Ayah…, Dalam Sepi Kurindu

Blora. Hari Jum’at 9 Januari 2015  adalah tanggal paling bersejarah. Bukan  saja buatku, melainkan pula buat anak, istri, kakak, adik, ibu dan seluruh keluarga besar kami. Hari yang tak akan pernah kami lupakan, selama hayat masih dikandung badan. Sayup sayup … Continue reading

Gallery | Tagged , , , | 17 Comments

Cinta Pertama

“Pak ni kiky cantik ni cantik pak..,” kata istriku saat menyisir rambut anaknya. Dibalut kehangatan sinar matahari pagi yang menyeruak masuk.  Menembus barier dedaunan lebat di belakang rumah. Aroma embun pagi menyempurnakan kehangatan. “Iya, kiky dah besar, kakinya sudah panjang…, … Continue reading

Gallery | Tagged , , , , | 6 Comments

Keluarga Adalah Benteng Terakhir

“Moco ae sih pak ? Moco  kok ra wis wis ?” tanya istriku kesal. “Ikilo sitik meneh,” jawabku sekenanya, tanpa menoleh. Tetap duduk dan menenggelamkan diri pada lautan kata yang tertoreh di sebuah harian ibu kota. Adalah kebiasaanku, menghabiskan waktu … Continue reading

Gallery | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Hati Hati Berkata Kasar Pada Anak

“Pak tulung  jemurin doong…?” Pinta istriku,  sambil terus menyetrika tiga keranjang baju.  Nada suaranya lemah, penuh harap. Sejenak aku menahan nafas, dengan kemalasan kututup buku berjudul “20 kunci sukses Tony Fernandes” ditangan. Ditengah suhu udara dingin Jakarta setelah dua hari … Continue reading

Gallery | Tagged , , , , , , | 11 Comments

Lomba Menggambar

Minggu pagi kali ini toko buku Gramedia lebih ramai dibanding hari biasanya. Tak hanya itu, gedung kelompok usaha kepunyaan Yacob Utama ini buka lebih awal. Koridor dan fungsional room dipenuhi anak anak hingga usia SD.

Pagi ini ada acara lomba melukis bagi anak anak. Beberapa tampak bergerombol dengan seragam salah satu sekolah. Banyak orang tua bersama anak mereka menggambar bersama. Sungguh membahagiakan melihat keluarga keluarga penuh  keceriaan ini.

Aku duduk di slah satu satu sudut lantai empat. Dari balik kaca tebal memperhatikan anakku yang tengah asik menggambar di lantai tiga.

Menurutku, mengajarkan  anak sedini mungkin mengikuti lomba itu baik. Selain untuk mengenalkan dunia yang lebih luas, acara ini tentunya mampu menumbuhkan kepercayaan diri.

Akan tetapi, kadangkala banyak orang tua yang salah memaknai lomba. Mereka umumnya mengharapkan anaknya menjadi juara. Menjadi yang terbaik. Lebih unggul diatas segalanya.

Berkeinginan  agar anak menjadi juara tidak salah.  Yang kurang tepat adalah memaksa anak  harus menjadi terbaik. Apalagi jika disertai egoisme orang tua yang ingin membanggakan diri karena menjadi orang tua hebat.

Anak memiliki dunianya sendiri. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Anak bukanlah media untuk orang tua memenuhi ambisi yang tak tercapai.

Sejatinya, anakmu bukanlah anakmu. Sukmanya selalu liar,  kan lepas dari genggaman.

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment