Nduk, kenapa kamu rebut buku bapak ? Kenapa kamu umpetin dibawah lemari pakaianmu ? Oh…. bapak faham maksudmu nduk, kamu ingin main main ya ? Baiklah, ayo kita kemoon main air, tapi nanti ijinkan bapak membaca ya ….?
Tuh nduk, pakaianmu basah semua kan ? Tangan dan kakimu kotor kena tanah hitam bercampur pasir. Tapi tidak apa apa nduk, nanti kita bersihkan, gampang kok.
Selagi kamu berjanji untuk tidak mengadukan ini semua ke ibumu, bapak akan membiarkan apa saja yang kamu suka. Permainan apapun itu asal tidak melanggar asusial, tidak melanggar adat ketimuran dan tidak melanggar norma agama, bapak tidak akan pernah melarangmu. Lakukanlah sesukamu.
Kalau kamu adukan hal ini ke ibumu, bapak bukan hanya takut di damprat nduk. Tapi bapak lebih takut jika tidak dibuatkan teh wasgitel kesukaan bapak. Apalagi kalau ibumu mogok membuatkan nasi goreng mentega, wah….. bapak bisa kelaparan, Janji ya nduk…..
Nah, sekarang sudah selesai bermain air nih kita. Saatnya bapak baca buku yah ? Kamu mimik susu dulu, disini, disamping bapak. Kamu lihat bapak membaca saja.
Nduk, kamu tahu buku tebal ini ? Sudah 2 bulan lamanya bapak beli, tapi belum dibaca. Ini karya orang hebat di negeri ini nduk. Pengarangnya Pramoedya Ananta Toer, sedangkan bukunya berjudul “Anak Bangsa”. Kamu, bapak, kakekmu dan semua kita adalah anak bangsa nduk.
Buku terbitan lentera ini setebal 539 halaman, itu lebih tebal dari bantalmu nduk.
Nduk, kamu pasti tidak kenal siapa itu pak Pram. Tapi almarhum kakekmu di kampung adalah sahabat dan teman bermainnya. Selayaknya kamu harus tahu bahwa kakek buyutmu almarhum mbah Muhammad Sahid itu seorang guru di kampung. Rumah Pram dan kakek buyutmu itu bersebelahan. Mereka berdua bersahabat, hingga realitas politik berkata lain.
Pram harus “nyantri” ke Pulau Buru, sedangkan kakek buyutmu tetap mengajar di SR. SR itu singkatan Sekolah Rakyat nduk, sama dengan SD jaman sekarang. Disaat Pak Pram bebas dan pulang kampung, kakek buyutmu telah pulang ke rahamtullah. Mungkin karena peristiwa perpisahan itu begitu pahit, hingga akhir hayatnya kakek buyutmu tidak mau bercerita. Mohon maaf yah, bapak menceritakannya hanya sepotong.
Berbanggalah nduk, kamu memiliki leluhur yang menjadi sahabat diskusi seorang pembangkang yang paling berpengaruh di negeri ini.
Kelak, semoga kamu warisi juga keberanian mereka untuk menentang ketidak adilah. Kata Iwan fals, “tinjulah congkaknya dunia buah hatiku”. Kata Sukarno, “berilah saya sepuluh orang pemuda, maka akan aku goncang dunia”. Atau kata kata pak BeYe ? oh…. tidak tidak nduk….. Pak BeYe tidak pernah berbicara apa apa tentang anak anak.
Nduk, kamu pingin tahu kenapa bapak sangat mengidolakan Pramudya Ananta Toer ? karena bapak sangat terinspirasi tulisan tulisan beliau. Salah satu tulisannya yang bapak tidak pernah lupa adalah sebait pusi dibawah.
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
Karena kau menulis
Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi,
sampai jauh, jauh di kemudian hari.
