Menulis : Warisan Turun Menurun Yang Mampu Merubah Alur Sejarah

Menulis adalah warisan turun temurun  semenjak awal peradaban manusia. Jika peradaban manusia mengalami evolusi, maka macam dan media tulisan pun mengalami hal yang sama. Tulisan dalam bentuk simbul simbul di jaman megalitikum, tulisan dalam bentuk artefak di jaman pra sejarah, hingga bentuk tulisan yang kita kenal  saat ini.

Media tempat menulis pun berevolusi. Dijaman megalitikum kita temukan “tulisan” dalam bentuk  simbul simbul dan tatanan batu besar. Dijaman pra sejarah tulisan tertoreh dalam bentuk artefak batuan candi. Hinga di jaman sejarah dikenal tulisan yang tertoreh pada kulit binatang, daun nipah, dan bebatuan. Yang terakhir adalah media kertas seperti saat ini.

Evolusi merupakan  perubahan yang konsisten dan tak pernah berhenti.  Saat ini kita berada pada masa transisi evolusi dari media kertas ke media internet. Kecenderungan menulis di dunia maya semakin hari semakin mewabah, sedikit demi sedikit meninggalkan tulisan diatas kertas. Dahulu penulis buku atau naskah sering disebut book writer, dan kini penulis internet disebut blogger.

Sebagian orang menulis karena  hobi, namun sebagian yang lain menjadikannya sebagai  sebuah mata  pencaharian. Umumnya mereka mendapatkan kertercukupan finansial daripadanya. Bahkan jutaan orang terkenal luas menembus batas geografis hanya dengan menulis. Jurnalis, pengarang buku dan blogger tingkat dunia bisa menjadi contoh menarik.

Aktivitas menulis bukan hanya hobi dan mata pencaharian semata. Terbukti bahwa menulis   mampu untuk merubah dunia. Dengan menulis, sebuah  ide bisa dijabarkan dan dibaca khalayak. Gagasan yang bagus tentu akan mengundang banyak orang untuk membaca dan mempengaruhinya.

Contoh  paling bagus untuk dikemukakan adalah buku  max havelaar. Sebuah novel karya Multatuli (Eduard Douwes Dekker), yang terbit  tahun 1860.  Novel ini dikenal sebagai catatan paling bagus yang dengan jelas dan lantang membeberkan nasib buruk rakyat Indonesia.

Novel ini begitu terkenal dan diakui menjadi salah satu warisan sastra terbaik di dunia. Karya sastra ini  menginspirasi para cerdik pandai untuk bangkit melawan penindasan pemerintah kolonial. Gerakan Budi Utomo lahir 1908, Sumpah pemuda diikrarkan tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Itu adalah rentetan panjang sejarah pengaruh buku karya Multatuli tersebut.

Dan kini warisan leluhur  itu   secara  konsisten diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Saat ini kita sedang berada dalam pengaruh karya sastra masa lalu. Saat ini kita sedang membuat sejarah. Saat ini kita sedang mencatat sejarah diri kita masing masing. Sebagai sebuah warisan bahwa kita pernah ada.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Motivasi, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s