atau  menembus batas   mengarungi masa depan.

Selain sebagai media hiburan dan ekspresi penyaluran  bakat, menyanyi pun bisa dijadikan sebuah profesi yang menjanjikan. Ketercukupan finansial,  ketenaran serta selebritas  terkadang  didapat oleh orang orang yang memiliki bakat dan talenta.

Akhirnya sebuah lagu, “dangdut surara kendang, rasa ingin begoyang”  terpaksa  membuat tulisan ini berakhir.

 

 

Butuh Jasa Cargo Murah ? Via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in intermezo and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Bernyanyi Buat Balita Sama Pentingnya Buat Orang Dewasa

  1. Pingback: Semoga Anak Anak Dirumah Tidak Diajarkan Bernyanyi “Iwak Peyek” | Lambangsarib's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s