Nah nduk, sekarang kamu tahu mengapa bapak membaca buku ini. Kelak jika kamu sudah dewasa bacalah buku ini. Jangan membaca buku Nick Karter seperti bacaan bapak dulu semasa SMA. Jangan pula membaca buku buku yang hanya mengumbar nafsu dan duniawi semata, karena tidak ada manfaatnya nduk.
Oh iya nduk, bapak hampir terlupa untuk menasehati kamu kelak jika menginjak bangku sekolah. Nasehat ini bukan original bapak lho nduk, tapi ini nasehat orang hebat di negeri ini. Nasehat ini ditulis oleh KH Hasyim Asy’ari untuk santri santrinya saat menuntut ilmu. Tulisan ini menginspirasi jutaan wara nahdliyyin dan menjadi pegangan wajib santri santri di saentro pulau jawa.
Membersihkan hatinya dari segala hal mengotori seperti dendam, dengki dan perangai buruk
Memiliki niat yg baik yaitu ridho Allah, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariah, menerangi hati dan mendekatkan diri pada Tuhan
Jangan berniat hanya ingin mendapatkan kepentingan duniawi. Seperti mendapatkan kepemimpinan, pangkat, harta atau menyombongkan diri.
Pergunakan masa muda untuk memperoleh ilmu. Stiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan.
Sabar akan kekurangan akan mendatangkan ilmu yang luas dan hikmah hikmah yang terpancar.
Membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga.
Menyedikitkan makan dan minum. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar.
Bersikap wara’ (mejauhi perkara yang syubhat ‘tidak jelas ‘ halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal.
Meninggalkan pergaulan yang tidak penting.
Membaca ini tentunya membuat kamu bertanya dan bingung ya nduk ? Nggak usah risau, memang benar dalam beribadah bapak seringkali mengikuti wejangan KH. Achmad Dahlan. Memang benar dalam kehidupan sehari hari bapak lebih cocok dengan ajaran Mbah Samin Surosentiko. Dan sering bapak katakan bahwa dalam berpolitik, ajaran Karto Suwiryo dan Ahmad Hasan itu yang paling pas.
Kamu tidak perlu bingung nduk, karena itu artinya bapak tidak pernah taklid pada sebuah ajaran. Menurut bapak Achmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Samin Surosentiko, Karto Suwiryo dan Ahmad Hasan adalah orang orang hebat di negeri ini yang layak kamu contoh dan teladani.
Nduk,…… yah….. kamu sudah tertidur rupanya. *peluk cium bapak*
– @lambangsarib –


Numpang mampir nyruput teh WASGITEL sambil baca pesan-pesan orang hebat.
Kiky ada baiknya juga diperkenalkan dengan Buya Hamka dan Bung Tomo, pak.
Bukunya Bung Tomo apa ya pak ? Belum pernah dengar.
Hehe…. monggo pak, teh wasgitelnya di sruput.
Ada 5 buku tentang Bung Tomo, semuanya ditulis oleh istrinya, ibu Sulistina. Memang, Bung Tomo adalah tokoh yang vocal selama 2 orde, sehingga sejarahnya dibungkam oleh penguasa Orde Lama dan Orde Baru. Itu juga seperti yg dialami Buya Hamka, dibungkam sejarahnya. Mereka baru diangkat jadi pahlawan ya baru-baru saja setelah mendapat tuntutan dari masyarakat kepada pemerintah.
Begitu juga Pramudya A. Toer, dibungkam kekritisannya oleh penguasa orde baru.
Untuk Bung Tomo, Pak Lambang bisa baca perjalanan romantisme-nya yang gak kalah dg kisah Habibie dan Ainun, di sini:
http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2008/01/20/pelajaran-romantisme-dari-bung-tomo-dan-sulistina/
Buku-bukunya ada di postingan itu. Saking cintanya dg Bung Tomo, ibu Sulistina ini masih rajin menulis surat cinta di usianya yg lebih dari 80 tahun.
Saya masih gagal migrasi tulisan saya tentang Buya Hamka dari blog lama di Multiply. Nanti saja pas ultah beliau (17 Feb) saya posting ulang di WordPress.
ok pak terimakasih, langsung ke TKP.
