Anak Jalanan Di Stasiun Manggarai

Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul 12 malam. Ketika sebagian besar dari kita sudah tertidur lelap di peraduan. Kehidupan seolah berhenti, makhluk hidup beristirahat untuk menyongsong esok pagi.

Namun berbeda dengan apa yang terjadi di stasiun Manggarai. Suasana masih ramai. Banyak anak balita masih tampak bermain. Ada yang bermain petak umpet, ada yang bermain bola dan ada yang bermain kejar kejaran. Mereka dengan riang bermain, tanpa beban, seolah ini siang hari.

Itulah sepenggal kehidupan anak anak jalanan di malam hari. Mereka tidak memiliki keluarga sebagai tempat labuhan hati. Keluarga yang semestinya mengayomi dan mendidiknya. Sebagai gantinya, teman teman sebaya mereka adalah keluarga.

Kadang kita dibuat jengkel oleh ulah anak anak jalanan ini. Mereka begitu jorok dan berperilaku liar. Mereka sama sekali tak mengerti sopan santun dan rasa hormat.

Namun jika kita mau sedikit merenung tentang bagaimana sedihnya mereka tanpa keluara. Tentang pedihnya penderitaan di usia balita. Tentang kejamnya kehidupan jalanan. Maka kejengkelan itu kan berganti dengan rasa iba.

Mereka tak mengenal rumah sebagai tempat berlindung. Bagi mereka, langit adalah atap rumahnya. Sementara itu bumi sebagai lantainya.

Rumahku istanaku, rumahku syurgaku. Adalah kata kata teramat indah yang tak kan pernah mereka fahami.

Umumnya anak anak jalanan di stasiun manggarai dirawat orang tua mereka (yang juga gelandangan) hingga umur 3 tahun. Ketika jabang bayi masih seumur orok, orang tua membawanya kesana kemari untuk mengemis. Kondisi bayi yang mengenaskan itu mengundang orang iba dan akhirnya memberi uang.

Namun jika sang anak sudah tumbuh besar hingga kira kira usia 3 tahun, ia tak bisa lagi untuk diajak mengemis. Orang orang yang dahulu menaruh iba, kini tidak lagi.

Saat itulah sang anak menjadi beban orang tua. Akhirnya si anak pun dibuang. Maka jadilah ia sebagai anak jalanan.

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in inspirasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s