Sobat bloger, mohon maaf kemarin saya tidak bisa memenuhi kewajiban saya untuk menulis setiap hari. Janji yang pernah terucap dan tertulis pada tanggal 25 Oktober 2012 pukul 04:29 pm itu ada disini. Mohon maaf juga karena hingga siang ini aktivitas blog walking saya terganggu. Sehingga saya tidak bisa mengunjungi dan membaca tulisan tulisan luar biasa dari sahabat blogger.
Walaupun ribuan kata mampu dirangkai untuk menjadi sebuah alasan pembenar, namun tak elok rasanya melakukan hal itu.
“Kalau salah, ya tetap saja salah”, itulah sebuah prinsip.
Mengakui sebuah kesalah dan meminta maaf adalah cara paling baik dan elegan. Bahkan Tuhan yang maha segalanya pun maha penerima maaf. Tuhan sangat merindukan hamba hambanya untuk selalu memohon ampunan, terlebih dengan linangan air mata di sepertiga malam terakhir. Semakin lama kita memohon ampunan, Tuhan sepertinya semakin senang.
Sebagai manusia yang lemah dengan berjuta kekurangan, manusia adalah tempat alpa, dosa dan khilaf. Adalah sebuah kesombongan luar biasa jika seseorang selalu merasa benar dan tidak pernah mau meminta maaf.
Jika demikian halnya, bukankah lebih baik meminta maaf dan mencoba berinstropeksi untuk memperbaiki diri ?
Mencari pembenar atau mengkambing hitam sering dilakukan oleh para pecundang. Terus terang, saya malas untuk melakukan hal itu.
.
.
Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo


Hehehe.. salam istiqomah pak
Istiqomah itu susah banget loh, hehe….. Hanya istiqomah menulis aja uangele pol, apalagi istiqomah complex.
Istiqomah komplex itu mengucapkan ikrar kesetiaan yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diaktualisasikan dalam perbuatan. Melakukan seluruh yang diminta tanpa pertimbangan. Menghindari seluruh yang dilarang tanpa banyak tanya.
Yang mampu melakukan tentunya akan dicintai bukan ?
Ah…. omong opo iki aku ya ?
hehehe.. sepakat sekali pak. sebuah kata yang samapai membuat rambut Rasululloh beruban
iya pak saya maafkan
Alkamdulillah….
menulis / posting blog tiap hari itu berat lho mas? sampeyan hebat bisa punya janji sebesar itu.
kalau memang janjinya memberatkan mendingan di revisi saja mas, dari pada malah kepikiran. sy yakin org2 disekeliling anda jg butuh keberadaan anda, yg penting masih bisa merasakan semangatnya.
*puk-puk pundak
Alasannya karena ingin belajar menulis mas. Kualitas tulisan saya sangat jelek, satu satunya cara untuk memperbaikinya adalah menulis setiap hari. Alhamdulillah sekarang satu tulisan tidak lebih dari satu jam.
saya juga mohon maaf Pak,, biar sama2 enak (waduh ini acara apa maap2an)
lebaran kali…
Yang penting sudah niat berbagi, manusia tidak bisa lepas dari kendala.
Happy blogging, Pak Lambang
happy blogging
tetap eksis ya pak he he
semoga
taqobbalallhu minna wa minkum, mohon maaf lahir batin (Lho kok?!)
siip
betul kata pak Iwan, larass ajah udah seminggu tidak menulis di wp…banyak sekali kendala nyata yg tak bisa diabaikan hehe yg penting tetap semangat pak, menulis tidak hanya di blog tp mgkg dibuku atau di lembaran2 lainnya
ayo nuliiis
Maaf itu hanya kata sederhana, tapi tidak sesederhana itu bila diuapkan….
Saling memaafkan itu hal yg indah dalam hidup ini.
Salam,
Salah ketik, bukan diuapkan TAPI diucapkan…
Mohon maaf.
Salam,
terimakasih pak
Wajar kok pak kalau sehari nggak bisa menulis atau belum punya kesempatan utk ber BW, selamat berhari minggu bersama keluarga
siiip
dimaafkan kok Mas.
Dan menurut saya sih tidak perlu seperti itu kok. Menulislah saat hati ingin menulis.
Hehehe…. itu kemarin karena tidak tahu mau menulis apa. Bingung2, akhirnya menulis saja minta maaf.
hehehehe…
o iya.. saya minta maaf juga mas.
lupa bener-bener soal gathering kemarin sabtu. padahal kantor di kemayoran. hiks..
saya juga punya banyak utang Mas. syemangat.. semoga semakin konsisten..
ayoooo. ….. saling menyemangati
oh iya ya, ada kelewat sehari. saya malah pernah seminggu. sering juga dua hingga empat hari gak update blog.
memang mas, meminta maaf itu membuat lega. lebih baik menangis karena mengingat kesalahan kita sendiri ketimbang menyalahkan hal/orang lain, yang ada cuma nguras energi.
sepakat, kita akan tumbuh sebagai pribadi yang luar biasa jika suka meminta maaf.