Ditunggu tulisannya tentang bung tomo dan surat surat ibu Sulistiana.
Luar biasa, terimakasih banyak pak.
Silakan, pak.
Dalam postingan itu, ibu Sulistina Sutomo berkata: “buku adalah persembahan cinta terbaik bagi suami”
Sepertinya sejalan dengan pemikiran Pak Lambang mengapa menulis buku parenting buat Kiky (dan ibunya)
hehe… betul.
ibu sulistina adik dari Opa saya Om. saya sendiri belum pernah baca, bacanya Doraemon mulu
*dikeplak*
Wah… alhamdulillah, saya bisa kenal sama keluarga orang orang hebat. Terimakasih.
Mdh2an hebatnya nular ke saya.
Amiiiiiiiiinnnnn.
tulisannya sudah sih kayaknya
ah.. Om nih seneng bikin ge-er
Meta …… komentar ini dooong http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2008/01/20/pelajaran-romantisme-dari-bung-tomo-dan-sulistina/
Udh ke TKP barusan Om :’)
Lama-lama ndakik-ndakik ya isinya..
aslimu endi sih ? kok kenal ndakik ?
Mbiyen tau nyeles nang lor Om..
hehehe… hidup salesman
Salesgirl to Om..
oh iya… cerdas kowe ra
Melu keturon
kalau ngebangunin anak ini mesti digebyur wedang, hahaha…
wedang jahe,.. waaaa mantep itu om
Postingan bermutu memang selalu lahir dari orang2 yang mengambilnya dari sumber2 bermutu pula. Terima kasih udah bagi-bagi wawasan di hari ini Pak. Kalo saya cukup segelas kopi instan aja pagi ini (kalo kopi hitam suka diprotes lambung nih
) Kapan nih kita ngasuh anak2 berjamaah ??? Kayaknya seru nih ngenalin Akbar+Gilang sama Kiki
Hehehe… terimakasih. InsyaAllah pebruari deh pak….
Jauh dari kebon raya bogor tidak yah ?
Boleh juga… kebetulan nggak jauh ke kebun raya bogor.
Asiiik….. pebruari yah, saya atur waktunya.
ngomong-ngomong ‘ndakik’ kui opo Pak? hehe maaf gag nyambung
Ndakik kalau ditempat saya itu satu tingkat diatas “cerdik”. Contoh : kowe kok ndakik emen, iso nggoroi fulan –> kamu kok cerdik banget, bisa mengibuli si fulan”.
Tapi saya tidak tahu yang ~Ra maksud, katanya dari lor (pantai utara jawa).
oooo begitu ya pak,,, kosakata baru “ndakik”,,, hehe merci penjelasannya,,, nice blog
ok seeep.
mana tulisannya ?
ajaran yang bagus sekali. mudah2an manfaat buat saya dan orang lain yang baca.
amiiin
wah mau ni nasi goreng Mentaganya…
Tolong di kirim ke Blog Ane ya gan di http://winnyradc.wordpress.com/
Salam Kenal, Backpacker Indonesia!!!
Izin Follow Blog Agan! Ditunggu Follow Baliknya ya
salam kenal juga, terimakasih kunjungannya
sudah kan ?
kalo nggak salah Semua Anak Bangsa itu termasuk tetralogi Buru. Yang sebelumnya sudah tamat Pak? wuihhhh
yang ini aja basih harus 98% lagi, hehehe….. waktunya sudah habis buat momong.
Setiap malam sekarang membaca badak jawa dan gajah waykambas, ndongeng. Habis mendongeng, sama sama ketiduran. Hehehe…..
gapapa Pak, sedikit2 bacanya
memang susah kalo langsung ditamatin sampe habis
haha betul, baca bukunya pak Pram mirip baca bukunya cak Nun. Harus kalimat per kalimat.
Belajar-belajar-belajar
ayo