Nduk, pagi ini linimasa di internet mengharu biru dunia maya. Berita cukup menarik tampaknya akan menggema sepanjang hari ini. Netter sedang menggalang kekuatan dengan tagar #OpFreeWildan
Mungkin setelah 15 tahun lagi dari sekarang kamu baru mengerti maksud tulisan bapak ini. Tapi tidak mengapa nduk, bapak hanya menceritakan saja.
Nduk, situs presiden kita yang beralamat di http://www.presidensby.info telah diretas seseorang. Informasi pagi ini diketahui bahwa peretasnya bernama Wildan Yani Ashari. Seorang anak muda berusia 22 tahun, lulusan sebuah STM Bangunan Sipil di Jember.
Sekali lagi bapak teringat akan kata kata Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Atau kata katanya yang lain, “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”
Bapak juga teringat kata kata sahabat kakekmu, Pramoedya Ananta Toer, “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak. Karena fungsi hidupnya hanya beternak diri”.
Nduk, kelak 15 atau 20 tahun yang akan datang maka kamu akan menjadi seorang pemuda. Seperti kata Iwan Fals, “tinjulah congkaknya dunia, buah hatiku”. Jika kamu sekarang baru bisa menangis, menangislah yang keras janganlah ragu.
Ketahuilah nduk, bahwa Wildan ini sehari harinya bekerja sebagai penjaga warnet. Dia pasti seorang pemuda yang pintar. Dia seorang pemuda yang berfikir dan berkarya melebihi kemampuan teman teman sebaya.
Bapak juga ingin mengingatkan nduk, bahwa Gerakan Muhammadiyah dulu didirikan oleh seorang pemuda berusia 44 tahun, bernama Achmad Dahlan pada tanggal 18 Nopember 1912.
Sementara itu Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang – Jawa Timur di usia 24 tahun. Pondok pesantren ini sudah memiliki jutaan alumni dan menjadi Pondok Pesantren terbesar di Jawa Timur hingga saat ini.
Sukarno, Achmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari adalah contoh pemuda pemuda hebat pada masanya. Mereka terbukti lebih maju dalam berfikir dan bertindak dibandingkan rekan rekan seusianya. Mereka adalah generasi unggulah anak negeri yang layak kamu tauladani nduk. Mereka adalah pemuda visioner, yang mampu merubah sejarah dan peradaban.
Bayangkan jika tidak ada Soekarno, mungkin hari ini kita masih dijajah Belanda. Bayangkan jika tidak ada Achmad Dahlan, mungkin ribuan lembaga pendidikan islam moderen itu tidak pernah ada. Bayangkan jika tidak ada Hasyim Asy’ari, mungkin tidak ada pondok pesantren di negeri ini.
Camkan itu nduk, dan berbuatlah sesuatu untuk kemaslahatan banyak orang.
Nduk, situs seharga milyaran rupiah dengan uang negara tersebut mampu dijebol seorang Wildan. Ia mengganti tampilan asli halaman situs dengan menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau “Hacked by MJL007″. Bagian bawah tertera logo “Jemberhacker Team” berwarna putih.
Layakya sebuah perang nduk, penangkapan Wildan ini memicu reaksi keras kelompok hacker internasional terkemuka, Anonymous. Mereka menyatakan “perang” terhadap Pemerintah Republik Indonesia dengan menumbangkan situs-situs berdomain ‘.go.id‘.
Sejak Semalam hingga pagi ini lebih tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-deface alias diganti tampilan berisi pesan peringatan. Situs-situs yang sudah dilumpuhkan antara lain beberapa sub domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenkumham, Depsos, dan Kemenparekraf, bahkan Indonesia.go.id. (Sumber : Kompas.com).
Layaknya sebuah kejahatan global, mereka pun meninggalkan pesan. Pesan yang disampaikan adalah, “Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon,”
Nduk, Wildan itu salah. Tidak selayaknya ia menggunakan kepintarannya untuk melakukan hal bodoh tersebut.
Namun nduk, ijinkan bapak untuk mengkritisi pemerintah juga. Seharusnya pemerintah merangkul jutaan wildan – wildan lain yang tersebar di pelosok negeri. Rekrut mereka untuk menjadi tentara tentara tangguh dimanas depan. Tentara Cyber yang mungkin akan dibutuhkan dalam beberapa tahun kedepan.
Lebih bagus mengarahkan mereka, dibanding memenjarakannya. Penjara bukanlah tempat terbaik buat anak anak pandai. Penjara tidak bisa membungkam mereka. Penjara hanya mampu membatasi ruang gerak fisik, namun tidak mungkin membatasi kepak sayap pikiran.
