Dengan rendah hati aku mengakui : aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orang tua, memang hanya suatu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat.
--- prammoedya ananta toer ---
Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanyalah jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk pun menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga - abadi. Di depan sana ufuk yang itu juga - abadi.
belajar sastra juga menghaluskan budi juga. sayang sekali siswa kurang begitu berminat.
saya dulu juga gak minat, makanya kayak warok suromenggolo. Hehehe….. begitu pingin belajar sastra, udah kasep.
nggak ada twitter yah ? saya publish2 tulisannya di @lambangsarib
Ohhh baru tau quote bgs inj
sama dong
klo yang pernah saya dengar, belajar sastra itu bisa melembutkan hati
mungkin saya salah, adakah tulisan sebenarnya yang bisa digunakan sebagai rujukan ?
wah kalau redaksinya dari mana saya belum ketemu, mas. tapi kalau nggak salah itu ucapan ibunda Aisyah Ra
hm…. terus terang saya tambah bingung. Bantu yah…
saya nemu link ini, yang memuat ucapan Aisyah ra seputar sastra.
http://anginvenus.wordpress.com/2011/02/13/liburan-dan-sastra/
trus klo yang dari umar juga ada di sini:
http://filsafat.kompasiana.com/2012/11/12/puisi-untuk-rakyat-508332.html
terimakasih banyak. Beda dikit yah ? antara aisyah dan umar.
Ini harus mencari sumber yang benar benar kredible. Semoga ada waktu nyari2 di buku yang asli.
klo dah dapat bagi lagi ya, mas
siap….
Kalo kata Buya Hamka, “orang yang berani itu yang bisa menyatakan pemikirannya meski dia tau pemikirannya tidak disetujui oleh yang mendengarnya..”
sepertinya bisa disalurkan lewat tulisan…
sepertinya blogger bisa tuh
iya… hehehe… blogger bisa… nggak jarang menuai perbedaan pendapat… namun dengan begitu wawasan bisa jadi tambah luas (IMHO)… (^_^)
sepakat dengan ini…..
Tapi memang benar, saya merasakan sendiri bahwa menulis menjadikan kita tidak takut salah.