Hal Kecil Ternyata Mampu Merubah “ZERO” Menjadi “HERO”

Ditahun 2001 seseorang sebut saja namanya Nana berani mengambil sebuah keputusan yang mungkin sangat sepele. Namun kadang kala justru keputusan kecil  yang mampu merubah jalan kehidupan. Keputusan remeh yang mampu merubah zero menjadi hero. Keputusan yang hanya dipandang sebelah mata membawa perubahan yang luar biasa.

Waktu itu Nana masih menjadi salesman di bella transindo. Sebuah perusahaan jasa cargo lokal yang baru tumbuh.  Disaat sedang enak enaknya istirahat siang  di Masjid Istiqlal selepas  sholat lohor, tiba tiba hanphone nokia 115 berbunyi, seorang pelanggan yang bernama Ella menelpon.

Begitu ia angkat telpon, bukan selamat siang atau ucapan assalamualaikum sebagai pembuka. Namun omelan dengan kemarahana yang memuncak terdengar dari kejauhan. Dengan sabar Nana dengarkan seluruh omelannya sekitar lima menit lamanya.

Bisa difahami kemarahan  Ella begitu memuncak. Masalahnya barang kirimannya seharga ratusan juta rupiah hilang entah kemana . Sudah dua minggu barang itu raib tak ketahuan dimana  rimbanya.

Setelah keluar semua unek unek kemarahannya, barulah Nana mulai berani bertanya. Maaf bu, “apa yang bisa saya bantu ?,  Kalau ibu Ella tidak keberatan bolehkah saya datang untuk menjelaskan duduk persoalannya” . Begitulah kira kira yang diucapkan Nana.

“Ya ! datang aja kesini, Sekarang ! saya tunggu !”, begitulah bentaknya sambil membanting gagang telpon.

Sejam kemudian Nana datang ke kantor Ella. Begitu masuk ruangan, paling tidak ada 3 orang lain sudah menunggu. Mereka adalah seorang Manager logistik, seorang  Manager Pemasaran dan seorang lagi bagian Operasional Cargo.

Setelah sedikit basa basi dan mempersilahkan minum, ketiga orang tersebut membuka pembicaraan. Keempat orang bergiliran bicara dan semuanya dengan nada marah. Mereka menunjukkan bukti pengiriman dan fakta fakta kesalahan bella transindo tempat nana bekerja. Kesimpulannya adalah perusahaan  lalai dalam handling barang yang menyebabkan barang ratusan juta rupiah “hilang”.

Setelah semua selesai bicara marah, Nana yang sendirian berkata, “Ibu Ella mohon maaf, sejujurnya saya sangat susah untuk menjawab ini”. “Sebenarnya saya sudah sebulan ini keluar dari Bella Transindo, sehingga saya tidak memiliki  akses lagi ke perusahaan. Namun saya tetap akan bantu ibu dan bapak untuk menyelesaikan masalah ini”. Beri waktu saya dua hari untuk menyelesaikannya.

Tidak ada perdebatan. Tidak ada adu argumentasi. Yang ada hanyalah seorang bersalah dihakimi empat orang sekaligus dalam ruangan. Mungkin karena kasihan, Ella tak berlama lama melakukan pertemuan ini. Namun ia meminta Nana datang lagi dua hari kemudian.

Hari berikutnya Nana datang ke bella transindo untuk membantu melacak keberadaan barang. Setelah kasak kusuk dan telpon sana sini seharian, akhirnya barang yang hilang  bisa dilacak dan diketemukan. Kesalahan input data menyebabkan barang yang harusnya ke Banjarnegara  terkirim ke Banjarmasin. Karena ketidak cermatan bagian  operasional barang salah kirim. Mungkin karena sama sama “banjar”

Esoknya Nana menemui Ella untuk meminta maaf atas keterlambatan pengiriman dan menjelaskan duduk persoalannya. Setelah Ella mendengar seluruh permintaan maaf dan klarifikasi kehilangan barang, semuanya pun dianggap clear. Pertemuan yang awalnya tegang pun  mencair. Tak ada lagi kemarahan yang tersisa, yang ada hanyalah senyum kepuasan. Nana puas telah melayani pelanggan dengan profesionan dan Ella puas karena barangnya diketemukan.

Setelah mempersilahkan minum teh hangat yang sudah dihidangkan diatas meja, pembicaraan pun berubah topik.  Ella  memulai sebuah pembicaran kecil yang berimbas sungguh luar biasa terhadap diri pribadi Nana.

Ella : Ngomong ngomong, kenapa bapak keluar kerja  ?

Nana : Tidak apa apa bu, sudah suratan takdir saya. Tapi saya keluar baik baik bu, jadi  kalau besok lusa  ada problem berkenaan dengan bella transindo InsyaAllah saya tetap bisa membantu.

Ella : Kenapa bapak tidak usaha sendiri saja ? Saya mempercayai bapak kok, bukan mempercayai bella transindo tempat bapak bekerja.

Setelah berfikir beberapa menit, akhirnya Nana menjawab.

Nana : Memang ibu percaya saya ?

Ella : Iya pak, saya lebih percaya bapak dibanding bella transindo

Nana : Tapi legalitas hukum saya tidak ada, kantor dan infrastrukturnya saya  tidak punya. Bagaimana mungkin ?

Ella : Tidak mengapa pak, semuanya bisa dilengkapi sambil jalan. Apa yang bisa bapak kerjakan, silahkan diambil. Saya akan bantu bicara ke manajemen.

Nana : Wah…. terimakasih banyak bu Ella. Lalu kapan kira kira saya bisa memulai ?

Ella : Hari ini pak. Saya tak mau buang buang waktu hanya untuk menunggu.

Nah, itu sekelumit kisah  awal berdirinya CSM Cargo seperti yang kita kenal saat ini. Hal hal  kecil ternyata mampu merubah hal hal tak terduga menjadi luar biasa.

 

Butuh jasa cargo murah ? Via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s