Buya Hamka mampu menyelesaikan tafsir Al Azhar karena dipenjara. Sukarno menjadi militan dan menulis banyak buku menginspirasi karena dipenjara. Pramoedya mencetak lusinan tulisan juga ketika diasaingkan ke Pulau Buru. Bahkan sahabat bapak yang bernama RM. B. Laksmono kini menjadi seorang novelis setelah mendekam lama di LP Cipinang.
— @lambangsarib —


Buah simalakama juga buat pemerintah, karena UU ITE sudah disahkan, dan aturan harus diikuti.
Wildan menurut saya memang salah, karena melanggar pasal dalam UU ITE mengenai akses tanpa ijin, sehingga harus menerima segala resikonya.
Tapi ini tamparan buat pemerintah yg mengadakan proyek milyaran tapi sistemnya lemah.
Jadi jalan tengahnya adalah putusan pengadilan tetap diberikan sesuai UU yang berlaku, dan kemudian Presiden memberikan pengampunan agar Wildan bisa bebas kemudian masuk ke dalam program pembinaan, misalnya dipekerjakan sebagai staf IT di lembaga pemerintah, minimal sbg IT support selama masa pembinaan.
yang jadi menyesakkan adalah koruptor yang nyata nyata bermufakat buruk mencuri uang negara hukumannya 4 tahun, sementara peretas 12 tahun.
Saya tidak faham dengan logika hukumnya pak.
bener mas… di sini logika hukumnya memang aneh… saya sebagai orang awam juga gak ngerti itung2an lamanya masa tahanan itu gimana… koq ya rasanya gak adil… atau “tergantung” sesuatunya..
Denda 12 M dan 12 tahun kurungan buat wildan ? wow……
Hukum dunia selalu tajam kebawah dan tumpul keatas.
Hmm,.. bener banget om, ibarat kata pemuda2 wildan indonesia miss komunikasi dg pemerintah jadi yaa, pemudanya berontak tapi pemerintah cuma menyalahkan,.. coba mereka bisa berembuk dan bekerjasama ya om
sepakat, lha wong anak cerdik pintar kok ditahan. Ayak ayak wae…….
Hehhee…. itu nnti kalo dia udah gak ditahan bisa jadi suatu hari nnti membobol lagi, krna smkin kesel dg pemerintah
Bisa jadi begitu dia keluar ada perusahaan asing diluar negri sana yang merekrutnya.
Nah, pilih mana….
Waaa jangan donk,… masa orang Indonesia yang pinter2 diambil negara lain semua, mau jadi apa Indonesia
Kalau kita tidak bisa mengapresiasi, itu yang akan terjadi.
Ada teman yang tidak mau pulang ke Indonesia hanya karena dia tidak dihargai sebagai professional.,
sayang sekali ya om
Wildan secara prinsip salah
tapi jujur saya juga pengen punya kemampuan kayak diaa…
Benar, wildan salah. Pemerintah lebih salah lagi,
hmm.. berarti aku harus dipenjara dulu kali ya.. #loh
Hahaha…… hm…. boleh juga sih.
Bagaiamanapun sebuah kesalahan harus di hukum. Hukuman dijatuhkan karena kesalahannya. Akan tetapi keadilan juga perlu ditegakkan, karena rasa keadilan adalah yg utama dalam hidup manusia. Hakim harus mengerti mana yg perlu di hukum berat, mana yang dihukum ringan.
Jika saja Wildan meretas situs milik orang biasa mungkin tidak seheboh ini. Wildan hanyalah seseorang yang ibarat pendekar baru keluar dari padepokan dan ingin menunjukkan eksistensinya dalam dunia per-hackeran. Satu pesan moral yang saya dapatkan dari kasus ini “Gunakanlah kepandaian dan kepintaran untuk sesuatu yang bermanfaat dan kemaslahatan orang banyak”. Salam sukses buat semua
Pintar tapi tidak berkarakter jadinya begini nich
Pemerintah tidak memberikan wadah atau saluran. Menurut saya dia malah berkarakter.
Jika berkarakter pastinya kepintarannya dipake untuk sesuatu yang bermanfaat pak
*ngeyel.com*
MUngkinkah maksudnya baik ? dia melakukan itu untuk memberitahukan ke kita bahwa situs2 di negeri ini sangat rawan. Tak terkecuali situs presiden.
Kalau ditulis di blog, mungkin banyak orang mencibir. Jika langsung spt saat ini, orang akan terbelalak dan membenarkan teorinya.
Sebatas diskusi dan berbagi dari sudut pandang yang lain……
Semoga penyelesaian terbaik bisa diperoleh mas buat kasus ini…
Semoga yah…. demi anak negeri.
