Anak Sungai Kali Ciliwung

Berikut ini adalah  dua buah foto amatir keadaan anak sungai ciliwung. Foto  pertama diambil tadi pagi disaat debit air normal.  Sementara foto  kedua diambil pada tanggal  22 Desember 2012 disaat terjadi banjir kiriman dari bogor

Gambar pertama  tampak jelas bahwa debit air sangat minim. Hanya terkonsentrasi di tengah tengah aliran sungai. Air berasal dari limbah air rumah tangga, terlihat sangat kotor,  berwarna hitam dengan bau menyengat.

Bagi penghuni bantaran kali, bau tak sedap itu sepertinya tidak terlalu bermasalah. Mungkin karena warga  sudah terbiasa dan mampu  beradaptasi,  atau bisa juga  karena  sudah berdamai dengan aroma tak sedap itu. Di pinggir alur sungai tampak sampah berserakan, umumnya didominasi  sampah  un organik  limbah rumah tangga.

Tampak beberapa pipa paralon yang menjorok kearah sungai dari rumah rumah di  bantaran kali. Mau tahu  buat apa pipa pipa itu ? Pipa adalah saluran  pembuangan dari kamar mandi dan WC warga. Bisa dikatakan bahwa seluruh warga penghuni bantaran kali membuang sampahnya di kali, termasuk  limbah air kamar mandi dan WC.

Warga disini tampaknya sudah terbiasa melakukan hal tersebut  secara turun temurun. Tidak ada lagi perasaan bersalah  membuang sampah dikali. Justru kalau ada orang yang membuang sampah di bak sampah,  malah dianggap  aneh.

sungai ciliwung

Sementara foto  kedua diambil saat  Air sungai naik hingga hampir masuk ke rumah warga. Air ini tidak bau, namun keruh dan  berwarna coklat. Umumnya mengangkut bermacam sampah, baik organik maupun un organik.

anak sungai ciliwung.

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About these ads

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja. Penikmat teh WASGITEL (Wangi melati, Sepet, Legi, Kenthel) yang rindu bersilaturahim ke lapak lapak.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

54 Responses to Anak Sungai Kali Ciliwung

  1. kalau dari dulu orang2 yang tinggal di bantaran kali itu sadar untuk tidak buang sampah dikali,,,
    mungkin ceritanya lain ya Pak..

    • lambangsarib says:

      Sepertinya susah untuk disadarkan, kalau ditanya umumnya mereka menjawab, “makan saja susah kok mikir bayar buang sampak”.

      • mereka begitu karena dibiarkan tanpa sosialisasi…
        mungkin mereka pikir banjir yang datang tiap taun tu, hanya kejadian alam saja… tanpa menyadari bahwa tu banjir adalah sebab dari kita sendiri..

        mudah2an dengan adanya Pak Jokowi and Pak Ahok , wajah jakarta bisa berubah. Amiin.

      • Larasati says:

        jadi permasalahannya ke soal uang yah pak lambang…duuhhh miris sekali baca postingan dan koment ini, jakarta kan kaya raya :(

      • lambangsarib says:

        Kalau jalan jalan ke Pantai Indah kapuk seolah kita ke Dubai, jika main ke kota wisata seolah kita di negara lain. Wajah asli Indonesia adanya di bantaran kali.

  2. Setokdel says:

    ini karena warga gak mau ngalah atau ikut2an, ngapain coba harus buang sampah di tong, toh yang lain pada adem ayem buang dikali, rugi saya capek buang ke tong…

  3. danirachmat says:

    Ya ampun. Sedih juga mas ngelihat kondisi kali yang kayak gitu ya. Gimana mau gak banjir kalo di bantaran kalinya sendiri seperti itu, Belum lagi msalah kesehatannya ya..

  4. Wong Cilik says:

    sungai yang sekaligus tempat sampah … mengenaskan memang …

  5. metamocca says:

    Pantesaaaaannn banjiiirrr, ya warganya kayak gitu. Ckckck…

    • lambangsarib says:

      Warga bantaran kali ciliwung tidak pernah merasa bersalah, mereka umumnya berkilah bahwa air kiriman dari bogor lah penyebabnya. Hutan di puncak sudah pada gundul, dan bla…bla…blaa…. saling salah salahan.

  6. Ely Meyer says:

    kasihan sungainya pak

  7. deviuta says:

    sungai yang tersakiti sejak dahulu. salam kenal! :)

  8. j4uharry says:

    Oh kali ku “malang”

  9. nabils29 says:

    loh kok membuang sampah di bak sampah malah dianggap aneh :???: sungainya kasihan.. seolah menangis andai dia bisa bicara *nab,nab..

  10. sakti says:

    bener pak, buang sampah di sungai sudah seperti budaya, dan mereka sudah “siap” menerima konsekuensi banjirnya

  11. nyonyasepatu says:

    Yaa gak heran ya kalo banjir

  12. Pingback: 2012 AWARDS « RANGTALU

  13. Erit07 says:

    Itulah akibatnya bila buang sampah sembarangan. .
    Hmz,turut prihatin. .

  14. yisha says:

    arrrrrrrrrrggggggggghhhhhhhhhh……….yisha kesal ama kaka!!!!!!! :evil:

  15. lieshadie says:

    Melihat sungainya kok miris ya…

    • lambangsarib says:

      Apalagi saya dan anak, setiap hari melihat orang orang dengan enaknya membuang sampah di kali. Sementara itu setiap hari harus mendidik dan mengajari anak membuang sampah di tempatnya. Sebuah kontradiksi….

  16. mintarsih28 says:

    kesadaran masyarakat yg tipis
    dikiranya Allah buatkan sungai untuk jegong masal ya

    • lambangsarib says:

      Beberapa orang tidak sadar karena mereka “terbiasa” membuang sampah disungai, Kebiasaan terus menerus tentu saja akan dipercaya sebagai sebuah kebenaran.

      Beberapa orang sadar bahwa membuang sampah di kali itu tidak baik dengan segala konsekuensinya. Namun himpitan ekonomi memaksanya.

  17. Ilham says:

    miris memang ngeliatnya. semoga kedepan ada perubahan, gak cuma dari pemerintah tapi dari dalam masyarakat sendiri yang menjadi sadar untuk lebih menjaga kebersihan.

  18. niee says:

    ya ampun, perbedaannya bisa jauh gitu yak. Mudah2an gak banjir deh rumah di sekitarnya.

    Tapi kebiasaan kita emang sungai dijadikan tempat pembuangan yak. Mudah2an generasi penurus gak lagi seperti itu :(

  19. Larasati says:

    pemikiran warga yg kolot yah soal buang sampah di kali itu padahal mereka sendiri yg rugi, giliran banjir saja minta bantuan sana sini tp kenyataannya dikasih saran utk menjaga lingkungan tetap saja tidak mau menjaganya malahan membuang sampah di sungai, duh miris sekali pak lambang

  20. chrismanaby says:

    Waa sampe kayak gitu ya om, kasian warga2 yg tinggal disitu

  21. Chita says:

    speechless… :(
    kapan Jakarta bebas banjir kalo kepedulian akan kebersihan lingkungannya minim, kemudian saat mereka terkena banjir mereka menyalahkan pihak lain… :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s