Kemenangan Jokowi Ahok Adalah Kemenangan Kita Warga DKI Jakarta

Kemarin tanggal 20 September 20012 di Jakarta ada perhelatan  besar untuk masa depan kota ini, pling tidak untuk lima tahun kedepan. Sebuah PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) putaran kedua untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan rakyat.

Dalam Pilkada kali ini Joko Widodo (sering disapa Jokowi) yang berpasangan dengan Basuki Cahaya Purnama (sering disapa Ahok) memenangkan perhelatan  ini. mengalahkan incumbent Fauzi Bowo (sering disapa dengan Bang Foke) yang bepasangan dengan Nachrowi Ramli (sering disapa Bang Nara).

Kemarin adalah saat pesta demokrasi atau pesta rakyat yang sebenarnya. Hari dimana para kandidat meminta restu rakyat untuk memimpin. Rakyat adalah satu satunya penentu  sekaligus juri  yang jujur, adil  dan  transparan. Rakyat yang paling berdaulat, bukan kalangan elit, bukan kalangan cerdik pandai, bukan pula politikus. Partai politik dan Ormas (Organisasi Massa) yang selama ini mengklaim diri  mewakili rakyat, tak berarti apa apa.

Lalu kemenangan siapakah hal ini sebenarnya ?

Pertama, ini adalah kemenangan rakyat DKI Jakarta. Pilkada kali ini bukanlah sebuah peperangan, melainkan sebuah perlombaan. Peperangan menghasilkan satu kemenangan di satu pihak dan kekalahan di pihak lain. Pemenang sering dianalogikan dengan pahlawan sementara dipihak lain seringkali disebut pemberontak.

Lain halnya jika proses pilkada kita sebut sebagai perlombaan. Memang benar, selalu ada yang kalah dan ada yang menang dalam sebuah perlombaan. Namun maknanya agak sedikit berbeda. Esensi sebuah perlombaan adalah kemenangan untuk tetap seportif. Seportivitas menjadi landasan utama dalam setiap perlombaan.

Oleh sebab itu, kemenangan Jokowi kemarin adalah kemenagan kolektif masyarakat Jakarta. Kedua kandidat beserta pasangannya masing masing berlomba mendapatkan hati rakyat. Kedua kandidat mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan itu. Mereka berdua berlomba dengan sportif dan rakyat telah menentukannya. Pilihan rakyat adalah kemenangan rakyat.

Kedua adalah kemenangan ummat islam. Apa hubungannya kemenangan Jokowi dengan kemenangan ummat Islam ? Berikut ini beberapa argumentasi yang bisa disajikan.

  • Fakta bahwa warga DKI jakarta yang beragama Islam sekitar 80%. Sehingga apapun yang dilaksanakan tanpa dukungan dan peran serta aktif masyarakat muslim bisa dipastikan  gagal.
  • Umat Islam  di Jakarta tidak  terprovokasi oleh segelintir elit pimpinan  ormas dan segelintir elit politikus yang mengembangkan isu sensitif. Beberapa dari mereka sudah pada taraf yang mengkhawatirkan  dengan mengkafirkan sesama. Masyarakat muslim yang tidak terprovokasi sektarianisme tersebut menjadi bukti bahwa kemenangan Jokowi adalah kemenangan ummat Islam.
  • Ummat Islam di Jakarta sudah sangat dewasa dan maju pola fikirnya. Keberanian memilih Ahok yang beretnis cina dan beragama kristen sebagai wakil Gubernur mencerminkan hal itu. Perbedaan adalah rahmad, perbedaan adalah sunatullah dan perbedaan itu ada agar kita bisa saling menghargai.

Ketiga adalah kemenangan incumbent Bapak Fauzi Bowo. Ketika masa kampanye dan debat kandidat di televisi kita bisa saksikan bagaimana kedua kandidat saling sindir dan terkesan bermusuhan. permusuhan mereka seolah tak mungkin bisa disatukan. Begitupun dengan tim sukses masing masing kandidat. Bukan hanya di dunia nyata, didunia maya bahkan jauh lebih menggila.

Kemarin kita bisa menyaksikan bersama di televisi bagaimana Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli begitu gentlenya mengakui kemenangan lawan mereka. Bahkan Foke langsung menelpon Jokowi  secara pribadi dan mengucapkan selamat atas kemenangnannya. Itu sungguh luar biasa !  Cerminan pribadi penuh pesona dengan  kualitas sebenarnya seorang pemimpin.

Setelah jumpa pers Foke – Nara yang menyampaikan kekalahannya. Setelah jumpa pers Jokowi – Ahok yang menyampaikan pidato kemenangannya. Publik jakata yang sempat terkotak kotak pun mencair. Tak ada lagi rivalitas, tak ada lagi sindir dan ejek, tak ada lagi batas batas SARA, tak ada lagi isu Betawi – Non Betawi. Semua melebur menjadi satu, warga DKI Jakarta.

Kini masyarakat Jakarta memiliki peminpun baru, sesuai jingle “jakarta baru”. Ini awal yang baik di DKI Jakarta. Era baru dimulai. Selamat datang Joko Widodo dan Basuki Cahaya Purnama sebagai pemimpin dan panutan kami.  Satu hal yang pasti bahwa kami tak akan lupa janji janji anda hingga 5 tahun kedepan.

 

Membutuhkan jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kemenangan Jokowi Ahok Adalah Kemenangan Kita Warga DKI Jakarta

  1. Pingback: Kemenangan Jokowi Jadi Motivasi PDIP Karanganyar | bijak.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s