Jika Kau Mencintai Ibu, Apa Buktinya ?

Jika suatu saat ditanyakan apakah engkau mencintai ibumu ? Sebagai manusia normal pasti akan menjawab dengan spontan “YA”. Jika pertanyaan tersebut dilanjutkan, “apakah yang sudah anda lakukan untuk kebahagiaan ibu ?”. Jawabannya sangat beragam, bahkan ada yang  kesulitan untuk menjawab.

Saya teringat  seorang kawan  yang begitu mencintai ibu  melebihi  kecintaannya pada diri sendiri dan semua properti yang dimiki. Asalkan untuk ibu ia rela melakukan apa saja.

Ibu yang dicintai difonis  dokter mengidap “kangker hati” stadium empat. Hanya operasi satu satunya “kesempatan” untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Jika tindakan operasi tidak dilakukan, dokter memperkirakan   usianya tak akan lebih dari satu tahun.

Operasi pengangkatan kangker begitu besar biayanya. Puluhan juta rupiah tidaklah cukup, ratusan juta rupiah mesti dipersiapkan. Ia jual seluruh properti yang dimiliki hanya untuk sebuah harapan. Walau dokter tidak menjamin  operasi pengangkatan kangker sukses, ia tak perduli. Yang ada di fikirannya hanya harapan  kesembuhan.

Demi pengharapan Ia jual dua buah rumahnya yang lumayan besar di kawasan tebet. Dilegolah  mobil mewah  Mercedez dan  Toyota Inova kesayangannya. Hingga ia sendiri rela untuk mengontrak sebuah rumah petak.

Operasi pun dilakukan di RSCM Kencana – Jakarta. Dia minta dokter terbaik untuk melakukan tindakan. Dia sewakan kamar termahal untuk pra dan pasca operasi. Demi sang ibu ia berikan semua yang terbaik dan paling berkualitas.

Namun Tuhan berkata lain. Operasi tersebut gagal dan sang ibu tercinta wafat. Di hari pemakaman itu saya terakhir kali kertemu dengannya.

Kini setelah tiga tahun berlalu, tanpa sengaja saya bertemu lagi di sebuah warung tegal. Badannya tampak kurus kering dan lusuh. Ia yang dulu gagah dan kaya raya kini terlihat  hidup susah dalam penderitaan.

Ia mengatakan, “saya bangga dengan apa yang telah aku lakukan terhadap almarhumah”. “jangankan hanya harta benda yang kumiliki, nyawapun akan aku korbankan untuk kesembuhan ibu”.

Tanpa sadar airmataku  meleleh,  teringat  seorang perempuan renta  di kampung yang selalu merindu. Anaknya yang dulu lucu kini congkak dan sombong.

Terimakasih kawanku……

 

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in cinta and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s