Cara Salaman Jokowi Mampu Merebut Hati Warga DKI

Bersalaman atau berjabat tangan adalah salah satu aktivitas manusia yang mungkin sudah ada jauh sebelum manusia mengenal peradaban. Yaitu interaksi antar dua individu yang saling berpegangan tangan, dimana kedua telapak tangan saling bertemu dan menjabat erat.

Ternyata makna aktivitas manusia yang satu ini  cukup beragam. Seluruh makna kehidupan yang diawali atau diakhiri dengan salaman  pasti baik.  Salaman bisa terjadi kapan saja, disaat damai maupun disaat terjadi perseteruan. Salaman dalam keadaan damai menandakan eratnya sebuah persahabatan, sedangkan salaman disaat berseteru bermakna akhir dari permusuhan atau permohonan maaf. Ucapan Selamat biasanya juga diekspresikan dengan sebuah jabatan tangan. Bahkan untuk memulai sebuah perkenalan pun diawali dengan berjabat tangan.

Begitu bermanfaatnya sebuah jabat tangan, saya mencoba mengumpulkan beberapa  gambar bagaimana  cara Joko Widodo melakukan.

Kenapa Joko Widodo ?

Karena Joko Widodo saat ini adalah Gubernur DKI Jakarta, yang sebelumnya  menjabat  walikota Solo. Jokowi (begitu dia biasa disapa) adalah fenomena. Sebagai orang kampung ternyata  ia mampu menakhlukkan hati rakyat jakarta. Kemampuannya merebut simpati mayoritas rakyat bukan dari kepandaian atau  hartanya, melainkan dari kesederhanaan dan prestasinya.

Prestasinya sewaktu menjabat walikota Solo sungguh teruji. Menjadi rujukan kota kota lain di Indonesia bahkan dunia. Solo mampu menempatkan diri sebagai kota yang bersih dari korupsi ditengah tengah negara yang korup. Solo benar benar mampu menjadi “spirit of java” yang sesungguhnya.

Keberhasilan Jokowi di Solo tidak hanya diakui di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. Beliau menjadi salah satu kandidat pemimpin daerah terbaik di dunia. Sungguh prestasi luar biasa yang layak diapresiasi.

Kesederhanaan beliau tercermin dari gaya bicara dan perilaku. Karakternya yang “nguwongke” mendapat tempat di hati masyarakat. Sesuai dengan falsafah jawa, “menang tanpo ngasorake” atau “menang tanpa merendahkan” benar benar ia yakini dan pegang teguh.

Cobalah tengok beberapa foto dibawah ini tentang bagaimana jokowi bersikap dan bersalaman. Bagaimana penghormatan beliau terhadap pemimpin, orang yang lebih tua, atau dengan rakyat jelata sekalipun.

Jokowi sedang bersalaman dengan rakyat kelas menengah kebawah. Pandangan mata, bahasa tubuh dan aura wajahnya mengekspresikan penghormatan.

 

 

Walaupun Jokowi sedang bersaing keras  dalam memenangkan Pilkada DKI Jakarta, namun ia tetap hormat pada Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Fauzy Bowo. Tak tampak sedikitpun raut permusuhan yang ada adalah senyum persahabatan.

 

 

Penghormatan jokowi terhadap “tokoh senior” dan orang yang dituakan sungguh luar biasa. Sebagai orang jawa tentu  ia tak sungkan sungkan untuk membungkuk atau bahkan hampir mencium tangan. Penghormatan semacam ini cukup lazim di jawa, terlebih lagi pada tradisi pesantren. Sang santri (murit) akan sungkem dan mencium tangan sang kyai dimanapun mereka bertemu.

 

Dengan teman sejawat, seumuran dan tim suksesnya seolah ia memperagakan “salam komando”. Salam persahabatan ini menandakan bersatunya antara seorang pemimpin dengan yang dipimpin. Manunggalnya pemimpin dengan rakyatnya.

 

Bersalaman dengan khalayak ramai, anak anak, ibu ibu, dewasa dan segala lapisan masyarakat berbaur bersama. Persahabatan, pertemanan, perasaan kebersamaan dalam suka maupun  duka.

 

 

Foto foto diatas begitu natural, begitu alami tanpa ada rekayasa. Dan ternyata sepenggal ceritera dalam gambar mampu memikat hati rakyat jakarta yang majemuk. Akhirnya warga DKI memilih ia untuk menjadi pemimpinnya.

Selamat datang pemimpin baru untuk Jakarta Baru yang lebih baik.

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in cinta, inspirasi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s