Nduk, beberapa hari yang lalu sewaktu kita di rumah embah, kamu memiliki teman baru ya ? Betul nduk, kakak itu bernama Dito dan tinggalnya di belakang rumah nenek, Kamu senang bermain main sama kakak ya nduk ? Anaknya baik kan ?
Nduk, ketahuilah bahwa sebenarnya Kak Dito itu bukan seumuranmu. Kalau tidak salang mengingat, dia berumur 7 tahunan. Artinya ia empat tahun lebih tua dibanding usiamu. Tapi tidak mengapa nduk, persahabatan itu memang tidak mengenal kasta dan usia.
Anaknya agak aneh ya nduk ? Kenapa ? Kamu merasakan keanehan itu ?
Keanehan yang kamu rasakan apa nduk ? Apakah karena ia masih ngedot diusianya yang ketujuh ? Ataukah karena kemampuannya berkomunikasi kurang bagus ? Atau mungkin karena ia belum mampu mengkoordinasikan saraf saraf motorik kasarnya dengan sempurna ?
Betul nduk, orang orang disini seringkali mengolok olok Kak Dito sebagai anak penderita “keterbelakangan mental”. Bahasa halusnya adalah anak berkebutuhan khusus. Ketahuilah nduk, pendapat orang disini itu salah. Bapak sangat tidak suka nduk. Menurut bapak, Kak Dito adalah seorang anak dengan “berkemampuan khusus”.
Dibutuhkan kesabaran dan cinta kasih yang luar biasa dari kedua orang tuanya untuk menemukan kemampuan khususnya. Kelak kalau kamu dewasa, bantulah mereka nduk. Minimal memberikan motivasi untuk terus berusaha dan bertahan hidup. Bapak tentu akan sangat bangga jika kelak kamu mampu membantu sahabat sahabatmu seperti Kak Dito menemukan bakat terpendamnya.
Semoga kelak kamu faham dengan apa yang bapak maksud nduk. Sekali lagi, bapak akan sangat bangga !
Kamu tidak usah merasa kasihan atau iba nduk. Kalau toh kamu merasa iba, cukupkan ada di hatimu, jangan sekali kali kamu tampakkan di raut wajahmu yang cantik. Tampakkanlah wajah penyemangat, penuh motivasi dan empati. Bersikaplah biasa biasa saja. Bersikap wajar justru akan menumbuhkan motivasinya dalam mengarungi kehidupan yang keras.
Percayalah nduk, Kak Dito itu anak pintar dan normal seperti anak anak yang lain. Ia hanya menderita penyakit Muscular Dystrophy (MD).
Menunut Prof. Teguh A. Ranakusuma, MD adalah sebuah kerusakan pada otak kecil sehingga saraf saraf motoriknya terganggu. Akibatnya, perkembangan fisiknya pun terganggu. MD sebenarnya adalah kerusakan genetik yang membuat otot otot tubuh yang seharusnya berfungsi menggerakkan badan jadi melemah. Gen mereka tidak bisa membuat protein yang diperlukan untuk otot yang sehat.
Nduk, kamu mungkin belum tahu saat ini apa itu MD. Bapak pun bukan dokter yang mampu menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Itu hanyalah saduran bebas kata seorang ahli di RSCM (RS. Cipto Mangun Kusumo) Jakarta.
Kelak jika kamu ingin mengetahuinya, bacalah buku buku kedokteran. Kalau toh hanya sekedar ingin tahu saja, kamu bisa nanya eyang google. Catatan eyang google saat ini dianggap paling lengkap dalam merangkum seluruh amal kebaikan dan keburukan sebuah akun di dunia maya.
Nduk, bapak jadi teringat akan jasa seorang ibu yang luar biasa bernama Endang Setyati. Dalam sebuah buku ia mengatakan “ia tidak pernah tahu nikmatnya berjalan, apalagi berlari. Ia hanya bisa menikmati dunia dari atas kursi roda”.
Oh iya, kamu pasti belum tahu siapa itu Endang Setyati. Beliau adalah ibu luar biasa. Beliau adalah “the real champion creator”. Beliau adalah seorang ibu pemberi motivasi buat kita semua. Beliau adalah ibunya Habibie Hafsyah, seorang penderita MD semenjak lahir.
Berkat motivasi dan kerja kerasnya, kini Habibie Hafsyah yang “lemah” itu menjelma menjadi sebuah kekuatan luar biasa dahsyat. Ia tercatat sebagai salah satu “internet marketer” terbaik di negeri ini. Kecemerlangan otak nya menginspirasi banyak orang. Itu pula yang membawanya hadir di acara Kick Andy, bertemu dengan pengusaha Bob Sadino, bahkan bertemu mantan Presiden RI – BJ Habibie.
Kisah lengkapnya kelak bisa kamu baca di buku Inspiring Mom berjudul “SURGA BUAT HABIBIE”. Begitu bagusnya buku itu membuat Tung Dasem Waringin mengatakan bahwa, “Buku yang sangat menyentuh dan menginspirasi kita, seorang ibu yang istimewa dan anak yang istimewa”.
Nduk, kelak ketika kamu sudah dewasa dan mampu berfikir untuk kehidupanmu sendiri, bergaulah dengan orang orang yang selalu memotivasi dan jauhi orang orang yang ngakunya sahabat namun mendemotivasimu. Jauhi pekerjaan yang tidak penting dan tidak menghasilkan. Jauhi pekerjaan yang menjauhkanmu dari yang Maha.
Buatlah bangga bapak dengan motivasi motivasi yang kamu berikan pada teman teman seperti Kak Dito. Bantulah ia menemukan motivasi hidup yang sangat mudah hilang. Tolonglah mereka untuk menghasilkan, berkarya dan mendekati yang Maha.
— @lambangsarib —


Beruntungnya Kiky punya bapak seperti sampean Mas..
Sama sama mas, Aaqil juga bangga punya bapak sampean.
Karena susah mencari inspirasi, lalu setiap hari harus menulis, akhirnya ya itu deh…. anaknya sendiri dipakai imajinasi.
Salah tidak yah ?
kita dapat mengambil pelajaran dari siapa pun…
sepakat
Pak, untuk anak berkemampuan khusus, bapak bisa coba buka twitter @justsilly dia pernah posting link blognya tentang anaknya yang autis.
langsung ke TKP ah….
untuk anak yang biasa aja harus sabar apalagi yang berkebutuhan khusus ya Pak
betul banget.
membayangkan andai nanti Kiky sudha sekolah dan baca postingan ini
hehehe… harapannya ia membaca, dan kenal siapa bapaknya.
Yuk menjadikan orang yang di sekitar kita sebagai orang yang lebih hebat dari diri kita…
ayuk
Terharu bacanya Pak … jadi ikut termotivasi nih.
Hehehe…. this is true story loh.
Ayo… semangat.