“Pak, enyum pak….. enyuuum. kiky mau oto …”, kata anakku sambil berteriak.
Aku tutup buku travel writer hadiah dari mamamultitalent yang sedang dibaca. Dengan senyum aku pandangi wajahnya. Binar pandangan mata khas ibunya. Warna kulit sawo matang, mirip kulitku. Rambutnya lurus dan hitam. Kucir satu diatas kepala layaknya sebuah air mancur bunderan HI.
Tangan kanannya memegang sebuah black berry. Masih dengan gaya yang sama ia berdiri tepat dihadapanku. Gaya itu mengingatkan sosok yang pernah menghebohkan dunia penegakan hukum, Gayus Tambunan.
“Pak, enyum pak…. enyuuum. Kiky mau oto….”, untuk kedua kalinya ia memintaku tersenyum dan berpose. Aku paham, ia berharap bapaknya sebagai model.
“Klek…..”, suara itu keluar dari ponsel disertai kilatan cahaya blitz menyilaukan.
“Nih….., pak otonya adi….”, tangan kanannya menyodorkan ponsel itu. Dengan bangga ia tunjukkan karyanya.
“Pinter….., kamu pinter nduk. Sini, ayuk gendong sama bapak”. Kuangkat tubuhnya yang hampir 14 kg. Memeluk sebagai apresiasi dan menggendongnya sebagai ekspresi cinta. Entah untuk berapa lama ia ada digendongan. Kami menikmati kebersamaan. Kami tidak mau kehilangan momen indah ini.
“Hampir tiga tahun ! Sebentar lagi kamu tiga tahun nduk”, gumamku dalam hati.
Di usia segitu, kamu sudah mampu mengambil foto dari black berry. Memencet mencet fitur untuk mencari foto dan video. Merekam suara dan mencari lagu “kasih ibu” pun mampu kamu demonstrasikan.
Aku tahu bahwa kamu belum bisa membaca, mengeja ABCDFG pun kamu sama sekali belum faham.
Ingatan anak balita memang luar biasa. Kemampuannya mengingat logo dan simbol melebihi kemampuan orang dewasa. Puluhan aplikasi games android semuanya terekam sangat baik di memorimu.
“Nduk, bapak harus semakin berhati hati. Internet layaknya sebuah pisau. Manfaat dan mudharatnya ada. Kewajibanku sebagai orang tua adalah mengenalkan mana manfaat dan mana mudhorot. Semoga kelak kamu mampu membedakan keduanya”.
—@lambangsarib—
.
Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo


Anak kicik skr udh pinter ya motret hehe
Mungkin kelak akan lebih cepat dewasa.
di umur segitu saya cuma bisa gambar pak,,,
entah di kertas atau di tembok rumah…
Aku dulu masih umbelen, masih mandi di kali.
wah mandi di kali,,, ciri khas perdesaan ya pak,,,
klu kali di tempat saya gak bisa buat mandi pak…
Haha….. “barang siapa semasa anak anak tidak pernah mandi di kali, termasuk orang merugi,….”
wah saya termasuk merugi dong pak…
lha kali di tempat saya sudah bercampur limbah pak sejak saya lahir,,,
Sekali waktu datangnya ke kampung samin. Hiruplah udara yang dihirup leluhurmu. Makanlah hasil bumi dari tanah leluhurmu. Kelak kamu kan mengetahui, bahwa sebaik baik generasi penerus adalah yang menuliskan sejarah pendahulunya.
haha……
kampung samin dimana itu pak….
leluhur saya ada di banyuwangi dan tulung agung pak, bukan di samin… hahahahahha
Dimana ada hutan jati, disitu ada pengaruh saminisme. Karena ajaran ini menolak kapitalisme perluasan hutan jati oleh pemerintah kolonia.
di perbatasan lamongan dan jombang ada hutan jati yang lumayan luas pak… berarti di sana juga ada pengaruh saminisme ya pak…
Saya meyakini ada.
dunia semakin canggih aja, anak tiga tahun sudah bisa moto dari BB
yang tuaan aja masih nunaknunuk pencet2 tombol …
Memori anak anak sangat luar bias. Pengguna otak kanan sempurna.
Anak jaman sekarang cepet melek teknologi ya?
Kiky, main sama Kak Syifa dan dek Reina sini lhoo..
Hehehe…. Kok tidak pernah ditulis kakanya ?
Anak2 jaman sekrang melek teknologi, walau msh balita cepat tahu cara pakai gadget, kalah org dewasa hehehe.
kita kalah dalam menghafal simbol
Semoga Kiky sehat selalu mas. :’)
Memang kudu ati-ati sama internet Mas..
amiiin….. ayuk sama sama belajar.
Ahh..Kiky memang anak pinter…..
Sebagai orang tua masa kini memang beban lebih berat mengawasi segala hal di sekitar kita Pak..
Kita produk masa lalu, anak anak produk hari ini untuk masa depan.
anak-anak sekarang pinter-pinter ya pk …
iya….