Ridlo orang tua dan istri dalam mengais rejeki

Terkadang kita merasa sudah bekerja keras, berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah terbenam. Berulang terus menerus 7 hari dalam seminggu, hingga berbilang tahun. Ibarat kaki dipakai kepala dan kepala dipakai kaki.

Kita pun sudah mencoba untuk seloyal mungkin pada atasan, boss dan pelanggan. Ternyata itu pun serasa tak mampu untuk mendatangkan rejeki yang cukup.

Sebuah pertanyaan tersirat, adakah yang salah ?

Pernahkah kita mencoba untuk “berfikir diluar kebiasaan dalam mencari nafkah ?

Maksud saya, yuk kita coba untuk tidak hanya berfokus pada cara cara monoton dalam mengais rejeki.

Salah satu cara yg paling gampang adalah dengan meminta do’a kedua orang tua dan mertua. Bukankah ridlo Tuhan sangat tergantung pada ridlo orang tua ? Jika orang tua meridloi kita untuk kaya, maka tak ada alasan bagi Tuhan untuk menyegerakannya bukan ?

Mohonlah do’a suami (istri) dan anak anak kita setiap hari sebelum berangkat menjemput rejeki. Jika salah satunya masih tidur, tunggulah hingga ia bangun. Do’a mereka membuat kita lebih termotivasi. Do’a kita sendiri seolah bersayap dan semakin kuat dengan bantuan do’a mereka.

Tidak perlu membuat pekerjaan terasa lebih penting dibanding keluarga. Pekerjaan kantor teramat sepele jika dibanding melihat senyuman orang orang tercinta dipagi hari bukan ?

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s