Armada Transportasi Baru Vs Armada Transportasi Bekas

Diawali dengan status Detik News : PT KAI Datangkan 20 Gerbong Komuter Bekas dari Jepang. Dalam link artikel ini  http://bit.ly/UJe7XK    memuat artikel tentang PT. KAI (Kereta Api Indonesia) Commuter Jabodetabek yang mendatangkan 20 gerbong penumpang second dari perusahaan kereta api Jepang Tokyo Metro Lite.

Ternyata twit tersebut mengundang perdebatan yang cukup hangat. Saya mencoba menyimak  pembicaraan di lini masa  dengan memasukkan kata kunci “gerbong bekas”. Ternyata ramai juga komentar dari twitterland. Namun yang membuat saya heran adalah mayoritas RT (retwit) seolah bernada negatif atau minor.

Terfikir dalam benak saya, adakah yang salah dengan barang bekas ?

Saya sama sekali bukan ahli perkeretaapian. Saya pun bukan seorang ekonom yang mampu menghitung angka anka matematis ekonomi. Namun saya hanyalah seseorang yang bergelut di bidang jasa transportasi darat, dalam hal ini trucking.

Memang benar adanya bahwa kereta api berbeda dengan truk. Benar pula bahwa bisnis kereta api yang padat modal tak mungkin disamakan dengan bisnis trucking, apalagi hanya dengan 1 – 2 unit armada. Namun disini saya coba membandingkan bisnis trucking menggunakan  truk bekas dan truk baru.

Truk Baru memiliki cukup banyak keuntungan, diantaranya adalah :

  • Kondisi mobil prima dan bagus
  • Biaya perawatan hampir nol untuk 3 tahun pertama
  • Tidak membutuhkan montir untuk jaga jaga jika terjadi kendala mesin.

Sementara satu satunya kekurangan truk baru adalah investasinya yang cukup mahal.

Untuk truk bekas memiliki banyak  kekurangan, diantaranya adalah :

  • Kondisi mobil  akan prima  jika dilakukan perawatan berkala
  • Biaya perawatan akan timbul disaat pertama kali mengoperasikan armada tersebut.
  • Membutuhkan montir untuk stand bye jika sewaktu waktu terjadi kendala mesin

Adapun keuntungan mobil bekas adalah biaya investasinya minim atau rendah.

Hal diatas adalah fakta fakta yang terjadi jika mennggunakan mobil baru ataupun mobil bekas. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membandingkan mobil baru dan mobil bekas adalah sebagai berikut :

  • Ongkos sewa pelanggan pada penyedia jasa untuk mobil bekas dan mobil baru relatif sama. Misalkan ongkos sewa truk baru dari Jakarta ke Bandung untuk mobil baru Rp. 1,000,000,- / rit, maka ongkos sewa truk bekas untuk tujuan yang sama tarifnya pun sama.
  • Mobil bekas membutuhkan biaya perawatan jika mobil “narik” atau ada muatan. Jika mobil tidak ada muatan, maka biaya perawatan menjadi nol.
  • Mobil baru hampir tidak membutuhkan biaya perawatan, namun membutuhkan biaya leasing atau kredit. Prinsip leasing adalah, mobil  ada muatan ataupun tidak tetap saja membayar cicilan.

 

 

Membutuhkan jasa cargo murah ? Vie twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in kereta api and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s