Memulai Bisnis Dari Kaki Lima Hingga Bintang Lima Ala Jokowi

Joko Widodo adalah sosok yang paling banyak dibicarakan saat ini, bukan hanya di Jakarta namun juga  nasional. Dimulai dari kesuksesannya sebagai Walikota Solo yang dikenal bersih, anti korupsi dan  merakyat. Namanya semakin banyak dibicarakan saat mengenalkan mobil merek  Kiat Esemka, sebagai bentuk dukungan langsung seorang pejabat terhadap industri otomotif dalam negeri.

Rekam jejak membawanya   menjadi tokoh politik alternatif. Pesonanya tidak hanya menyilaukan masyarakat Solo. Ternyata masyarakat  DKI Jakarta menginginkannya  menjadi Gubernur pada Pilkada 20 september 2012.

Tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Jokowi (begitu ia sering dipanggil), sebenarnya adalah seorang pengusaha mebel. Ia merintis bisnis dari bawah,  kelas PKL (Pedagang Kaki Lima). Kemampuannya melihat peluang dan melakukan positioning pasar ekspor,  serta  differensiasi produk  menjadikan perusahaannya tumbuh pesat.

Apakah kiat Jokowi mengembangkan perusahaanya ?

Perlu dicatat disini bahwa perusahaan yang didirikannya PT. RAKABU tidak ada hubungannya sama sekali dengan jabatannya sebagai walikota. Bisnisnya dimulai sekitar tahun 1988 jauh sebelum ia terjun di dunia politik.

Tahap awal merintis usaha, Jokowi sangat menaati apa yang dinasihatkan sang  ibu, Sujiatmi. Nasehatnya agar disiplin dalam bekerja, datang di tempat kerja paling awal serta pulang kerumah terakhir, ia pegang teguh. Setiap hari Jokowi membersihkan sendiri lokasi usahanya. Menyapu, mengelap, mengepel dan seluruh aktivitas bersih bersih kantor ia jalani sendiri hingga enam tahun lamanya.

Sebagai pemimpin perusahaan ia memberi contoh dan teladan pada anak buahnya. Seolah ia hendak berkata, “tempat harus bersih, karena ia memberi kehidupan pada kita maka wajib hukumnya merawatnya”.

Lebih dari 20 tahun lamanya Jokowi bergelut dengan bisnis perkayuan. Bahkan nama Jokowi pun dia dapat dari seorang pelanggannya dari Perancis. Lalu apa kiatnya sehingga perusahaan kelas kaki lima bisa terupgrade menjadi kelas bintang lima ? Paling tidak ada tiga hal yang harus dipenuhi dalam memasuki pasar ekspor mebel.

  1. Kualitas barang harus bagus dan konsisten. Tidak mungkin berhasil dalam bisnis ekspor jika kualitas barang buruk. Konsistensi akan  kualitas barang  juga sebuah keharusan.
  2. Harga harus kompetitif atau murah. Jika harga yang ditawarkan mahal atau diatas harga kompetitor, maka cepat ataupun lambat pelanggan akan lari.
  3. On time Delivery adalah salah satu sarat mutlak yang harus dipenuhi. Tepat waktu dalam proses produksi maupun dan tepat waktu dalam proses transportasi pengiriman barang.

Salah satu teladan yang diberikan Jokowi pada kita adalah bahwa bisnis harus dimulai dari bawah. Melakukan perbaikan produk untuk tetap bertahan dan posisioning untuk pengembangan usaha. Tidak perlu menggantungkan pada penguasa untuk memulai usaha. Keyakinan, tekad dan kemauan adalah satu satunya tempat bergantung. Dan terakhir adalah ridlo Tuhan dan orang tua sebagai penentu.

 

 

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Motivasi, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s