Anak yg pinter tapi……………..
cerdas
Semoga bisa di ambil hikmah dengan kejadian seperti ini, buat Pemerintah juga bagi para pemuda ..
yes….
Jadi hidup itu ga cukup hanya pintar, tapi juga harus benar…
Benar ga pintar juga gpp… Cerdas aja cukup. Xixixi…
bingung, maksude ?
Hehe…
Sepertinya akan jadi sosok yang baik kalau orang itu benar (lurus) meski tidak pintar Pak.
Tapi kalau pintar tapi tidak benar, pasti akan merugikan orang lain selain merugikan diri sendiri, salah satu contonya itu ya koruptor2 itu…
hehe…. sepakat
Benar kata Pak Iwan, di satu sisi, Wildan itu memang bersalah telah melanggar. Tapi memang jadi pertanyaan – dan ini diangkat komunitas hack itu – kenapa web itu begitu rentan. Buktinya bisa dihack oleh Wildan.
Saya jadi ingat film Catch Me If You Can, dimainkan oleh Leonardo Di Caprio. Nama tokohnya saya lupa, tapi tokoh utama (Leo) ini merupakan penipu. Dia memalsukan Cek banyak perusahaan. Akhirnya jadi DPO FBI. tapi yang menarik, pada akhirnya diangkat menjadi salah satu anggota FBI – bagian penipuan cek. Seperti yang Pak Iwan katakan, bina menjadi bagian yang bisa memperbaiki.
seharusnya begitu. eh… jadi ingat roy suryo, yang konon ahlinya.
ingat apa nih mas?
Ingat roy suryo aja…. yang katanya ahli komputer dan turunannya. Kan menpora sekarang….
Harusnya pas di domainnya.
oooo.
Mungkin passionnya bukan di sana mas.
hehehe
Mantap lanjutkan _ kumpulkan _ dan Maksimalkan kemampuan mereka
seharusnya begitu
Tapi saya suka dengan pesan mereka
“Tampilan muka situs presidensby.info kala itu diubah isinya oleh peretas dengan beberapa tuntutan. Isinya, meminta agar Presiden SBY menurunkan harga bandwith agar internet bisa diakses secara murah oleh masyarakat. Mereka juga menuntut agar SBY mendukung Indonesia Goes to Open Sources (IGOS).”
nah kan…. hacker juga manusia, ada yang baik ada yang kurang baik.
iya, wildan memang berhak mendapat hukuman hanya saja hukumannya terlalu sangat tidak adil dgn para koruptor yg seharusnya dihukum mati tp ternyata bisa sajaaa dikurangi msa tahanannya…dan seharusnya wildan diberi wadah khusus dalam pembinaan sehingga kelak bisa berbuat lebih baik dan lebih bermanfaat…bukan sbgai hacker lagi
Dia salah…. tapi saya bingung bagaimana mengadili isi otak ?
otak isanya dimanfaatkan tidak utk diadili kali yah pak….yg jelas masalah ini bwt pelajaran pemerintah klu pemerintahnya jeli kalau tidak yah sangat disayangkan sekali akan banyak org pintar dan cerdas yg diambil pihak asing lagi…
Pemerintah blunder. Seharusnya Wildan diangkat untuk dijadikan penasehat. Dialah penemu kelemahan sistemnya.
betul banget Mbak
mungkin juga akan beda cerita kalau yang di-heck situs pemerintah yanglain, bukan yang itu
Wildan itu berjasa loh, dia menunjukkan kelemahan sebuah situs yg dibangun denan anggaran miliaran rupiah. Eh…. pak beye malah salah tompo.
yeaaa
untung saya bukan hacker..
kenapa ?
pengen ikutan ngehack juga… hehehe
pernah belajar begitu ? susah tidak sih ?
Seharusnya pemerintah merangkul jutaan wildan – wildan lain yang tersebar di pelosok negeri. Rekrut mereka untuk menjadi tentara tentara tangguh dimanas depan. Tentara Cyber yang mungkin akan dibutuhkan dalam beberapa tahun kedepan.—>
sangat setuju Pak!
siiip deh
Wildan kereeeeenn ^^
apanya….
kemampuannya… keren bisa bobol situs negara
siiip
Sebenarnya salah pemerintah yg tidak cerdas untuk memfasilitasi kreativitas dan bakat cemerlang anak mudanya.
Kalau ga ada hacker, mana mungkin ada Apple, Microsoft, atau Linux. Hacker Indonesia itu pada jago, bahkan lebih jago ketimbang yg luar.
ini komentarnya sangat cerdas.
wew… tentara cyber, kesannya kayak gimana gitu
tapi mungkin butuh loh…
iya.. lebih baik merangkul mereka ketimbang memenjarakannya..
seeep